Hafiz Qu’ran Jadi Koordinator Presidium Nasional BEM/DEMA PTAI se-Indonesia
Kamis, 27 November 2025 - 23:40 WIB
loading...
A
A
A
“Sebab kita semua punya hak dan kewajiban untuk menorehkan tinta emas di negeri kita tercinta ini. Dan BEM/DEMA PTAI ini adalah wadah sekaligus menjadi jembatan teman-teman semua untuk berkarya untuk bangsa dan negara, sesuai kapasitas dan keahlian masing-masing,” sambungnya.
Ahmad Shohifin selaku Presiden Mahasiswa STIT OTISTA Banten yang juga sebagai tuan rumah Kongres V Lanjutan juga mengingatkan pentingnya konsistensi organisasi dalam menjaga muruah, menghadirkan inovasi, serta memastikan keberlanjutan program kerja secara nasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban, evaluasi program, serta diskusi yang mencakup: penguatan tata kelola organisasi dan digitalisasi administrasi, peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota, arah kebijakan pendidikan nasional dan kontribusi organisasi, dan penguatan jaringan kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.
Pada hari ketiga, 27 November 2025, kongres memasuki tahap finalisasi rekomendasi dan pengesahan keputusan. Para peserta secara bulat menyetujui sejumlah langkah strategis yang dianggap penting dalam memperkuat struktur internal serta memperluas dampak organisasi bagi masyarakat dan dunia perguruan tinggi swasta.
Melalui musyawarah mufakat, Fatham Mubina terpilih sebagai Koordinator Presidium Nasional yang baru. Dia merupakan Presiden Mahasiswa PTIQ, seorang hafiz Quran dan juga salah satu mahasiswa berprestasi. Keputusan tersebut disahkan dalam sidang pleno terakhir yang dihadiri seluruh perwakilan wilayah dan kampus anggota BEM/Dema PTAI.
Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai koordinator presidium nasional terpilih, Fatham Mubina menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa BEM/Dema PTAI akan terus menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai pengawal moral bangsa, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong agenda-agenda strategis untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatham.
Ahmad Shohifin selaku Presiden Mahasiswa STIT OTISTA Banten yang juga sebagai tuan rumah Kongres V Lanjutan juga mengingatkan pentingnya konsistensi organisasi dalam menjaga muruah, menghadirkan inovasi, serta memastikan keberlanjutan program kerja secara nasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban, evaluasi program, serta diskusi yang mencakup: penguatan tata kelola organisasi dan digitalisasi administrasi, peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota, arah kebijakan pendidikan nasional dan kontribusi organisasi, dan penguatan jaringan kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah.
Pada hari ketiga, 27 November 2025, kongres memasuki tahap finalisasi rekomendasi dan pengesahan keputusan. Para peserta secara bulat menyetujui sejumlah langkah strategis yang dianggap penting dalam memperkuat struktur internal serta memperluas dampak organisasi bagi masyarakat dan dunia perguruan tinggi swasta.
Melalui musyawarah mufakat, Fatham Mubina terpilih sebagai Koordinator Presidium Nasional yang baru. Dia merupakan Presiden Mahasiswa PTIQ, seorang hafiz Quran dan juga salah satu mahasiswa berprestasi. Keputusan tersebut disahkan dalam sidang pleno terakhir yang dihadiri seluruh perwakilan wilayah dan kampus anggota BEM/Dema PTAI.
Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai koordinator presidium nasional terpilih, Fatham Mubina menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kongres atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa BEM/Dema PTAI akan terus menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai pengawal moral bangsa, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong agenda-agenda strategis untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatham.
Lihat Juga :