Ledakan SMAN 72 Jakarta, Prabowo Isyaratkan Pembatasan Game Online
Minggu, 09 November 2025 - 20:04 WIB
loading...
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membatasi game online. Tentunya yang di dalamnya mengandung unsur kekerasan imbas ledakan SMAN 72 Jakarta. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membatasi game online. Tentunya yang di dalamnya mengandung unsur kekerasan imbas ledakan SMAN 72 Jakarta , Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa kita mesti juga harus berpikir membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh game online," ujar Prasetyo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Mensos: Biaya Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72 Ditanggung Negara
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih disimpulkan bahwa game online menjadi salah satu penyebab yang mempengaruhi terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta.
"Karena tidak menutup kemungkinan, game-game online ini ada beberapa yang di situ ada hal yang kurang baik yang mungkin mempengaruhi generasi kita ke depan," katanya.
Prasetyo menuturkan game yang mengandung aksi kekerasan itu bisa menjadi salah satu pemicu aksi tersebut. "Misalnya PUBG, mungkin kita berpikir di situ ada pembatasan-pembatasan, karena di situ ada jenis-jenis senjata yang mudah sekali dipelajari," ungkapnya.
Dia khawatir apabila anak-anak telah terbiasa bermain game online dengan menampilkan aksi kekerasan dapat menimbulkan pengaruh terhadap psikologi mereka di masa depan. Terutama menjadikan aksi perundungan atau bullying sebagai hal yang biasa akibat paparan game online yang mengandung kekerasan.
"Lebih berbahaya lagi ini kan secara psikologis terbiasa melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," ucapnya.
Selain membatasi pengaruh game online kepada masyarakat, Prasetyo juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan menumbuhkan kembali kepedulian sesama dengan kegiatan sosial. Seperti kembali mengaktifkan karang taruna di kampung, pramuka di lingkungan sekolah.
Dia meminta kepada seluruh guru dan tenaga pendidik lebih aktif dalam mengawasi siswa kemudian menimbulkan rasa kepekaan sosial sehingga saling peduli satu sama lain.
"Kalau di lingkungan sekolah bagaimana juga para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian manakala ada sesuatu yang mencurigakan," kata Prasetyo.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa kita mesti juga harus berpikir membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh game online," ujar Prasetyo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Mensos: Biaya Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72 Ditanggung Negara
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih disimpulkan bahwa game online menjadi salah satu penyebab yang mempengaruhi terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta.
"Karena tidak menutup kemungkinan, game-game online ini ada beberapa yang di situ ada hal yang kurang baik yang mungkin mempengaruhi generasi kita ke depan," katanya.
Prasetyo menuturkan game yang mengandung aksi kekerasan itu bisa menjadi salah satu pemicu aksi tersebut. "Misalnya PUBG, mungkin kita berpikir di situ ada pembatasan-pembatasan, karena di situ ada jenis-jenis senjata yang mudah sekali dipelajari," ungkapnya.
Dia khawatir apabila anak-anak telah terbiasa bermain game online dengan menampilkan aksi kekerasan dapat menimbulkan pengaruh terhadap psikologi mereka di masa depan. Terutama menjadikan aksi perundungan atau bullying sebagai hal yang biasa akibat paparan game online yang mengandung kekerasan.
"Lebih berbahaya lagi ini kan secara psikologis terbiasa melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," ucapnya.
Selain membatasi pengaruh game online kepada masyarakat, Prasetyo juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan menumbuhkan kembali kepedulian sesama dengan kegiatan sosial. Seperti kembali mengaktifkan karang taruna di kampung, pramuka di lingkungan sekolah.
Dia meminta kepada seluruh guru dan tenaga pendidik lebih aktif dalam mengawasi siswa kemudian menimbulkan rasa kepekaan sosial sehingga saling peduli satu sama lain.
"Kalau di lingkungan sekolah bagaimana juga para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian manakala ada sesuatu yang mencurigakan," kata Prasetyo.
(jon)
Lihat Juga :