Stasiun Cikarang Jadi Hotel Darurat Pejuang Rupiah, Berharap KRL Beroperasi 24 Jam
Minggu, 23 November 2025 - 08:18 WIB
loading...
Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat jadi Hotel Darurat. Foto/SindoNews TV
A
A
A
JAKARTA - Tidak ada bantal empuk apalagi selimut hangat di “Hotel Darurat” Stasiun Cikarang , Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seluruh tamunya bebas tidur di dalam stasiun hingga ke sekitar taman.
Pemandangan penumpang KRL yang menginap di Stasiun Cikarang ini karena mereka tak ingin tertinggal keberangkatan kereta pertama atau terlewat keberangkatan KRL terakhir.
Bagi pejuang rupiah yang hendak menuju Jakarta dan sekitarnya, mereka harus mengejar kereta pertama pada jam 04.00 WIB agar tidak terlambat. Namun berbeda bagi pekerja lembur, mereka tak bisa lagi menaiki kereta pemberangkatan terakhir.
Baca juga: Kronologi Ratusan Ribu Ekstasi Ditemukan dalam Mobil yang Kecelakaan di Tol Trans Sumatera
Sedangkan untuk menggunakan moda transportasi lain, tentu saja harus merogoh kantong lebih dalam. Dalam keterbatasan di malam yang semakin larut, para pekerja ini tidak punya pilihan.
Kursi-kursi di ruang tunggu, lantai Stasiun Cikarang yang dingin pada akhirnya jadi persinggahan sementara. Semua dilakukan demi bertahan hidup dan juga dapur bisa tetap ngebul.
Fenomena ini bahkan mendapat perhatian dari Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Menhub berjanji akan mempertimbangkan kereta KRL Jabodetabek bisa beroperasi selama 24 jam sebagai solusinya.
Seiring berjalannya waktu, jumlah penumpang Stasiun Cikarang juga turut meningkat. Dari total 5,07 juta penumpang pada tahun kemarin naik menjadi 5,25 juta penumpang di 2025.
Namun kenaikan jumlah penumpang ini ternyata tidak diiringi dengan penambahan rangkaian kereta serta jumlah keberangkatan.
Pemandangan penumpang KRL yang menginap di Stasiun Cikarang ini karena mereka tak ingin tertinggal keberangkatan kereta pertama atau terlewat keberangkatan KRL terakhir.
Bagi pejuang rupiah yang hendak menuju Jakarta dan sekitarnya, mereka harus mengejar kereta pertama pada jam 04.00 WIB agar tidak terlambat. Namun berbeda bagi pekerja lembur, mereka tak bisa lagi menaiki kereta pemberangkatan terakhir.

Baca juga: Kronologi Ratusan Ribu Ekstasi Ditemukan dalam Mobil yang Kecelakaan di Tol Trans Sumatera
Sedangkan untuk menggunakan moda transportasi lain, tentu saja harus merogoh kantong lebih dalam. Dalam keterbatasan di malam yang semakin larut, para pekerja ini tidak punya pilihan.
Kursi-kursi di ruang tunggu, lantai Stasiun Cikarang yang dingin pada akhirnya jadi persinggahan sementara. Semua dilakukan demi bertahan hidup dan juga dapur bisa tetap ngebul.
Fenomena ini bahkan mendapat perhatian dari Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Menhub berjanji akan mempertimbangkan kereta KRL Jabodetabek bisa beroperasi selama 24 jam sebagai solusinya.
Seiring berjalannya waktu, jumlah penumpang Stasiun Cikarang juga turut meningkat. Dari total 5,07 juta penumpang pada tahun kemarin naik menjadi 5,25 juta penumpang di 2025.
Namun kenaikan jumlah penumpang ini ternyata tidak diiringi dengan penambahan rangkaian kereta serta jumlah keberangkatan.
(rca)
Lihat Juga :