Program RSLH Renovasi 25 Rumah di Purbalingga dan Banjarnegara
Selasa, 25 November 2025 - 22:06 WIB
loading...
Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) memperluas jangkauan dengan menyasar Kabupaten Purbalingga. Program ini juga merenovasi dan membangun ulang 10 rumah serta 15 rumah tidak layak huni di Kabupaten Banjarnegara. Foto: Ist
A
A
A
PURBALINGGA - Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) memperluas jangkauan dengan menyasar Kabupaten Purbalingga. Program ini merenovasi dan membangun ulang 10 rumah serta 15 rumah tidak layak huni di Kabupaten Banjarnegara.
Total biaya renovasi dan pembangunan mencapai lebih dari Rp1,5 miliar untuk program di dua kabupaten tersebut. Langkah ini sebagai upaya mendukung program 3 juta rumah untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Warga Gowa Terima Bantuan Rumah Layak Huni dari AMCF
Program ini mempertegas komitmen Djarum dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada tahap ini, anggaran yang dialokasikan berkisar Rp60 juta untuk tipe dua kamar serta Rp70 juta untuk tipe tiga kamar.
Sebanyak 10 rumah di Kabupaten Purbalingga mencakup empat hunian di Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja dan enam di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Sementara di Kabupaten Banjarnegara 15 hunian penerima bantuan mencakup delapan rumah di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja dan tujuh rumah di Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara.
Salah satu penerima bantuan di Purbalingga, Sartiyah, warga Desa Tlahab Lor sangat bahagia usai rumahnya direnovasi. Sartiyah yang menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga menuturkan hunian yang dia tinggali sebelumnya terbilang kurang layak karena kerap bocor ketika hujan turun.
“Dulu rumah saya lantainya masih tanah, dindingnya kayu, atapnya bocor. Kalau pas hujan nggak bisa buat tidur. Anak kadang mengeluh kapan punya rumah bagus. Saya ngerasa kasihan. Tapi sekarang perasaannya senang rumah sudah bagus, kalau hujan nggak bocor lagi nggak kedinginan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Evi Lestari, warga Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara terharu karena tidak menyangka rumahnya direnovasi menjadi jauh lebih layak huni dari sebelumnya. Dia bersyukur karena kini bisa menempati hunian yang jauh lebih nyaman dan aman, dari yang sebelumnya hampir roboh.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyambut kehadiran PT Djarum di Kabupaten Purbalingga. Dia berharap para penerima bantuan dapat merasakan manfaat serta meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin merata.
“Alhamdulillah pada tahun ini kita mendapat keberkahan dengan menerima program RSLH di 10 rumah dan juga air bersih. Harapan kami, para penerima manfaat dapat merasakan kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat,” katanya.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menambahkan RSLH di Purbalingga dan Banjarnegara merupakan bagian dari rangkaian aktivitas perusahaan yang secara konsisten dilakukan sejak 2022 dan akan terus diperluas ke berbagai kabupaten di Jawa Tengah. Melalui program ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali.
Desain rumah RSLH dirancang dengan standar yang memadai untuk keluarga kecil, mulai dari dua hingga tiga kamar, ruang serbaguna, dapur, serta fasilitas sanitasi yang lebih baik.
Pembangunan rumah dilakukan melalui pendekatan total intervensi, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan dan dapat langsung menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan layak.
Tidak hanya program RSLH, PT Djarum bersama PT Pralon membangun bak penampungan dan jaringan pipa HDPE sejauh 2,8 Km dari sumber air Banyu Bacin ke Dukuh Pete. Dukuh Pete merupakan satu-satunya dukuh di Desa Tlahab Lor, yang sampai dengan saat ini masyarakatnya masih kekurangan air bersih. Dengan bantuan ini, 43 rumah (177 jiwa) yang ada di Dukuh Pete memiliki air bersih yang mengalir ke rumah mereka.
Total biaya renovasi dan pembangunan mencapai lebih dari Rp1,5 miliar untuk program di dua kabupaten tersebut. Langkah ini sebagai upaya mendukung program 3 juta rumah untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Warga Gowa Terima Bantuan Rumah Layak Huni dari AMCF
Program ini mempertegas komitmen Djarum dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada tahap ini, anggaran yang dialokasikan berkisar Rp60 juta untuk tipe dua kamar serta Rp70 juta untuk tipe tiga kamar.
Sebanyak 10 rumah di Kabupaten Purbalingga mencakup empat hunian di Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja dan enam di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Sementara di Kabupaten Banjarnegara 15 hunian penerima bantuan mencakup delapan rumah di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja dan tujuh rumah di Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara.
Salah satu penerima bantuan di Purbalingga, Sartiyah, warga Desa Tlahab Lor sangat bahagia usai rumahnya direnovasi. Sartiyah yang menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga menuturkan hunian yang dia tinggali sebelumnya terbilang kurang layak karena kerap bocor ketika hujan turun.
“Dulu rumah saya lantainya masih tanah, dindingnya kayu, atapnya bocor. Kalau pas hujan nggak bisa buat tidur. Anak kadang mengeluh kapan punya rumah bagus. Saya ngerasa kasihan. Tapi sekarang perasaannya senang rumah sudah bagus, kalau hujan nggak bocor lagi nggak kedinginan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Evi Lestari, warga Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara terharu karena tidak menyangka rumahnya direnovasi menjadi jauh lebih layak huni dari sebelumnya. Dia bersyukur karena kini bisa menempati hunian yang jauh lebih nyaman dan aman, dari yang sebelumnya hampir roboh.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyambut kehadiran PT Djarum di Kabupaten Purbalingga. Dia berharap para penerima bantuan dapat merasakan manfaat serta meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin merata.
“Alhamdulillah pada tahun ini kita mendapat keberkahan dengan menerima program RSLH di 10 rumah dan juga air bersih. Harapan kami, para penerima manfaat dapat merasakan kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat,” katanya.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menambahkan RSLH di Purbalingga dan Banjarnegara merupakan bagian dari rangkaian aktivitas perusahaan yang secara konsisten dilakukan sejak 2022 dan akan terus diperluas ke berbagai kabupaten di Jawa Tengah. Melalui program ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali.
Desain rumah RSLH dirancang dengan standar yang memadai untuk keluarga kecil, mulai dari dua hingga tiga kamar, ruang serbaguna, dapur, serta fasilitas sanitasi yang lebih baik.
Pembangunan rumah dilakukan melalui pendekatan total intervensi, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan dan dapat langsung menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan layak.
Tidak hanya program RSLH, PT Djarum bersama PT Pralon membangun bak penampungan dan jaringan pipa HDPE sejauh 2,8 Km dari sumber air Banyu Bacin ke Dukuh Pete. Dukuh Pete merupakan satu-satunya dukuh di Desa Tlahab Lor, yang sampai dengan saat ini masyarakatnya masih kekurangan air bersih. Dengan bantuan ini, 43 rumah (177 jiwa) yang ada di Dukuh Pete memiliki air bersih yang mengalir ke rumah mereka.
(jon)
Lihat Juga :