Penanaman Pohon Gamal ke-20 Juta di Pohuwato, Ribuan Orang Rayakan Reforestasi Berkelanjutan
Minggu, 23 November 2025 - 23:01 WIB
loading...
Ribuan karyawan dan keluarganya mengikuti family gathering BJA Group di Lapangan Proklamasi Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (22/11/2025). FOTO/IST
A
A
A
GORONTALO - Lebih dari 3.000 karyawan dan keluarganya mengikuti family gathering yang digelar oleh produsen wood pellet, Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group di Lapangan Proklamasi Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (22/11/2025). Mereka merayakan pencapaian penting yakni penanaman pohon gamal ke-20 juta yang menjadi tonggak kontribusi dalam pengembangan energi terbarukan yang lestari dan bebas dari deforestasi.
Selain manajemen BJA Group, turut hadir Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga beserta jajarannya, Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato Rizal Pasuma dan Yuliani Rumampuk, serta sejumlah tokoh masyarakat. Acara yang dimeriahkan berbagai hiburan, lomba, dan pembagian door prize ini juga melibatkan lebih dari 78 pelaku UMKM yang biasa berjualan di sepanjang jalan Trans Sulawesi di wilayah Popayato.
Perwakilan karyawan BJA Group, Bobi Dalantang, mengatakan, kehadiran perusahaan produsen wood pellet di Popayato memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah mendapatkan kesempatan bekerja di kampung halaman tanpa harus pergi merantau dengan penghasilan yang lebih baik untuk
membangun perekonomian keluarga.
"Kami bersyukur karena boleh memiliki penghasilan yang lebih baik dan lebih jelas untuk membangun perekonomian keluarga kami," kata Bobi.
Karyawan lain, Rahmatia Mutalib menambahkan, sebagai lulusan SMA, ia merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bekerja. Ia tidak bisa membayangkan jika perusahaan ini tutup karena isu yang tidak benar. "Mewakili para karyawan, saya mohon bantuan. Tanpa dukungan bapak dan ibu, suara saya tidak akan mengubah apa pun," katanya di hadapan bupati dan tamu undangan lain.
Sejak beroperasi di Gorontalo, BJA Group banyak menyerap tenaga kerja, khususnya dari Provinsi Gorontalo. Per September 2025, jumlah tenaga kerja ditambah dengan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) sebanyak 1.501 orang. Dari jumlah tersebut, 84,5% tenaga kerja BJA Group merupakan putra-putri Gorontalo. Hanya 15,5% yang berasal dari luar Gorontalo.
Direktur BJA Group, Zunaidi, menegaskan bahwa industri biomassa yang mereka bangun tak hanya legal, tetapi juga berorientasi penuh pada keberlanjutan. "Kami tidak melakukan deforestasi. Kami melakukan reforestasi. Apa yang kami tanam hari ini adalah untuk menghijaukan masa depan," ujarnya.
Penanaman 20 juta pohon gamal di lahan sekitar 4.000 hektare bahkan melampaui target penanaman pohon Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk periode RPJMD 2025–2029, yang hanya menargetkan 1 juta pohon. BJA Group juga mencatatkan kontribusi ekonomi nasional, dengan ekspor wood pellet mencapai 530.461 ton senilai USD74,17 juta hingga November 2025.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BJA Group. Ia menyebut pencapaian penanaman 20 juta pohon BJA telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pohuwato 2025-2029 yang menargetkan 1 juta pohon.
Bupati Saipul juga secara eksplisit mengaitkan investasi BJA dengan perbaikan ekonomi daerah. "Angka kemiskinan Kabupaten Pohuwato pada 2024 bertengger di angka 17,11%. Alhamdulillah, pada tahun ini angka kemiskinan sudah turun dua digit menjadi 15,25%. Ini berkat iklim investasi yang begitu baik, tumbuh, dan berkembang di daerah kita, di mana BJA Group menjadi bagian di dalamnya," ungkap Bupati.
Selain manajemen BJA Group, turut hadir Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga beserta jajarannya, Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato Rizal Pasuma dan Yuliani Rumampuk, serta sejumlah tokoh masyarakat. Acara yang dimeriahkan berbagai hiburan, lomba, dan pembagian door prize ini juga melibatkan lebih dari 78 pelaku UMKM yang biasa berjualan di sepanjang jalan Trans Sulawesi di wilayah Popayato.
Perwakilan karyawan BJA Group, Bobi Dalantang, mengatakan, kehadiran perusahaan produsen wood pellet di Popayato memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah mendapatkan kesempatan bekerja di kampung halaman tanpa harus pergi merantau dengan penghasilan yang lebih baik untuk
membangun perekonomian keluarga.
"Kami bersyukur karena boleh memiliki penghasilan yang lebih baik dan lebih jelas untuk membangun perekonomian keluarga kami," kata Bobi.
Karyawan lain, Rahmatia Mutalib menambahkan, sebagai lulusan SMA, ia merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bekerja. Ia tidak bisa membayangkan jika perusahaan ini tutup karena isu yang tidak benar. "Mewakili para karyawan, saya mohon bantuan. Tanpa dukungan bapak dan ibu, suara saya tidak akan mengubah apa pun," katanya di hadapan bupati dan tamu undangan lain.
Sejak beroperasi di Gorontalo, BJA Group banyak menyerap tenaga kerja, khususnya dari Provinsi Gorontalo. Per September 2025, jumlah tenaga kerja ditambah dengan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) sebanyak 1.501 orang. Dari jumlah tersebut, 84,5% tenaga kerja BJA Group merupakan putra-putri Gorontalo. Hanya 15,5% yang berasal dari luar Gorontalo.
Direktur BJA Group, Zunaidi, menegaskan bahwa industri biomassa yang mereka bangun tak hanya legal, tetapi juga berorientasi penuh pada keberlanjutan. "Kami tidak melakukan deforestasi. Kami melakukan reforestasi. Apa yang kami tanam hari ini adalah untuk menghijaukan masa depan," ujarnya.
Penanaman 20 juta pohon gamal di lahan sekitar 4.000 hektare bahkan melampaui target penanaman pohon Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk periode RPJMD 2025–2029, yang hanya menargetkan 1 juta pohon. BJA Group juga mencatatkan kontribusi ekonomi nasional, dengan ekspor wood pellet mencapai 530.461 ton senilai USD74,17 juta hingga November 2025.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BJA Group. Ia menyebut pencapaian penanaman 20 juta pohon BJA telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pohuwato 2025-2029 yang menargetkan 1 juta pohon.
Bupati Saipul juga secara eksplisit mengaitkan investasi BJA dengan perbaikan ekonomi daerah. "Angka kemiskinan Kabupaten Pohuwato pada 2024 bertengger di angka 17,11%. Alhamdulillah, pada tahun ini angka kemiskinan sudah turun dua digit menjadi 15,25%. Ini berkat iklim investasi yang begitu baik, tumbuh, dan berkembang di daerah kita, di mana BJA Group menjadi bagian di dalamnya," ungkap Bupati.
(abd)
Lihat Juga :