Anggarkan Rp5 Triliun, LRT Jakarta Targetkan Velodrome-Manggarai Beroperasi 2026
Rabu, 26 November 2025 - 18:47 WIB
loading...
LRT Jakarta kini tengah merampungkan proses pembangunan Fase 1B, Velodrome - Manggarai yang kini telah mencapai 80%. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - LRT Jakarta kini tengah merampungkan proses pembangunan Fase 1B, Velodrome - Manggarai yang kini telah mencapai 80%. Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan beroperasi Agustus 2026.
Direktur Utama LRT Jakarta Roberto Akyuwen menjelaskan bila total pembangunan LRT Fase 1B mencapai Rp5 triliun yang digunakan untuk membayar konsultan, proyek, hingga lain-lain.
“Untuk nilainya sekitar Rp5 triliun. Tapi kalau ditanya kapan balik modalnya, sejatinya transportasi publik berfokus pada jasa pelayanan masyarakat,” kata Roberto, Rabu (26/11/2025).
Baca juga: Tarif LRT Manggarai-Velodrome Belum Diputuskan, Pramono Ungkap Alasannya
Selain mengandalkan dari tapping penumpang, Roberto berupaya menambah pemasukan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari menyewakan lahan hingga memasang iklan di setiap gerbong kereta. “Kita sedang terus dorong agar pemanfaatan aset-aset, antara lain lewat iklan, itu bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Karenanya, adanya perpanjangan rute ini, Roberto berharap animo masyarakat menggunakan mode transportasi yang sebelumnya hanya ke velodrome dari kelapa gading meningkat.
Baca juga: Bayar Tiket LRT Kini Makin Cepat Pakai QRIS Tap, Sudah Coba?
Artinya, peningkatan ini akan menambah pemasukan LRT dari iklan pada gerbong serta aset-aset lainnya yang kini tengah dimaksimalkan. “Salah satunya kami juga tengah menyewakan lahan yang nantinya akan menjadi lapangan padel dengan standar internasional,” terangnya.
Saat ini, Roberto mengakui, penumpang LRT Jakarta saat ini masih di bawah kata ideal, dengan keterisian 9% atau 3.579 orang per harinya. Padahal dengan dua rangkaian kereta, jumlah penumpang yang terangkut pun bisa 270 orang sekali jalan. Sekalipun rendah, namun jumlah itu di atas target harian yang ditetapkan oleh Dishub DKI Jakarta.
Direktur Utama LRT Jakarta Roberto Akyuwen menjelaskan bila total pembangunan LRT Fase 1B mencapai Rp5 triliun yang digunakan untuk membayar konsultan, proyek, hingga lain-lain.
“Untuk nilainya sekitar Rp5 triliun. Tapi kalau ditanya kapan balik modalnya, sejatinya transportasi publik berfokus pada jasa pelayanan masyarakat,” kata Roberto, Rabu (26/11/2025).
Baca juga: Tarif LRT Manggarai-Velodrome Belum Diputuskan, Pramono Ungkap Alasannya
Selain mengandalkan dari tapping penumpang, Roberto berupaya menambah pemasukan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari menyewakan lahan hingga memasang iklan di setiap gerbong kereta. “Kita sedang terus dorong agar pemanfaatan aset-aset, antara lain lewat iklan, itu bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Karenanya, adanya perpanjangan rute ini, Roberto berharap animo masyarakat menggunakan mode transportasi yang sebelumnya hanya ke velodrome dari kelapa gading meningkat.
Baca juga: Bayar Tiket LRT Kini Makin Cepat Pakai QRIS Tap, Sudah Coba?
Artinya, peningkatan ini akan menambah pemasukan LRT dari iklan pada gerbong serta aset-aset lainnya yang kini tengah dimaksimalkan. “Salah satunya kami juga tengah menyewakan lahan yang nantinya akan menjadi lapangan padel dengan standar internasional,” terangnya.
Saat ini, Roberto mengakui, penumpang LRT Jakarta saat ini masih di bawah kata ideal, dengan keterisian 9% atau 3.579 orang per harinya. Padahal dengan dua rangkaian kereta, jumlah penumpang yang terangkut pun bisa 270 orang sekali jalan. Sekalipun rendah, namun jumlah itu di atas target harian yang ditetapkan oleh Dishub DKI Jakarta.
(cip)
Lihat Juga :