Kolaborasi Pendidikan dan Industri Kunci Tingkatkan Mutu Siswa SMK
Senin, 24 November 2025 - 18:31 WIB
loading...
Kunjungan Industri SMKN 1 Jakarta dan SMK Tarsisius Semarang ke Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang, Banten. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam bersaing masuk ke dunia kerja. Untuk itu, kompetensi siswa dan kurikulum unggulan SMK perlu diperkuat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia menurut jenjang pendidikan berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kontribusi mencapai 9,01%.
Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pesatnya perkembangan teknologi di dunia kerja yang tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendidikan di banyak sekolah.
Melihat hal ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyelenggarakan program kunjungan industri secara intensif selama 2025 untuk memperkuat kurikulum unggulan SMK yang telah lebih dulu dijalankan sejak beberapa tahun ke belakang.
Baca juga: 5 Jurusan di SMK yang Buka Peluang Keliling Dunia, Gaji Tinggi dan Karier Internasional
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menyatakan kunjungan industri menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mendapatkan pengetahuan baru di sektor infrastruktur telekomunikasi.
“Program ini merupakan salah satu bagian dari kurikulum unggulan yang kami jalankan untuk membantu lulusan SMK meningkatkan peluang yang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Dia menyebut pelatihan dan sertifikasi yang diberikan perusahaan merupakan bentuk pengakuan kompetensi yang nyata. “Mereka dilatih oleh tenaga-tenaga ahli baik dari internal maupun luar perusahaan,” imbuhnya.
Baca juga: Program PKK dan PKW Sasar Anak Putus Sekolah SMK di 33 Provinsi
Hal ini disampaikan bertepatan dengan Kunjungan Industri SMKN 1 Jakarta dan SMK Tarsisius Semarang ke Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang, Banten pada 13 dan 14 November 2025.
Dia menjelaskan, TBIG membuka pintu seluas-luasnya bagi SMK untuk berkunjung dan menimba ilmu di TBIG. “Kami terbuka dan siap berbagi pengetahuan untuk guru guru SMK dan anak-anak muda lulusan SMK di Indonesia,”tegasnya.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 11 Maret Jakarta, Taman Sastra Dikarna menyampaikan apresiasinya kepada TBIG atas kesempatan yang diberikan.
“Kegiatan ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui kunjungan ini, peserta didik mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan teknologi jaringan dan sistem telekomunikasi di industri. Hal ini sejalan dengan tujuan kami dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, etos kerja, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri,” ungkapnya saat menemani 120 siswanya dalam kunjungan industri ke Rumah Belajar TBIG.
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi, menegaskan pilar edukasi merupakan salah satu aspek utama dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) TBIG.
“Peningkatan kualitas lulusan SMK adalah salah satu kunci untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia di tengah percepatan transformasi digital. Sebagai perusahaan yang berada di jantung ekosistem telekomunikasi, TBIG melihat langsung bagaimana kebutuhan industri terus berkembang. Karena itu, melalui program CSR, kami tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memastikan siswa dan guru SMK memahami standar kompetensi yang benar-benar diterapkan di lapangan,” tegasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia menurut jenjang pendidikan berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kontribusi mencapai 9,01%.
Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pesatnya perkembangan teknologi di dunia kerja yang tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendidikan di banyak sekolah.
Melihat hal ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyelenggarakan program kunjungan industri secara intensif selama 2025 untuk memperkuat kurikulum unggulan SMK yang telah lebih dulu dijalankan sejak beberapa tahun ke belakang.
Baca juga: 5 Jurusan di SMK yang Buka Peluang Keliling Dunia, Gaji Tinggi dan Karier Internasional
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menyatakan kunjungan industri menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mendapatkan pengetahuan baru di sektor infrastruktur telekomunikasi.
“Program ini merupakan salah satu bagian dari kurikulum unggulan yang kami jalankan untuk membantu lulusan SMK meningkatkan peluang yang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Dia menyebut pelatihan dan sertifikasi yang diberikan perusahaan merupakan bentuk pengakuan kompetensi yang nyata. “Mereka dilatih oleh tenaga-tenaga ahli baik dari internal maupun luar perusahaan,” imbuhnya.
Baca juga: Program PKK dan PKW Sasar Anak Putus Sekolah SMK di 33 Provinsi
Hal ini disampaikan bertepatan dengan Kunjungan Industri SMKN 1 Jakarta dan SMK Tarsisius Semarang ke Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang, Banten pada 13 dan 14 November 2025.
Dia menjelaskan, TBIG membuka pintu seluas-luasnya bagi SMK untuk berkunjung dan menimba ilmu di TBIG. “Kami terbuka dan siap berbagi pengetahuan untuk guru guru SMK dan anak-anak muda lulusan SMK di Indonesia,”tegasnya.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 11 Maret Jakarta, Taman Sastra Dikarna menyampaikan apresiasinya kepada TBIG atas kesempatan yang diberikan.
“Kegiatan ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui kunjungan ini, peserta didik mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan teknologi jaringan dan sistem telekomunikasi di industri. Hal ini sejalan dengan tujuan kami dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, etos kerja, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri,” ungkapnya saat menemani 120 siswanya dalam kunjungan industri ke Rumah Belajar TBIG.
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi, menegaskan pilar edukasi merupakan salah satu aspek utama dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) TBIG.
“Peningkatan kualitas lulusan SMK adalah salah satu kunci untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia di tengah percepatan transformasi digital. Sebagai perusahaan yang berada di jantung ekosistem telekomunikasi, TBIG melihat langsung bagaimana kebutuhan industri terus berkembang. Karena itu, melalui program CSR, kami tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memastikan siswa dan guru SMK memahami standar kompetensi yang benar-benar diterapkan di lapangan,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :