Polda Metro Berikan Pendampingan Psikososial kepada Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta
Minggu, 09 November 2025 - 19:07 WIB
loading...
Polda Metro Jaya memberikan pendampingan psikososial kepada para siswa SMAN 72 Jakarta yang menjadi korban ledakan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya memberikan pendampingan psikososial kepada para siswa SMAN 72 Jakarta yang menjadi korban ledakan. Hal itu merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang holistik pascainsiden, sekaligus menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya dalam menangani seluruh aspek pascaledakan.
"Pendampingan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis yang cukup, seiring dengan proses penyelidikan yang masih berjalan intensif oleh tim gabungan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (9/11/2025).
Menurut Budi, kegiatan pendampingan psikologis akan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan. Tim psikolog Polri akan memberikan pelayanan trauma healing di lingkungan sekolah kepada seluruh siswa melalui kegiatan psikoedukasi, pendampingan psikososial, konseling, dan bila dibutuhkan juga psikoterapi.
Baca juga: Update Korban Ledakan SMAN 72: Total 96 Orang, 29 di Antaranya Masih Dirawat
Budi menerangkan, langkah itu diharapkan mampu membantu pemulihan menyeluruh bagi para siswa agar dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan percaya diri. Selain langkah penyelidikan dan pendampingan psikologis, Polda Metro Jaya juga memastikan adanya koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan pihak rumah sakit, Dinas Pendidikan, serta Kementerian terkait, agar penanganan medis dan psikososial berjalan paralel dan terukur.
"Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Bila menemukan aktivitas atau benda yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan darurat 110 tanpa perlu datang langsung ke kantor polisi," katanya.
Baca juga: 15 Orang Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di Rumah Sakit Yarsi
Budi menambahkan, layanan pelaporan Polri kini telah berbasis digital dan modern, memungkinkan masyarakat memberikan informasi secara cepat dan aman. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa serta mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib.
Berdasarkan hasil observasi lapangan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, masih terdapat 12 korban dirawat, termasuk 2 di ICU, sementara 29 korban telah dipulangkan. Lalu, di RS YARSI Cempaka Putih, terdapat 13 korban dirawat, 1 di antaranya di ICU, serta 1 korban telah pulang. Sedangkan di RS Pertamina Jaya, masih terdapat 1 korban dirawat, sementara 6 korban telah pulang.
"Pendampingan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis yang cukup, seiring dengan proses penyelidikan yang masih berjalan intensif oleh tim gabungan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (9/11/2025).
Menurut Budi, kegiatan pendampingan psikologis akan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan. Tim psikolog Polri akan memberikan pelayanan trauma healing di lingkungan sekolah kepada seluruh siswa melalui kegiatan psikoedukasi, pendampingan psikososial, konseling, dan bila dibutuhkan juga psikoterapi.
Baca juga: Update Korban Ledakan SMAN 72: Total 96 Orang, 29 di Antaranya Masih Dirawat
Budi menerangkan, langkah itu diharapkan mampu membantu pemulihan menyeluruh bagi para siswa agar dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan percaya diri. Selain langkah penyelidikan dan pendampingan psikologis, Polda Metro Jaya juga memastikan adanya koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan pihak rumah sakit, Dinas Pendidikan, serta Kementerian terkait, agar penanganan medis dan psikososial berjalan paralel dan terukur.
"Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Bila menemukan aktivitas atau benda yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan darurat 110 tanpa perlu datang langsung ke kantor polisi," katanya.
Baca juga: 15 Orang Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di Rumah Sakit Yarsi
Budi menambahkan, layanan pelaporan Polri kini telah berbasis digital dan modern, memungkinkan masyarakat memberikan informasi secara cepat dan aman. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa serta mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib.
Berdasarkan hasil observasi lapangan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, masih terdapat 12 korban dirawat, termasuk 2 di ICU, sementara 29 korban telah dipulangkan. Lalu, di RS YARSI Cempaka Putih, terdapat 13 korban dirawat, 1 di antaranya di ICU, serta 1 korban telah pulang. Sedangkan di RS Pertamina Jaya, masih terdapat 1 korban dirawat, sementara 6 korban telah pulang.
(cip)
Lihat Juga :