Tito Karnavian Merasa Diberi Tugas Ikut Merawat Sejarah dan Peradaban Aceh
Rabu, 12 November 2025 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Malik Mahmud berharap anugerah ini bisa menjadi bentuk lambang persaudaraan, untuk komitmen bersama menjaga persatuan antaranak bangsa yang diberkati Tuhan. "Atas nama rakyat Aceh, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi- tingginya dan ucapan yang tulus pada Prof. Dr. Jenderal (Purn) H. Muhammad Tito Karnavian. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah- langkah beliau terhadap bangsa dan negara,"katanya.
Dalam kesempatan yang sama Tito menyampaikan terima kasihnya atas anugerah gelar yang diberikan lembaga Wali Nanggroe. Dia merasa bangga, karena lembaga Wali Nanggroe merupakan lembaga kebudayaan yang kredibel dan simpul pemersatu Aceh.
"Saya bahagia menerima penghormatan dari lembaga yang kredibel seperti Wali Nanggroe. Lembaga simpul pemersatu Aceh, yang diberi tugas merawat sejarah dan peradaban Aceh seperti lembaga-lembaga adat yang lain," kata Tito.
Tito mengaku tidak pernah membayangkan pada akhirnya diberi penghargaan dari Wali Nanggroe. Sebab, sejak lama, dia telah mengagumi adat dan identitas masyarakat Aceh, yang bersifat terbuka, namun tetap merawat nilai-nilai luhur dalam sendi masyarakat Aceh. Oleh karena itu, sudah seharusnya lembaga Wali Nanggroe diberi dukungan dari segi eksistensi dan anggaran.
"Lembaga ini harus diakui, karena Aceh punya adat, budaya, serta memberikan identitas kepada masyarakat Aceh. Jadi memperkuat Wali Nanggroe sangat penting. Sebagai Mendagri saya berkomitmen akan memperkuat Wali Nanggroe ini dari sisi organisasi, eksistensi dan anggaran," kata Tito.
Dalam kesempatan yang sama Tito menyampaikan terima kasihnya atas anugerah gelar yang diberikan lembaga Wali Nanggroe. Dia merasa bangga, karena lembaga Wali Nanggroe merupakan lembaga kebudayaan yang kredibel dan simpul pemersatu Aceh.
"Saya bahagia menerima penghormatan dari lembaga yang kredibel seperti Wali Nanggroe. Lembaga simpul pemersatu Aceh, yang diberi tugas merawat sejarah dan peradaban Aceh seperti lembaga-lembaga adat yang lain," kata Tito.
Tito mengaku tidak pernah membayangkan pada akhirnya diberi penghargaan dari Wali Nanggroe. Sebab, sejak lama, dia telah mengagumi adat dan identitas masyarakat Aceh, yang bersifat terbuka, namun tetap merawat nilai-nilai luhur dalam sendi masyarakat Aceh. Oleh karena itu, sudah seharusnya lembaga Wali Nanggroe diberi dukungan dari segi eksistensi dan anggaran.
"Lembaga ini harus diakui, karena Aceh punya adat, budaya, serta memberikan identitas kepada masyarakat Aceh. Jadi memperkuat Wali Nanggroe sangat penting. Sebagai Mendagri saya berkomitmen akan memperkuat Wali Nanggroe ini dari sisi organisasi, eksistensi dan anggaran," kata Tito.
Lihat Juga :