34 Orang Meninggal dan 33 Lainnya Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
Jum'at, 28 November 2025 - 06:11 WIB
loading...
Bencana banjir dan tanah longsor melanda 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Foto/SindoNews
A
A
A
TAPANULI TENGAH - Bencana banjir dan tanah longsor melanda 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Hingga hari ini Jumat (28/11/2025), tercatat 34 korban jiwa meninggal dunia, 33 orang masih hilang, serta ribuan kepala keluarga terisolasi dan menunggu evakuasi.
Demikian data yang dibeberkan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Masinton menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapakan status tanggap darurat terkait bencana alam yang melanda Tapanuli Tengah.
"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tengah menyiapkan administrasi Surat Tanggap Darurat dan surat Bupati kepada Badan Pangan Nasional untuk pemenuhan kebutuhan pangan di dapur umum dan posko pengungsian," kata Masinton, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Selatan, 8 Orang Tewas 58 Luka-luka
Dari data yang dibeberkan Masinton, sebanyak 347 warga mengungsi di GOR Pandan. Sebanyak 347 warga tersebut terdiri dari 89 pria dewasa, 96 perempuan dewasa, 109 anak-anak, 43 bayi, dan 10 lansia. Pengungsian lain juga telah dibuka di sejumlah fasilitas umum.
Sementara itu, terdapat ribuan warga yang masih belum dievakuasi karena wilayahnya masih terisolasi akibat putusnya akses jalan. Data sementara menunjukkan ada sekira 35 KK di Kelurahan Hutanabolon, Lingkungan 5 Siantar Gunung yang belum dievakuasi.
Baca juga: BNPB Kerahkan 2 Pesawat untuk Evakuasi Warga dan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumut
Kemudian, 90 KK atau sekira 500 jiwa di Desa Saormanggita. Lalu, 250 KK di Desa Kalangan II. Lantas, terdapat warga di SMP Satu Atap Tukka, Huraba, dan Tapian Nauli yang juga belum dievakuasi. "Di Desa Haloban Bair Kecamatan Tapian Nauli, ada 35 KK mengungsi dan 7 warga bertahan di rumah," imbuhnya.
Masinton mendapatkan informasi bahwa ada enam korban meninggal dunia di RSUD Pandan yang telah diserahterimakan kepada keluarga. Keenam korban tersebut yakni, Roberta Sigalingging (48); Radiv Pradivta Halawa (6); Rahmad Riadi Sitompul (34); Agus Tonni Sinaga (59); Mariati Pohan (80); dan Wardah Pasaribu (55). "Selain itu, dua korban meninggal lainnya masih menunggu serah terima," bebernya.
Demikian data yang dibeberkan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Masinton menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapakan status tanggap darurat terkait bencana alam yang melanda Tapanuli Tengah.
"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tengah menyiapkan administrasi Surat Tanggap Darurat dan surat Bupati kepada Badan Pangan Nasional untuk pemenuhan kebutuhan pangan di dapur umum dan posko pengungsian," kata Masinton, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Selatan, 8 Orang Tewas 58 Luka-luka
Dari data yang dibeberkan Masinton, sebanyak 347 warga mengungsi di GOR Pandan. Sebanyak 347 warga tersebut terdiri dari 89 pria dewasa, 96 perempuan dewasa, 109 anak-anak, 43 bayi, dan 10 lansia. Pengungsian lain juga telah dibuka di sejumlah fasilitas umum.
Sementara itu, terdapat ribuan warga yang masih belum dievakuasi karena wilayahnya masih terisolasi akibat putusnya akses jalan. Data sementara menunjukkan ada sekira 35 KK di Kelurahan Hutanabolon, Lingkungan 5 Siantar Gunung yang belum dievakuasi.
Baca juga: BNPB Kerahkan 2 Pesawat untuk Evakuasi Warga dan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumut
Kemudian, 90 KK atau sekira 500 jiwa di Desa Saormanggita. Lalu, 250 KK di Desa Kalangan II. Lantas, terdapat warga di SMP Satu Atap Tukka, Huraba, dan Tapian Nauli yang juga belum dievakuasi. "Di Desa Haloban Bair Kecamatan Tapian Nauli, ada 35 KK mengungsi dan 7 warga bertahan di rumah," imbuhnya.
Masinton mendapatkan informasi bahwa ada enam korban meninggal dunia di RSUD Pandan yang telah diserahterimakan kepada keluarga. Keenam korban tersebut yakni, Roberta Sigalingging (48); Radiv Pradivta Halawa (6); Rahmad Riadi Sitompul (34); Agus Tonni Sinaga (59); Mariati Pohan (80); dan Wardah Pasaribu (55). "Selain itu, dua korban meninggal lainnya masih menunggu serah terima," bebernya.
(cip)
Lihat Juga :