9 Warga Purwakarta Meninggal Akibat Terpapar COVID-19
Senin, 14 September 2020 - 19:24 WIB
loading...
Sembilan warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal akibat positif COVID-19. Foto/Ilustrasi/DAILY
A
A
A
PURWAKARTA - Sebanyak sembilan warga meninggal dunia di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akibat terkonfirmasi positif selama pandemi COVID-19 . Meskipun terdapat kasus meninggal, warga yang sembuh pun cukup signifikan sebanyak 145 orang.
(Baca juga: Usai Pendidikan di Bali, 27 Tamtama TNI AD Jalani Tes Swab )
"Sebelumnya telah kami kami catat ada sembilan orang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat 32 orang yang berstatus terkonfirmasi positif," ujar juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan, Senin (14/9/2020).
Menurutnya, 32 warga yang masih terkonfirmasi positif tersebut tersebar pada sejumlah kecamatan, di antaranya; 12 orang di Kecamatan Kota, empat di Jatiluhur, satu di Plered, dua di Pasawahan, satu di Bojong, lima di BBC, dua di Campaka, dua di Cibatu, dan tiga di orang di Kecamatan Bungursari.
Baginya, GTPP tak henti-hentinya menyosialisasikan agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai. Selain itu dia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi ini.
(Baca juga: Usai Pendidikan di Bali, 27 Tamtama TNI AD Jalani Tes Swab )
"Sebelumnya telah kami kami catat ada sembilan orang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat 32 orang yang berstatus terkonfirmasi positif," ujar juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan, Senin (14/9/2020).
Menurutnya, 32 warga yang masih terkonfirmasi positif tersebut tersebar pada sejumlah kecamatan, di antaranya; 12 orang di Kecamatan Kota, empat di Jatiluhur, satu di Plered, dua di Pasawahan, satu di Bojong, lima di BBC, dua di Campaka, dua di Cibatu, dan tiga di orang di Kecamatan Bungursari.
Baginya, GTPP tak henti-hentinya menyosialisasikan agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai. Selain itu dia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi ini.
Lihat Juga :