Puluhan Peserta Ramaikan Workshop YIS dan GAN di Bogor, Buka Lapangan Kerja
Kamis, 20 November 2025 - 21:28 WIB
loading...
Sebanyak 50 peserta dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti Workshop Pembuatan Olahan Edamame di Lembah Batu, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025). Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Sebanyak 50 peserta dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti Workshop Pembuatan Olahan Edamame di Lembah Batu, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025). Kegiatan yang digelar Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Gebrakan Anak Negri (GAN) ini bertujuan membuka lapangan kerja baru dengan memanfaatkan komoditas lokal.
Peserta workshop berasal dari ibu-ibu PKK Desa Pamijahan, Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Bogor Barat, Bumdes Sinar Berkah Dramaga, serta pelaku UMKM di wilayah Bogor Barat.
Baca juga: Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ditopang Industrialisasi
Founder YIS Sandiaga Uno mengatakan, yayasan yang dibangun untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang baik dalam hal pekerjaan, kontribusi, maupun pendidikan. Fokus utama YIS adalah pemberdayaan anak muda, kelompok difabel, dan perempuan.
"Melalui program ini, YIS berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga mengangkat potensi daerah melalui pemanfaatan komoditas lokal," ujar Sandiaga, Kamis (20/11/2025).
Kabupaten Bogor memiliki hasil panen edamame yang melimpah. Komoditas ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti camilan zunda mochi dan minuman kesehatan edavibe.
Sandiaga menekankan filosofi yang diusung YIS dalam membangun usaha. Bagi YIS berusaha bukanlah semata-mata kompetisi melainkan tentang kolaborasi dan silaturahmi. "Kami percaya prinsipnya adalah saling mendoakan, saling menguatkan, dan tumbuh bersama," katanya.
Selain pelatihan pembuatan produk, para peserta juga dibekali dengan pelatihan pemasaran digital mulai dari nol. Metode yang diajarkan dirancang sederhana dan praktis sekaligus melatih keberanian peserta untuk mempromosikan produk mereka secara langsung.
Pendapat senada disampaikan Ketua Umum GAN Evie Sofia. Menurut dia, kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar mandiri secara ekonomi dan memiliki kesetaraan dalam berperan aktif di masyarakat.
"Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan komoditas lokal yang selama ini mungkin belum tergarap secara optimal," kata Evie.
Dia berharap melalui workshop ini dapat muncul lebih banyak perempuan kreatif dan produktif yang mampu mengembangkan potensi daerahnya. Hal ini dapat menghapus stigma bahwa peran perempuan hanya terbatas di rumah.
Peserta workshop berasal dari ibu-ibu PKK Desa Pamijahan, Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Bogor Barat, Bumdes Sinar Berkah Dramaga, serta pelaku UMKM di wilayah Bogor Barat.
Baca juga: Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ditopang Industrialisasi
Founder YIS Sandiaga Uno mengatakan, yayasan yang dibangun untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang baik dalam hal pekerjaan, kontribusi, maupun pendidikan. Fokus utama YIS adalah pemberdayaan anak muda, kelompok difabel, dan perempuan.
"Melalui program ini, YIS berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga mengangkat potensi daerah melalui pemanfaatan komoditas lokal," ujar Sandiaga, Kamis (20/11/2025).
Kabupaten Bogor memiliki hasil panen edamame yang melimpah. Komoditas ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti camilan zunda mochi dan minuman kesehatan edavibe.
Sandiaga menekankan filosofi yang diusung YIS dalam membangun usaha. Bagi YIS berusaha bukanlah semata-mata kompetisi melainkan tentang kolaborasi dan silaturahmi. "Kami percaya prinsipnya adalah saling mendoakan, saling menguatkan, dan tumbuh bersama," katanya.
Selain pelatihan pembuatan produk, para peserta juga dibekali dengan pelatihan pemasaran digital mulai dari nol. Metode yang diajarkan dirancang sederhana dan praktis sekaligus melatih keberanian peserta untuk mempromosikan produk mereka secara langsung.
Pendapat senada disampaikan Ketua Umum GAN Evie Sofia. Menurut dia, kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar mandiri secara ekonomi dan memiliki kesetaraan dalam berperan aktif di masyarakat.
"Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan komoditas lokal yang selama ini mungkin belum tergarap secara optimal," kata Evie.
Dia berharap melalui workshop ini dapat muncul lebih banyak perempuan kreatif dan produktif yang mampu mengembangkan potensi daerahnya. Hal ini dapat menghapus stigma bahwa peran perempuan hanya terbatas di rumah.
(jon)
Lihat Juga :