Wamenag: Keluarga Sakinah Kunci Terwujudnya Ketahanan Bangsa
Senin, 24 November 2025 - 08:38 WIB
loading...
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menyebut keluarga sakinah kunci terwujudnya ketahanan bangsa. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat program ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Sebab keluarga adalah unit terkecil yang menentukan wajah masa depan Indonesia.
Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i, saat membuka Sakinah Family Run 5K di Pintu Barat GOR Saparua, Bandung, Minggu, 23 November 2025.
Kegiatan Sakinah Family Run 2025 yang melibatkan ribuan peserta ini diinisiasi sebagai respons strategis Kemenag terhadap dinamika keluarga di Jawa Barat. Berdasarkan data 2024, tantangan ketahanan keluarga di provinsi ini cukup tinggi dengan angka keretakan rumah tangga yang menyentuh hampir 90.000 kasus.
Baca juga: Khotbah Jumat: Membangun Keluarga Sakinah Berdasarkan Al-Qur’an
Romo Syafi’i mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai data tersebut bukan sekadar statistik, melainkan panggilan untuk mempererat kembali ikatan emosional di dalam rumah tangga.
“Tantangan yang kita hadapi di Jawa Barat, dengan angka keretakan rumah tangga yang cukup tinggi, harus menjadi perhatian bersama. Ini adalah potensi kerugian sosial yang harus kita mitigasi,” ujarnya.
Wamenag menekankan keluarga adalah unit terkecil yang menentukan wajah masa depan Indonesia. “Ketahanan satu bangsa diawali dari ketahanan keluarga. Jika keluarga baik, harmonis, dan kokoh, maka kehidupan nasional kita juga akan kuat. Maka, mari jadikan momen ini untuk merawat kebersamaan,” tegas Wamenag di hadapan ribuan peserta.
Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i, saat membuka Sakinah Family Run 5K di Pintu Barat GOR Saparua, Bandung, Minggu, 23 November 2025.
Kegiatan Sakinah Family Run 2025 yang melibatkan ribuan peserta ini diinisiasi sebagai respons strategis Kemenag terhadap dinamika keluarga di Jawa Barat. Berdasarkan data 2024, tantangan ketahanan keluarga di provinsi ini cukup tinggi dengan angka keretakan rumah tangga yang menyentuh hampir 90.000 kasus.
Baca juga: Khotbah Jumat: Membangun Keluarga Sakinah Berdasarkan Al-Qur’an
Romo Syafi’i mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai data tersebut bukan sekadar statistik, melainkan panggilan untuk mempererat kembali ikatan emosional di dalam rumah tangga.
“Tantangan yang kita hadapi di Jawa Barat, dengan angka keretakan rumah tangga yang cukup tinggi, harus menjadi perhatian bersama. Ini adalah potensi kerugian sosial yang harus kita mitigasi,” ujarnya.
Wamenag menekankan keluarga adalah unit terkecil yang menentukan wajah masa depan Indonesia. “Ketahanan satu bangsa diawali dari ketahanan keluarga. Jika keluarga baik, harmonis, dan kokoh, maka kehidupan nasional kita juga akan kuat. Maka, mari jadikan momen ini untuk merawat kebersamaan,” tegas Wamenag di hadapan ribuan peserta.
Lihat Juga :