Mapekka dan Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas di SMAN 6 Depok
Jum'at, 21 November 2025 - 18:20 WIB
loading...
Mapekka menggelar Sosialisasi Keselamatan Berkendara di Aula SMAN 6 Kota Depok, Kamis (20/11/2025) yang diikuti ratusan pelajar. Foto: Ist
A
A
A
DEPOK - Upaya menekan tingginya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar kembali dilakukan Yayasan Masyarakat Peduli Keselamatan dan Korban Kecelakaan Transportasi (Mapekka). Mapekka menggelar Sosialisasi Keselamatan Berkendara di Aula SMAN 6 Kota Depok, Kamis (20/11/2025) yang diikuti ratusan pelajar.
Pembukaan dilakukan Wakil Kepala SMAN 6 Depok Setyowati mewakili Kepala Sekolah Usep. Dalam sambutannya, dia menekankan risiko kecelakaan di kalangan pelajar terus meningkat seiring maraknya kebiasaan berkendara tanpa SIM dan tanpa kelengkapan keselamatan.
Baca juga: Kecelakaan di Margonda Depok, 7 Orang Luka-luka
Wakil Kepala SMAN 6 Kota Depok Sri Irlandarini menjelaskan, sekolahnya sepakat dengan data yang diungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dan juga banyak memakan korban adalah kecelakaan motor.
"Kami juga punya pengalaman ada siswa kami yang meninggal kareka kecelakaan motor. Karena itu, keselamatan berkendara dan taat aturan harus dijalankan siswa kami. Instruksi Gubernur Jabar kami ikuti dan tegaskan ke siswa, mereka yang bawa motor harus punya SIM," ujarnya.
Sekolah tidak hanya bertugas mendidik di ruang kelas, tetapi juga memastikan siswa memahami bahaya di jalan. “Keselamatan adalah budaya yang harus dibentuk. Tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja,” katanya.
Pembukaan dilakukan Wakil Kepala SMAN 6 Depok Setyowati mewakili Kepala Sekolah Usep. Dalam sambutannya, dia menekankan risiko kecelakaan di kalangan pelajar terus meningkat seiring maraknya kebiasaan berkendara tanpa SIM dan tanpa kelengkapan keselamatan.
Baca juga: Kecelakaan di Margonda Depok, 7 Orang Luka-luka
Wakil Kepala SMAN 6 Kota Depok Sri Irlandarini menjelaskan, sekolahnya sepakat dengan data yang diungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dan juga banyak memakan korban adalah kecelakaan motor.
"Kami juga punya pengalaman ada siswa kami yang meninggal kareka kecelakaan motor. Karena itu, keselamatan berkendara dan taat aturan harus dijalankan siswa kami. Instruksi Gubernur Jabar kami ikuti dan tegaskan ke siswa, mereka yang bawa motor harus punya SIM," ujarnya.
Sekolah tidak hanya bertugas mendidik di ruang kelas, tetapi juga memastikan siswa memahami bahaya di jalan. “Keselamatan adalah budaya yang harus dibentuk. Tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja,” katanya.
Lihat Juga :