Dialog Mahasiswa Unhas, Najwa Shihab: Eksplorasi Dimulai dari Hal Kecil dan Harus Konsisten
Jum'at, 07 November 2025 - 19:40 WIB
loading...
Sekitar 4.500 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mendapat pengalaman inspiratif dari Najwa Shihab. Dia menyampaikan pandangannya dalam sesi dialog Generasi Campus Roadshow Makassar, belum lama ini. Foto: Ist
A
A
A
MAKASSAR - Sekitar 4.500 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mendapat pengalaman inspiratif dari Najwa Shihab. Dia menyampaikan pandangannya dalam sesi dialog Generasi Campus Roadshow Makassar, Selasa, 4 November 2025.
Najwa mengingatkan perjalanan hidup bukan hanya tentang seberapa cepat kita tiba, tetapi tentang keberanian menghadapi ketidakpastian dengan semangat yang terus menyala.
Bagi banyak anak muda, perjalanan menuju cita-cita seringkali terhambat oleh realita yang tidak seindah rencana. Banyak yang merasa takut melangkah keluar dari jalur aman khawatir jika eksplorasi justru membuat mereka tersesat.
Najwa yqng merupakan seorang jurnalis menilai inilah persoalan yang kerap muncul, di mana generasi muda terlalu cepat ingin sampai di tujuan, tapi enggan menjalani proses yang panjang dan tak pasti.
“Dalam perjalanan untuk mencapai apa yang ingin kita capai selalu ada kesempatan untuk mengeksplorasi,” ujarnya.
Masalahnya, tak semua berani memanfaatkan kesempatan itu. Banyak yang berhenti karena takut gagal atau tak mendapat restu lingkungan. Padahal, justru di ruang eksplorasi itulah seseorang menemukan arah dan makna hidupnya.
Banyak anak muda yang tersandung di persimpangan antara mimpi dan kenyataan. Mereka tumbuh dengan semangat besar untuk mengejar cita-cita, namun dihadapkan pada realita yang sering tak seindah rencana.
Ada yang harus menunda mimpi karena desakan hidup, ada pula yang perlahan kehilangan arah karena merasa dunia tidak memberi ruang bagi keinginannya. Di tengah kebingungan itu, muncul pertanyaan yang kerap menghantui apakah menjadi realistis berarti berhenti bermimpi?
Dia memandang persoalan ini dengan jernih. Baginya, hidup tidak pernah sesederhana memilih antara idealisme dan kompromi. “Berkompromi justru cara untuk memastikan api itu tetap terjaga walaupun dengan cara memelihara dirinya sendiri,” ucapnya.
Dalam kalimat itu, tersirat pesan bahwa realita tidak harus menjadi musuh bagi impian. Justru dengan memahami keterbatasan, seseorang belajar untuk mengatur langkah, menata prioritas, dan menjaga semangat agar tidak padam. Namun, Najwa percaya bahwa mengejar passion tak selalu harus dilakukan dengan langkah besar.
“Eksplorasi itu harus dimulai dari hal-hal kecil asal konsisten dilakukan. Pelan-pelan saja, karena dari rasa penasaran itulah nanti tumbuh hasilnya,” katanya.
Bagi Najwa, setiap manusia memiliki potensi yang hanya bisa ditemukan jika dia berani mencoba. Eksplorasi bukan sekadar tentang mencari hal baru, tetapi tentang keberanian untuk keluar dari kebiasaan dan melihat dunia dengan cara berbeda.
Ada empat cara yang disarankan Najwa untuk mulai mengeksplorasi diri dan dunia di sekitarnya. Pertama, eksperimen di dunia nyata; kedua, eksplorasi aktivitas; ketiga, eksperimen sosial dan terakhir; eksperimen dengan diri sendiri.
Kadang, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yakni mengganti rutinitas harian, membaca buku di luar kebiasaan, atau menantang diri mencoba hal yang belum pernah dilakukan. Dari hal-hal kecil itu, kita belajar mengenal diri, membuka ruang baru bagi ide dan keberanian untuk tumbuh.
