Sukabumi Dongkrak Agroindustri dan Pertanian demi Wujudkan Swasembada Pangan
Minggu, 23 November 2025 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Selain potensi alam, kekuatan lain terletak pada tingginya partisipasi petani. Hingga saat ini, Sukabumi memiliki lebih dari 4.000 kelompok tani aktif yang menjadi ujung tombak pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Kolaborasi antarlembaga baik pemerintah pusat maupun daerah telah menunjukkan hasil signifikan. Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah peningkatan produksi padi Kabupaten Sukabumi. “Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan peningkatan produksi padi terbesar nomor satu di Jawa Barat,” ucapnya.
Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh wilayah pertanian harus dioptimalkan sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan membentuk Brigade Pangan.
“Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali.
Menurut dia, berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83% dan ekspor pertanian melonjak 42,19%.
Kolaborasi antarlembaga baik pemerintah pusat maupun daerah telah menunjukkan hasil signifikan. Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah peningkatan produksi padi Kabupaten Sukabumi. “Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan peningkatan produksi padi terbesar nomor satu di Jawa Barat,” ucapnya.
Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh wilayah pertanian harus dioptimalkan sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan membentuk Brigade Pangan.
“Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali.
Menurut dia, berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83% dan ekspor pertanian melonjak 42,19%.
Lihat Juga :