Geger Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta, Raja Kembar Jilid II di Depan Mata
Jum'at, 14 November 2025 - 09:07 WIB
loading...
Suasana Keraton Solo memanas pasca-mangkatnya Raja Paku Buwono XIII. Kini tanda-tanda perpecahan keluarga dan bakal kembali muncul raja kembar mulai tampak. Foto/Ary Wahyu Wibowo
A
A
A
SOLO - Suasana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) memanas pasca-mangkatnya Raja Paku Buwono XIII. Kini tanda-tanda perpecahan keluarga dan bakal kembali muncul raja kembar di Keraton Solo mulai tampak.
Suksesi Keraton Solo kembali menghangat ketika menjelang prosesi pemberangkatan jenazah Raja PB XIII ke Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, Rabu (5/11/2025). Saat itu, Putra PB XIII, KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) mendeklarasikan diri sebagai Paku Buwono (PB) XIV.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
“Mundhi dhawuh Sabda Dalem Sampéyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Tigawelas lumantar Kintaka Rukma Kekeraning Sri Nata Kasunanan Surakarta Hadiningrat, INGSUN Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Naréndra Mataram, ing dina iki, Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun Dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan SAMPÉYANDALEM INGKANG SINUHUN KANGJENG SUSUHUNAN PAKOE BOEWONO PATBELAS,” kata Gusti Purbaya dalam Bahasa Jawa.
![Geger Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta, Raja Kembar Jilid II di Depan Mata]()
KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) mendeklarasikan diri sebagai Paku Buwono (PB) XIV menjelang prosesi pemberangkatan jenazah PB XIII di Keraton Solo, Rabu (5/11/2025). Foto/Ist
Langkah Gusti Purbaya mengumumkan dirinya sebagai Sinuhun PB XIV mendapat dukungan dari kakak tertuanya, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Ia menegaskan bahwa langkah sang adik untuk mengambil sumpah di hadapan jenazah ayahnya adalah bentuk penghormatan dan pelestarian adat yang sudah berjalan sejak zaman leluhur.
Baca juga: Profil Sunuhun Raja Paku Buwono XIII Hangabehi, Raja Keraton Solo yang Hari Ini Mangkat
“Apa yang dilakukan Adipati Anom, Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro adalah sesuai adat Kasunanan. Dulu juga pernah terjadi di era para leluhur raja sebelumnya. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat. Justru inilah cara kita menjaga kontinuitas kepemimpinan di Karaton,” ujar GKR Timoer.
Dia menegaskan, dengan dengan diucapkannya sumpah tersebut maka Keraton Solo tidak mengalami kekosongan kekuasaan. Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan Keraton Solo tetap berjalan di bawah pimpinan raja baru, PB XIV.
Sementara itu di pihak lain, Maha Menteri Keraton Solo, KGPA Tedjowulan menyatakan bahwa telah terjadi kekosongan kekuasaan Keraton Solo sejak PB XIII mangkat pada Minggu 2 November 2025. Namun, menurutnya terlalu dini untuk menyatakan siapa pemegang tahta berikutnya.
"Walaupun ada yang sudah menyebutkan nama-nama, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta berikutnya," kata Tedjowulan.
Dia menegaskan, untuk sementara Maha Menteri (dirinya) akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus Paku Buwono XIII dinobatkan. Ini sesuai amanat SK Menteri Dalam Negeri nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Khususnya pada klausul kelima, yaitu Kasunanan Surakarta dipimpin oleh ISKS Paku Buwono XIII dan didampingi Maha Menteri Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkoordinasi dengan Pemerintah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta.
"Selain itu, saya akan mengumpulkan Para Putradalem ISKS Paku Buwono XII, yaitu saudara-saudara kandung ISKS Paku Buwono XIII, dan merangkul Putra dalem ISKS Paku Buwono XIII untuk menyatukan pandangan tentang masa depan Keraton Surakarta," kata Tedjowulan.
Internal Keraton Solo terus memanas ketika kubu Gusti Purbaya akan menggelar kegiatan Jumeneng Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakoe Boewono XIV, Sabtu pagi 15 November 2025.
"Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare SISKS. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” ujar GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri tertua PB XIII sekaligus ketua panitia acara.
“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Karaton Surakarta,” ucapnya.