Najwa percaya eksplorasi bukan sekadar petualangan mencari hal baru melainkan perjalanan panjang untuk memahami diri sendiri. Karena di balik setiap langkah keluar dari zona nyaman, tersimpan peluang untuk menemukan versi terbaik dari diri kita yang mungkin selama ini belum sempat dikenali.
Najwa mengingatkan perjalanan hidup bukan hanya tentang seberapa cepat kita tiba, tetapi tentang keberanian menghadapi ketidakpastian dengan semangat yang terus menyala.
Bagi banyak anak muda, perjalanan menuju cita-cita seringkali terhambat oleh realita yang tidak seindah rencana. Banyak yang merasa takut melangkah keluar dari jalur aman khawatir jika eksplorasi justru membuat mereka tersesat.
Najwa yqng merupakan seorang jurnalis menilai inilah persoalan yang kerap muncul, di mana generasi muda terlalu cepat ingin sampai di tujuan, tapi enggan menjalani proses yang panjang dan tak pasti.
“Dalam perjalanan untuk mencapai apa yang ingin kita capai selalu ada kesempatan untuk mengeksplorasi,” ujarnya.
Masalahnya, tak semua berani memanfaatkan kesempatan itu. Banyak yang berhenti karena takut gagal atau tak mendapat restu lingkungan. Padahal, justru di ruang eksplorasi itulah seseorang menemukan arah dan makna hidupnya.
Banyak anak muda yang tersandung di persimpangan antara mimpi dan kenyataan. Mereka tumbuh dengan semangat besar untuk mengejar cita-cita, namun dihadapkan pada realita yang sering tak seindah rencana.
Ada yang harus menunda mimpi karena desakan hidup, ada pula yang perlahan kehilangan arah karena merasa dunia tidak memberi ruang bagi keinginannya. Di tengah kebingungan itu, muncul pertanyaan yang kerap menghantui apakah menjadi realistis berarti berhenti bermimpi?
Dia memandang persoalan ini dengan jernih. Baginya, hidup tidak pernah sesederhana memilih antara idealisme dan kompromi. “Berkompromi justru cara untuk memastikan api itu tetap terjaga walaupun dengan cara memelihara dirinya sendiri,” ucapnya.
Dalam kalimat itu, tersirat pesan bahwa realita tidak harus menjadi musuh bagi impian. Justru dengan memahami keterbatasan, seseorang belajar untuk mengatur langkah, menata prioritas, dan menjaga semangat agar tidak padam. Namun, Najwa percaya bahwa mengejar passion tak selalu harus dilakukan dengan langkah besar.
“Eksplorasi itu harus dimulai dari hal-hal kecil asal konsisten dilakukan. Pelan-pelan saja, karena dari rasa penasaran itulah nanti tumbuh hasilnya,” katanya.
Bagi Najwa, setiap manusia memiliki potensi yang hanya bisa ditemukan jika dia berani mencoba. Eksplorasi bukan sekadar tentang mencari hal baru, tetapi tentang keberanian untuk keluar dari kebiasaan dan melihat dunia dengan cara berbeda.
Ada empat cara yang disarankan Najwa untuk mulai mengeksplorasi diri dan dunia di sekitarnya. Pertama, eksperimen di dunia nyata; kedua, eksplorasi aktivitas; ketiga, eksperimen sosial dan terakhir; eksperimen dengan diri sendiri.
Kadang, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yakni mengganti rutinitas harian, membaca buku di luar kebiasaan, atau menantang diri mencoba hal yang belum pernah dilakukan. Dari hal-hal kecil itu, kita belajar mengenal diri, membuka ruang baru bagi ide dan keberanian untuk tumbuh.
Najwa percaya eksplorasi bukan sekadar petualangan mencari hal baru melainkan perjalanan panjang untuk memahami diri sendiri. Karena di balik setiap langkah keluar dari zona nyaman, tersimpan peluang untuk menemukan versi terbaik dari diri kita yang mungkin selama ini belum sempat dikenali.
(jon)
Lihat Juga :