UIN Malang: Ditjen Pesantren Upaya Pemerintah Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan
Selasa, 25 November 2025 - 09:17 WIB
loading...
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menilai pembentukan Ditjen Pesantren merupakan upaya memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren terus mendapat legitimasi publik dan akademis. Sebab pembentukan tersebut akan memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan Islam.
Hal itu terungkap dalam Gelaran Halaqah Penguatan Kelembagaan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Maliki Malang menegaskan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan tata kelola pesantren di Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penyelenggaraan Halaqah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) sebagai upaya memperkuat tata kelola pesantren yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Baca juga: Pembentukan Ditjen Pesantren Momentum untuk Menata Pendidikan Islam
Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nur Diana menyampaikan penguatan tata kelola pesantren menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas pendidikan Islam. “UIN Maliki Malang berkomitmen menjadi bagian dari transformasi pesantren agar semakin mandiri, adaptif, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan Islam,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Dia juga mengutip pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasruddin Umar pendirian Direktorat Jenderal Pesantren merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan pesantren yang selama berabad-abad telah menjadi pilar peradaban Islam di Indonesia.
Pembentukan Ditjen Pesantren merupakan masa depan ekosistem pesantren sebagai pusat keilmuan, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, dan penjaga peradaban Islam dan mendorong transformasi tata kelola pesantren di Indonesia.
Baca juga: Aksi Koboi LB Moerdani Selundupkan Ratusan Senjata untuk Bantu Afghanistan Lawan Uni Soviet
Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia dan Kerukunan Umat Beragama Andi Salman Manggalatung, menegaskan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan langkah strategis negara dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar peradaban Islam Indonesia.
Andi Salman menyatakan pesantren telah menjadi basis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat selama berabad-abad, sehingga diperlukan tata kelola yang lebih terstruktur, modern, dan responsif terhadap dinamika zaman.
“Pembentukan Ditjen Pesantren bukan sekadar perubahan struktur birokrasi, tetapi tonggak penting yang mengakui peran historis dan masa depan pesantren. Negara ingin hadir lebih kuat untuk memastikan pesantren semakin mandiri, berkualitas, dan mampu beradaptasi dengan tantangan global tanpa kehilangan jati diri keilmuan Islam,” ucapnya.
Kegiatan ini dihadiri para pimpinan pesantren, ulama, akademisi, dan para pemangku kebijakan pendidikan Islam dari wilayah Malang dan berbagai daerah di Jawa Timur turut diundang. Keterlibatan mereka menjadi wujud nyata sinergi UIN Malang dengan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berkelanjutan.
Halaqah ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk membangun kolaborasi, memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren, serta merumuskan arah kebijakan bersama untuk mendorong kemandirian pesantren dalam menghadapi tantangan zaman.
Hadir sebagai narasumber Pimpinan PP Amanatul Ummah, Mojokerto Asep Saifuddin Chalim, Mudir Aly JATMAN Ali Masykur Musa, dan uru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang H.M. Zainuddin.
Hal itu terungkap dalam Gelaran Halaqah Penguatan Kelembagaan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Maliki Malang menegaskan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan tata kelola pesantren di Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penyelenggaraan Halaqah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) sebagai upaya memperkuat tata kelola pesantren yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Baca juga: Pembentukan Ditjen Pesantren Momentum untuk Menata Pendidikan Islam
Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nur Diana menyampaikan penguatan tata kelola pesantren menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas pendidikan Islam. “UIN Maliki Malang berkomitmen menjadi bagian dari transformasi pesantren agar semakin mandiri, adaptif, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan Islam,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Dia juga mengutip pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasruddin Umar pendirian Direktorat Jenderal Pesantren merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan pesantren yang selama berabad-abad telah menjadi pilar peradaban Islam di Indonesia.
Pembentukan Ditjen Pesantren merupakan masa depan ekosistem pesantren sebagai pusat keilmuan, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, dan penjaga peradaban Islam dan mendorong transformasi tata kelola pesantren di Indonesia.
Baca juga: Aksi Koboi LB Moerdani Selundupkan Ratusan Senjata untuk Bantu Afghanistan Lawan Uni Soviet
Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia dan Kerukunan Umat Beragama Andi Salman Manggalatung, menegaskan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan langkah strategis negara dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar peradaban Islam Indonesia.
Andi Salman menyatakan pesantren telah menjadi basis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat selama berabad-abad, sehingga diperlukan tata kelola yang lebih terstruktur, modern, dan responsif terhadap dinamika zaman.
“Pembentukan Ditjen Pesantren bukan sekadar perubahan struktur birokrasi, tetapi tonggak penting yang mengakui peran historis dan masa depan pesantren. Negara ingin hadir lebih kuat untuk memastikan pesantren semakin mandiri, berkualitas, dan mampu beradaptasi dengan tantangan global tanpa kehilangan jati diri keilmuan Islam,” ucapnya.
Kegiatan ini dihadiri para pimpinan pesantren, ulama, akademisi, dan para pemangku kebijakan pendidikan Islam dari wilayah Malang dan berbagai daerah di Jawa Timur turut diundang. Keterlibatan mereka menjadi wujud nyata sinergi UIN Malang dengan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berkelanjutan.
Halaqah ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk membangun kolaborasi, memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren, serta merumuskan arah kebijakan bersama untuk mendorong kemandirian pesantren dalam menghadapi tantangan zaman.
Hadir sebagai narasumber Pimpinan PP Amanatul Ummah, Mojokerto Asep Saifuddin Chalim, Mudir Aly JATMAN Ali Masykur Musa, dan uru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang H.M. Zainuddin.
(cip)
Lihat Juga :