Kisah Marsinah, Aktivis Buruh Asal Nganjuk yang Jadi Pahlawan Nasional
Senin, 10 November 2025 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Pada April - Mei 1993, Marsinah memimpin negosiasi ratusan buruh yang menuntut kenaikan upah dari Rp1.700 menjadi Rp2.250 per hari, sesuai imbauan Gubernur Jawa Timur kala itu. Aksi mogok kerja dilakukan pada 3-4 Mei 1993, dan Marsinah hadir sebagai negosiator utama.
Baca juga: Marsinah Jadi Pahlawan Nasional, Fotonya Dicium Berkali-kali Sang Adik
Namun perjuangannya dibalas dengan represi. Pada 5 Mei 1993, setelah ia mendatangi Kodim Sidoarjo untuk mencari rekan-rekannya yang dipaksa mengundurkan diri, Marsinah diculik dan hilang. Empat hari kemudian, 8 Mei 1993, tubuhnya ditemukan di Wilangan, Nganjuk penuh luka penyiksaan.
Pembunuhan ini mengejutkan publik dan menarik perhatian dunia internasional. Banyak pihak meyakini adanya keterlibatan aparat militer, tetapi tidak pernah ada pelaku yang benar-benar diadili. Kasus Marsinah kemudian menyimbolkan gelapnya represi Orde Baru terhadap buruh.
Kasus Marsinah memicu gerakan besar dari aktivis perempuan, organisasi buruh, dan lembaga HAM. Sejak 1993, berbagai kelompok membentuk Komite Solidaritas Untuk Marsinah (KSUM) melakukan kampanye, investigasi, hingga tekanan publik. Marsinah juga dianugerahi Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama.
Setiap Hari Buruh 1 Mei, namanya selalu dikibarkan sebagai ikon perlawanan terhadap penindasan buruh. Usulan agar Marsinah menjadi Pahlawan Nasional terus bergulir dari tingkat daerah hingga nasional. Hari ini, perjuangan panjang itu mencapai akhirnyanegara mengakui keberanian Marsinah sebagai bagian dari sejarah bangsa.
Baca juga: Marsinah Jadi Pahlawan Nasional, Fotonya Dicium Berkali-kali Sang Adik
Namun perjuangannya dibalas dengan represi. Pada 5 Mei 1993, setelah ia mendatangi Kodim Sidoarjo untuk mencari rekan-rekannya yang dipaksa mengundurkan diri, Marsinah diculik dan hilang. Empat hari kemudian, 8 Mei 1993, tubuhnya ditemukan di Wilangan, Nganjuk penuh luka penyiksaan.
Pembunuhan ini mengejutkan publik dan menarik perhatian dunia internasional. Banyak pihak meyakini adanya keterlibatan aparat militer, tetapi tidak pernah ada pelaku yang benar-benar diadili. Kasus Marsinah kemudian menyimbolkan gelapnya represi Orde Baru terhadap buruh.
Simbol Perlawanan Terhadap Penindasan
Kasus Marsinah memicu gerakan besar dari aktivis perempuan, organisasi buruh, dan lembaga HAM. Sejak 1993, berbagai kelompok membentuk Komite Solidaritas Untuk Marsinah (KSUM) melakukan kampanye, investigasi, hingga tekanan publik. Marsinah juga dianugerahi Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama.
Setiap Hari Buruh 1 Mei, namanya selalu dikibarkan sebagai ikon perlawanan terhadap penindasan buruh. Usulan agar Marsinah menjadi Pahlawan Nasional terus bergulir dari tingkat daerah hingga nasional. Hari ini, perjuangan panjang itu mencapai akhirnyanegara mengakui keberanian Marsinah sebagai bagian dari sejarah bangsa.
Lihat Juga :