Kemenkes: Masih Ada Puskesmas yang Jarak Tempuhnya di Atas 2 Jam dari Desa
Kamis, 13 November 2025 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenkes dan Jerman Luncurkan ACTIVE 2.0 untuk Penanganan Kanker Serviks di Indonesia
Maria juga menyampaikan, ada 129 puskesmas yang direncanakan untuk direlokasi. Langkah itu dilakukan atas berbagai pertimbangan, salahnya, 111 puskesmas dalam kondisi rusak berat.
"54.257 desa sudah memiliki UPKDK, ini Pustu. Dan rencananya sampai 2029 kita akan membangun 2.082 puskesmas dan 6.576 UPKDK," ucap Maria.
Maria menambahkan, ada 6.361 atau 61% dari jumlah puskesmas yang sudah memiliki 9 jenis tenaga kesehatan. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya mencapai 59%.
"Jadi ada 76 kabupaten kota yang 100% lengkap, 127 kabupaten kota masih 81 sampai 99% lengkap, 126 yang 51 sampai 80%, dan 185 yang 0 sampai 50%. Kekurangannya paling banyak adalah dokter gigi (2.775), kesling, gizi, ATLM, dokter, farmasi, kesmas, bidan, dan perawat. Dan ini sudah direncanakan oleh Dirjen SDM-K, untuk melakukan pemenuhan terhadap SDM kesehatan agar pelayanan di kesehatan primer itu lengkap dengan pengadaan ASN bidang kesehatan, penugasan khusus, pemberian beasiswa, dan program internship," katanya.
Maria juga menyampaikan, ada 129 puskesmas yang direncanakan untuk direlokasi. Langkah itu dilakukan atas berbagai pertimbangan, salahnya, 111 puskesmas dalam kondisi rusak berat.
"54.257 desa sudah memiliki UPKDK, ini Pustu. Dan rencananya sampai 2029 kita akan membangun 2.082 puskesmas dan 6.576 UPKDK," ucap Maria.
Maria menambahkan, ada 6.361 atau 61% dari jumlah puskesmas yang sudah memiliki 9 jenis tenaga kesehatan. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya mencapai 59%.
"Jadi ada 76 kabupaten kota yang 100% lengkap, 127 kabupaten kota masih 81 sampai 99% lengkap, 126 yang 51 sampai 80%, dan 185 yang 0 sampai 50%. Kekurangannya paling banyak adalah dokter gigi (2.775), kesling, gizi, ATLM, dokter, farmasi, kesmas, bidan, dan perawat. Dan ini sudah direncanakan oleh Dirjen SDM-K, untuk melakukan pemenuhan terhadap SDM kesehatan agar pelayanan di kesehatan primer itu lengkap dengan pengadaan ASN bidang kesehatan, penugasan khusus, pemberian beasiswa, dan program internship," katanya.
(cip)
Lihat Juga :