Freeport Apresiasi 3 Anak Muda Papua dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

Sabtu, 22 November 2025 - 20:46 WIB
loading...
Freeport Apresiasi 3...
Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma mengapresiasi tiga anak muda Papua meraih gelar dokter. Foto/istimewa
A A A
PAPUA - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengapresiasi tiga anak muda Papua berhasil meraih gelar dokter. Mereka adalah dr. Thalia Thomas Karupukaro sebagai dokter perempuan pertama dari suku Kamoro; dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme; dan dr. Sephia Jangkup dokter perempuan pertama dari suku Amungme.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma menegaskan, terus mendukung pendidikan anak-anak Papua melalui beasiswa yang dikelola oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Tahun ini, tiga generasi muda Papua asal suku Amungme dan Kamoro penerima beasiswa PTFI telah resmi menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di universitas pilihan mereka.

Baca juga: Freeport Indonesia Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Keluarga OAP

“Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini. Mereka membuktikan kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, sikap yang adaptif, serta kegigihan dalam belajar telah mengantarkan mereka meraih cita-cita. Freeport Indonesia melalui program beasiswa turut bangga dapat menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua terus berprestasi di tingkat nasional dan global,” katanya di Timika, Sabtu (22/11/2025).


Claus mengatakan program beasiswa PTFI yang dikelola melalui YPMAK ini merupakan realisasi komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan untuk anak-anak Papua. Kolaborasi PTFI dan YPMAK bersama pemerintah akan terus mendorong pengembangan pendidikan bagi anakanak Papua dalam menggapai cita-cita mereka.

Program beasiswa YPMAK telah berlangsung sejak 1996. Hampir 30 tahun lamanya beasiswa ini berjalan dengan dukungan penuh dari PTFI sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kontribusi investasi sosial PTFI yang utama adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur dengan prioritas pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia Papua.

Baca juga: Resmikan Pabrik Emas Freeport, Prabowo Ceritakan Makna Angka 08 dalam Hidupnya

“Penerima manfaat kontribusi adalah masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro, yakni masyarakat asli yang tinggal di sekitar wilayah operasional PTFI, serta lima suku kekerabatan lainnya,” katanya.

Freeport Apresiasi 3 Anak Muda Papua dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

dr. Sephia Chrisilla Jangkup

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka menyampaikan ketiga dokter tersebut telah menunjukkan pencapaian yang luar biasa. “Kami akan siapkan sumber daya manusia yang kuat melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk menghasilkan masyarakat yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya mereka bisa menciptakan sesuatu yang bisa membantu masyarakatnya sendiri,” kata Leo.

Thalia mendapatkan beasiswa sejak 2013 ketika masih duduk di bangku SMP di Tomohon, Sulawesi Utara, hingga ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Atma Jaya. Selama 12 tahun menjadi peserta beasiswa, Thalia mengalami berbagai perjalanan emosional, akademik, dan spiritual yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh.

Ada dua momen yang paling membanggakan dalam perjalanan beasiswanya. Pertama, ketika ia terpilih sebagai salah satu wakil Sulawesi Utara untuk mengikuti lomba nasional bidang geosains hingga ke Padang. “Saya bangga karena salah satu anak Papua bisa mewakili bidang geologi di tingkat nasional,” kata Thalia.

Freeport Apresiasi 3 Anak Muda Papua dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

dr. Christanto Beanal

Momen kedua yang sangat berarti terjadi ketika ia sudah menjadi mahasiswa kedokteran, yaitu saat seorang pasien kembali khusus untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. “Sesederhana itu, tetapi sangat membanggakan. Saya merasa benar-benar bermanfaat,” katanya.

Thalia, dokter yang baru saja menyelesaikan studinya 4 November 2025 ini mengaku keinginannya untuk menjadi dokter begitu kuat karena sebagian masyarakat masih sulit mengakses layanan kesehatan. Dengan adanya beasiswa PTFI, jalannya menuju cita-cita menjadi terbuka.

”Beasiswa yang saya dapatkan ini sangat berpengaruh dan bisa menjadi pintu bagi semua generasi muda Papua untuk meraih mimpi yang lebih besar. Saya memilih menjadi dokter karena saya adalah anak yang tahu persis bagaimana susahnya layanan akses kesehatan di Papua. Saya ingin menjadi solusi dari masalah ini,” kata Thalia.

Dua dokter lainnya yang juga penerima manfaat beasiswa Freeport melalui YPMAK yakni dr. Christanto Beanal menyelesaikan studi kedokteran di Unika Atmajaya. Ia kini tengah menempuh pendidikan S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten.

Christanto merupakan penerima beasiswa YPMAK sejak kuliah S1 Kedokteran hingga melanjutkan pendidikannya di jenjang S2. Ia menekankan bahwa dukungan beasiswa yang diterimanya tidak hanya berbentuk finansial, tetapi juga dukungan moral, emosional, dan psikologis.

“YPMAK menyediakan support system yang sangat berarti. Kami bisa berkonsultasi dengan kakak-kakak pembina, bukan hanya soal administrasi, tetapi juga untuk dukungan psikis dan emosional,” katanya.

Menurut Christanto, salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan kedokteran bukan hanya materi akademik, tetapi juga kebutuhan akan support system yang kuat. “Struggling di pendidikan kedokteran itu bukan cuma soal belajar, tapi tentang punya teman-teman sebaya yang mengerti perjuangannya. Kami saling mendukung, saling menguatkan,” ujarnya.

Selain itu, dr. Sephia Jangkup yang lulus pada awal tahun 2025 dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta. Sephia menerima beasiswa PTFI melalui YPMAK sejak masih duduk di bangku SMP hingga berhasil meraih gelar dokter. Kini Sephia menjalani program internship di RSUD Mimika, ia mengaku bangga sekaligus terharu karena dapat membuktikan sesuatu yang penting bagi dirinya dan masyarakatnya.

“Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak-anak dari Timika, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, bisa menjadi dokter,” katanya. Kebanggaan itu bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi berikutnya di kampung halaman.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Teken MoU, Budi Luhur...
Teken MoU, Budi Luhur University Perluas Kerja Sama Akademik Internasional
Kukuhkan 6 Profesor,...
Kukuhkan 6 Profesor, Ketua Majelis Wali Amanat USK Tekankan Integritas Akademik
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Sudirman Said Ajak Kembalikan...
Sudirman Said Ajak Kembalikan Kampus sebagai Jantung Perubahan
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Rekomendasi
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved