Peternak Cihonje Banyumas Dilatih IoT dan Pengolahan Pupuk Organik
Senin, 17 November 2025 - 17:48 WIB
loading...
Program Pengabdian Masyarakat digelar Telkom University Purwokerto untuk peternak di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Foto/Ist
A
A
A
BANYUMAS - Program Pengabdian Masyarakat digelar Telkom University Purwokerto di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Mengusung tema Transformasi Teknologi dan Inovasi, program ini fokus pada penerapan teknologi peternakan cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan penguatan ekosistem circular economy melalui pengolahan pupuk organik.
Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini mendapat respons positif dari para peserta, yang berasal dari perwakilan kelompok tani, serta kelompok ternak setempat, pada Kamis (13/11/2025). Program sosial ini didanai oleh Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca juga: Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat
"Pelatihan utama difokuskan pada praktik pembuatan pupuk kandang berbasis kotoran kambing menggunakan mesin pertanian untuk mempercepat proses fermentasi," kata ketua Tim Pelaksana, Ariq Cahya Wardhana dalam keterangannya, dikutip Senin (17/11/2025).
Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Basuki Setiyadi memaparkan teknik pengolahan pupuk yang baik, efisien, dan ramah lingkungan.
"Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik merupakan langkah penting dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia yang biayanya semakin tinggi," sebutnya.
Selain pelatihan pengolahan pupuk, program ini juga mempersiapkan pelatihan lanjutan mengenai penggunaan timbangan ternak berbasis IoT. Teknologi ini terhubung ke platform website dan aplikasi android, sehingga peternak dapat memantau perkembangan bobot ternak secara real-time, baik harian maupun bulanan.
Baca juga: Telkom University Buka Pendaftaran Jalur Rapor 2026, Ada Beasiswa Penuh
"Platform tersebut juga akan dikembangkan menjadi supermarket online, yang dapat dimanfaatkan oleh peternak untuk menjual pakan, hasil ternak, hingga pupuk organik olahan kotoran ternak (kohe)," ujar anggota Tim Pelaksana, Arif Amrulloh didampingi Wahyu Andi Saputra serta Famila Dwi Winati.
Teknologi ini diharapkan membantu peternak dalam mengambil keputusan yang lebih akurat terkait pakan, kesehatan, hingga proses jual beli ternak.
Melalui kegiatan ini, Telkom University Purwokerto berharap petani dan peternak Desa Cihonje mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di wilayah Banyumas.
Program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital di sektor peternakan rakyat melalui inovasi praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini mendapat respons positif dari para peserta, yang berasal dari perwakilan kelompok tani, serta kelompok ternak setempat, pada Kamis (13/11/2025). Program sosial ini didanai oleh Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca juga: Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat
"Pelatihan utama difokuskan pada praktik pembuatan pupuk kandang berbasis kotoran kambing menggunakan mesin pertanian untuk mempercepat proses fermentasi," kata ketua Tim Pelaksana, Ariq Cahya Wardhana dalam keterangannya, dikutip Senin (17/11/2025).
Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Basuki Setiyadi memaparkan teknik pengolahan pupuk yang baik, efisien, dan ramah lingkungan.
"Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik merupakan langkah penting dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia yang biayanya semakin tinggi," sebutnya.
Selain pelatihan pengolahan pupuk, program ini juga mempersiapkan pelatihan lanjutan mengenai penggunaan timbangan ternak berbasis IoT. Teknologi ini terhubung ke platform website dan aplikasi android, sehingga peternak dapat memantau perkembangan bobot ternak secara real-time, baik harian maupun bulanan.
Baca juga: Telkom University Buka Pendaftaran Jalur Rapor 2026, Ada Beasiswa Penuh
"Platform tersebut juga akan dikembangkan menjadi supermarket online, yang dapat dimanfaatkan oleh peternak untuk menjual pakan, hasil ternak, hingga pupuk organik olahan kotoran ternak (kohe)," ujar anggota Tim Pelaksana, Arif Amrulloh didampingi Wahyu Andi Saputra serta Famila Dwi Winati.
Teknologi ini diharapkan membantu peternak dalam mengambil keputusan yang lebih akurat terkait pakan, kesehatan, hingga proses jual beli ternak.
Melalui kegiatan ini, Telkom University Purwokerto berharap petani dan peternak Desa Cihonje mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di wilayah Banyumas.
Program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital di sektor peternakan rakyat melalui inovasi praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
(shf)
Lihat Juga :