Longsor Banjarnegara, 12 Korban Tewas Ditemukan, 18 Warga Masih Hilang
Sabtu, 22 November 2025 - 12:12 WIB
loading...
Petugas melakukan pencarian korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (22/11/2025). Foto/Ist
A
A
A
BANJARNEGARA - Dua korban tewas akibat bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kembali ditemukan. Dengan temuan ini maka total ada 12 korban meninggal dunia yang sudah dievakuasi.
"Menjelang berakhirnya operasi SAR hari Jumat (21/11), dua jenazah ditemukan dalam rentang waktu sekitar pukul 16.30 WIB dan 17.00 WIB. Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 12 orang, termasuk dua korban yang ditemukan dalam bentuk potongan tubuh (body part)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Update Longsor Banjarnegara: 10 Orang Meninggal Dunia, 18 Masih dalam Pencarian
Menurutnya, 18 warga masih dinyatakan hilang. Jumlah ini ditetapkan setelah dua temuan sebelumnya yang berupa body part harus melalui proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Dia menerangkan, proses pencarian korban terus dilakukan, termasuk kemarin saat di tengah cuaca tidak bersahabat, para petugas harus menyesuaikan misinya. Air hujan yang menggenang dikhawatirkan menambah beban tanah dan memicu longsor susulan.
Medan yang basah, tanah yang labil, serta jarak pandang yang kerap terganggu tidak menyurutkan langkah tim SAR gabungan. Mereka tetap teguh menyisir tiga sektor pencarian yang dipetakan sejak awal; sektor A di bagian atas, sektor B di area tengah, dan sektor C di sisi terbawah, sebagai wilayah yang menerima luncuran material paling besar.
"BNPB bersama pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait bergerak menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara). Sebanyak 50 unit akan mulai didirikan. Jumlahnya sewaktu-waktu dapat bertambah sesuai kebutuhan para penyintas," katanya.
Baca juga: Update Longsor Banjarnegara: 3 Orang Meninggal, 25 Lainnya Hilang, dan 934 Jiwa Mengungsi
Pekerjaan awal akan dimulai hari ini, Sabtu (22/11/2025), melalui penyediaan material dan pembukaan lahan. Dua hari setelahnya, pada Senin (24/11/2025), proses konstruksi secara resmi dijadwalkan dimulai.
Pemerintah daerah juga telah melakukan pendataan warga terdampak dan mereka yang tinggal di zona rawan. Mereka inilah yang nantinya diprioritaskan untuk menempati huntara. Setelah seluruh huntara selesai dan digunakan, BNPB berencana melanjutkan pembangunan hunian tetap di lokasi yang tidak jauh dari kawasan tersebut.
"Menjelang berakhirnya operasi SAR hari Jumat (21/11), dua jenazah ditemukan dalam rentang waktu sekitar pukul 16.30 WIB dan 17.00 WIB. Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 12 orang, termasuk dua korban yang ditemukan dalam bentuk potongan tubuh (body part)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Update Longsor Banjarnegara: 10 Orang Meninggal Dunia, 18 Masih dalam Pencarian
Menurutnya, 18 warga masih dinyatakan hilang. Jumlah ini ditetapkan setelah dua temuan sebelumnya yang berupa body part harus melalui proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Dia menerangkan, proses pencarian korban terus dilakukan, termasuk kemarin saat di tengah cuaca tidak bersahabat, para petugas harus menyesuaikan misinya. Air hujan yang menggenang dikhawatirkan menambah beban tanah dan memicu longsor susulan.
Medan yang basah, tanah yang labil, serta jarak pandang yang kerap terganggu tidak menyurutkan langkah tim SAR gabungan. Mereka tetap teguh menyisir tiga sektor pencarian yang dipetakan sejak awal; sektor A di bagian atas, sektor B di area tengah, dan sektor C di sisi terbawah, sebagai wilayah yang menerima luncuran material paling besar.
"BNPB bersama pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait bergerak menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara). Sebanyak 50 unit akan mulai didirikan. Jumlahnya sewaktu-waktu dapat bertambah sesuai kebutuhan para penyintas," katanya.
Baca juga: Update Longsor Banjarnegara: 3 Orang Meninggal, 25 Lainnya Hilang, dan 934 Jiwa Mengungsi
Pekerjaan awal akan dimulai hari ini, Sabtu (22/11/2025), melalui penyediaan material dan pembukaan lahan. Dua hari setelahnya, pada Senin (24/11/2025), proses konstruksi secara resmi dijadwalkan dimulai.
Pemerintah daerah juga telah melakukan pendataan warga terdampak dan mereka yang tinggal di zona rawan. Mereka inilah yang nantinya diprioritaskan untuk menempati huntara. Setelah seluruh huntara selesai dan digunakan, BNPB berencana melanjutkan pembangunan hunian tetap di lokasi yang tidak jauh dari kawasan tersebut.
(shf)
Lihat Juga :