Di sisi lain, digelar Rembug Keluarga Keraton Solo pada Kamis (13/11/2025). Rembug keluarga digelar di Sasana Handrawina kompleks Keraton Solo dipimpin Maha Menteri KGPA Tedjowulan dan dihadiri sekitar 90 undangan yang terdiri atas putra-putri almarhum PB XII, para sentono dalem, abdi dalem, serta perwakilan pokoso.
![Geger Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta, Raja Kembar Jilid II di Depan Mata]()
KGPH Hangabehi ditetapkan sebagai Paku Buwono (PB) XIV dalam Rembug Keluarga Keraton Solo, Kamis (13/11/2025). Foto/Ist
Adik mendiang Raja PB XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng) menegaskan bahwa pertemuan bertujuan menyatukan keluarga besar dan menjaga kelestarian Keraton Solo. Dalam pertemuan, juga menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi sebagai raja penerus tahta Solo bergelar Paku Buwono (PB) XIV.
“Agar keributan yang dahulu-dahulu menjadi satu dan kita bersama-sama memiliki niat menyatukan keluarga serta melestarikan keraton. Tadi juga sepakat untuk menobatkan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV,” ujar Gusti Moeng.
Keputusan mengangkat KGPH Hangabehi sebagai PB XIV, lanjutnya, didasarkan pada paugeran keraton, yakni karena ia merupakan putra laki-laki tertua mendiang PB XIII.
“Kami berpegang pada hak bahwa Gusti Behi (KGPH Hangabehi) dilahirkan lebih tua dari KGPH Purboyo. Sesuai paugeran, jika tidak ada permaisuri, maka anak laki-laki tertua yang berhak naik takhta,” jelasnya.
Terkait status permaisuri mendiang PB XIII dan pengangkatan KGPH Purboyo sebagai Putra Mahkota KGPAA Hamangkunegoro, Gusti Moeng menegaskan pihaknya sejak awal tidak mengakui hal tersebut. Hasil rembug keluarga ini telah dibawa KGPA Tedjowulan untuk disampaikan kepada pemerintah.
“Ini bukan berarti pemerintah cawe-cawe, tetapi kami yang meminta agar negara hadir demi kelestarian keraton,” tegasnya.
Kisruh kepemimpinan di Keraton Solo saat ini, kembali mengingatkan peristiwa serupa saat suksesi Raja PB XIII pada tahun 2004 silam yang saat itu memunculkan raja kembar.
Suksesi Keraton Solo kembali menghangat ketika menjelang prosesi pemberangkatan jenazah Raja PB XIII ke Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta, Rabu (5/11/2025). Saat itu, Putra PB XIII, KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) mendeklarasikan diri sebagai Paku Buwono (PB) XIV.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
“Mundhi dhawuh Sabda Dalem Sampéyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Tigawelas lumantar Kintaka Rukma Kekeraning Sri Nata Kasunanan Surakarta Hadiningrat, INGSUN Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Naréndra Mataram, ing dina iki, Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun Dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan SAMPÉYANDALEM INGKANG SINUHUN KANGJENG SUSUHUNAN PAKOE BOEWONO PATBELAS,” kata Gusti Purbaya dalam Bahasa Jawa.
%20mendeklarasikan%20diri%20sebagai%20Paku%20Buwono%20(PB)%20XIV..jpg)
KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya) mendeklarasikan diri sebagai Paku Buwono (PB) XIV menjelang prosesi pemberangkatan jenazah PB XIII di Keraton Solo, Rabu (5/11/2025). Foto/Ist
Langkah Gusti Purbaya mengumumkan dirinya sebagai Sinuhun PB XIV mendapat dukungan dari kakak tertuanya, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Ia menegaskan bahwa langkah sang adik untuk mengambil sumpah di hadapan jenazah ayahnya adalah bentuk penghormatan dan pelestarian adat yang sudah berjalan sejak zaman leluhur.
Baca juga: Profil Sunuhun Raja Paku Buwono XIII Hangabehi, Raja Keraton Solo yang Hari Ini Mangkat
“Apa yang dilakukan Adipati Anom, Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro adalah sesuai adat Kasunanan. Dulu juga pernah terjadi di era para leluhur raja sebelumnya. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat. Justru inilah cara kita menjaga kontinuitas kepemimpinan di Karaton,” ujar GKR Timoer.
