Kepala BKD DKI Sangkal Isu Jual Beli Jabatan di Pemprov Jakarta
Rabu, 26 November 2025 - 13:00 WIB
loading...
Balai Kota DKI Jakarta. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir menyangkal tudingan jual beli jabatan dan skandal di lingkungan Pemerintah Provinsi ( Pemprov ) DKI Jakarta. Chaidir menjadi sasaran hoaks di media sosial (medsos).
“Bohong itu semua, hoaks," tegas Chaidir menanggapi dua video yang tersebar di sejumlah platform sehingga memicu keresahan publik, Rabu (26/11/2025).
Chaidir pun menempuh jalur hukum dalam merespons hoaks yang menyasar dirinya tersebut. Dia mengaku telah melaporkannya kepada kepolisian.
Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Jakarta tebang 163 Pohon Rawan Tumbang
"Unggahan sudah diproses ke ranah hukum tuturnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto (SGY) menganalisis video yang disebut hoaks oleh Chaidir. Sugiyanto berpendapat, target hoaks itu diduga kuat hanya untuk merusak citra Chaidir jika melihat pola penyampaiannya.
Dia mengatakan, pihak-pihak penyebar informasi kerap menggunakan istilah dugaan untuk menghindari risiko pencemaran nama baik. “Memang ada dua opsi, melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian atau membiarkannya hingga isu tersebut hilang dengan sendirinya," tuturnya
Dirinya juga mengingatkan agar publik lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi yang belum terverifikasi di medsos.
“Bohong itu semua, hoaks," tegas Chaidir menanggapi dua video yang tersebar di sejumlah platform sehingga memicu keresahan publik, Rabu (26/11/2025).
Chaidir pun menempuh jalur hukum dalam merespons hoaks yang menyasar dirinya tersebut. Dia mengaku telah melaporkannya kepada kepolisian.
Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Jakarta tebang 163 Pohon Rawan Tumbang
"Unggahan sudah diproses ke ranah hukum tuturnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto (SGY) menganalisis video yang disebut hoaks oleh Chaidir. Sugiyanto berpendapat, target hoaks itu diduga kuat hanya untuk merusak citra Chaidir jika melihat pola penyampaiannya.
Dia mengatakan, pihak-pihak penyebar informasi kerap menggunakan istilah dugaan untuk menghindari risiko pencemaran nama baik. “Memang ada dua opsi, melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian atau membiarkannya hingga isu tersebut hilang dengan sendirinya," tuturnya
Dirinya juga mengingatkan agar publik lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi yang belum terverifikasi di medsos.
(rca)
Lihat Juga :