Dia menegaskan, dengan dengan diucapkannya sumpah tersebut maka Keraton Solo tidak mengalami kekosongan kekuasaan. Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan Keraton Solo tetap berjalan di bawah pimpinan raja baru, PB XIV.
Sementara itu di pihak lain, Maha Menteri Keraton Solo, KGPA Tedjowulan menyatakan bahwa telah terjadi kekosongan kekuasaan Keraton Solo sejak PB XIII mangkat pada Minggu 2 November 2025. Namun, menurutnya terlalu dini untuk menyatakan siapa pemegang tahta berikutnya.
"Walaupun ada yang sudah menyebutkan nama-nama, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta berikutnya," kata Tedjowulan.
Dia menegaskan, untuk sementara Maha Menteri (dirinya) akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus Paku Buwono XIII dinobatkan. Ini sesuai amanat SK Menteri Dalam Negeri nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Khususnya pada klausul kelima, yaitu Kasunanan Surakarta dipimpin oleh ISKS Paku Buwono XIII dan didampingi Maha Menteri Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkoordinasi dengan Pemerintah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta.
"Selain itu, saya akan mengumpulkan Para Putradalem ISKS Paku Buwono XII, yaitu saudara-saudara kandung ISKS Paku Buwono XIII, dan merangkul Putra dalem ISKS Paku Buwono XIII untuk menyatukan pandangan tentang masa depan Keraton Surakarta," kata Tedjowulan.
Internal Keraton Solo terus memanas ketika kubu Gusti Purbaya akan menggelar kegiatan Jumeneng Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakoe Boewono XIV, Sabtu pagi 15 November 2025.
"Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare SISKS. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” ujar GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri tertua PB XIII sekaligus ketua panitia acara.
“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Karaton Surakarta,” ucapnya.
Di sisi lain, digelar Rembug Keluarga Keraton Solo pada Kamis (13/11/2025). Rembug keluarga digelar di Sasana Handrawina kompleks Keraton Solo dipimpin Maha Menteri KGPA Tedjowulan dan dihadiri sekitar 90 undangan yang terdiri atas putra-putri almarhum PB XII, para sentono dalem, abdi dalem, serta perwakilan pokoso.
%20XIV..jpg)
KGPH Hangabehi ditetapkan sebagai Paku Buwono (PB) XIV dalam Rembug Keluarga Keraton Solo, Kamis (13/11/2025). Foto/Ist
Adik mendiang Raja PB XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng) menegaskan bahwa pertemuan bertujuan menyatukan keluarga besar dan menjaga kelestarian Keraton Solo. Dalam pertemuan, juga menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi sebagai raja penerus tahta Solo bergelar Paku Buwono (PB) XIV.
“Agar keributan yang dahulu-dahulu menjadi satu dan kita bersama-sama memiliki niat menyatukan keluarga serta melestarikan keraton. Tadi juga sepakat untuk menobatkan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV,” ujar Gusti Moeng.
Keputusan mengangkat KGPH Hangabehi sebagai PB XIV, lanjutnya, didasarkan pada paugeran keraton, yakni karena ia merupakan putra laki-laki tertua mendiang PB XIII.
“Kami berpegang pada hak bahwa Gusti Behi (KGPH Hangabehi) dilahirkan lebih tua dari KGPH Purboyo. Sesuai paugeran, jika tidak ada permaisuri, maka anak laki-laki tertua yang berhak naik takhta,” jelasnya.
Terkait status permaisuri mendiang PB XIII dan pengangkatan KGPH Purboyo sebagai Putra Mahkota KGPAA Hamangkunegoro, Gusti Moeng menegaskan pihaknya sejak awal tidak mengakui hal tersebut. Hasil rembug keluarga ini telah dibawa KGPA Tedjowulan untuk disampaikan kepada pemerintah.
“Ini bukan berarti pemerintah cawe-cawe, tetapi kami yang meminta agar negara hadir demi kelestarian keraton,” tegasnya.
Kisruh kepemimpinan di Keraton Solo saat ini, kembali mengingatkan peristiwa serupa saat suksesi Raja PB XIII pada tahun 2004 silam yang saat itu memunculkan raja kembar.
(shf)
Lihat Juga :