Transformasi Keamanan Jalan Raya, Inovasi Polri Jamin Ketahanan Pangan Nasional
Jum'at, 07 November 2025 - 15:30 WIB
loading...
Kasubdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur (kiri) berinteraksi dengan pengemudi angkutan yang membawa logistik. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Ditreskrimum Polda Jawa Timur meluncurkan program inovasi atau proyek perubahan bertajuk “Transformasi Sistem Penanganan Kejahatan Jalan Raya untuk Mendukung Stabilitas Keamanan dan Ketahanan Pangan Nasional.”. Program ini digagas Kasubdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur.
"Gagasan atau ide ini lahir dari keprihatinan atas maraknya tindak kejahatan di jalur distribusi logistik yang berdampak langsung terhadap kestabilan pasokan dan harga pangan," katanya, Jumat (7/10/2025).
Menurutnya, keamanan jalur distribusi bukan hanya soal kriminalitas jalan raya, tetapi juga soal ketahanan pangan nasional . ”Ketika pasokan pangan terganggu, ekonomi rakyat ikut terguncang, ujar oeraih pin emas dari Kapolri atas keberhasilannya mengungkap kasus narkoba jenis sabu sabu 120 Kg saat menjabat sebagai kapolsek Bintan Polda Kepri ini. Baca juga: Kapolri Paparkan Berbagai Inovasi Polri Dukung Ketahanan Pangan
Arbaridi menambahkan, berdasarkan data Jatanras Polda Jatim , lebih dari seratus kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di jalur utama logistik Jawa Timur sepanjang semester pertama medio 2024-2025. Modusnya beragam, mulai dari perampasan langsung hingga penipuan dengan penyamaran sebagai aparat. "Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi," ujarnya.
Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini menambahkan, berdasarkan kondisi tersebut, proyek perubahan ini mengusung strategi transformasi sistem keamanan jalan raya berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektoral. Dibentuk tim kerja terpadu yang melibatkan Ditreskrimum Subdit Jatanras, Satlantaa, Dinas Perhubungan dan instansi terkait.
"Melalui surat perintah Ditreskrimum Polda Jatim, dibentuklah tim kerja terpadu yang melibatkan Jatanras, Dinas Perhubungan, Satlantas, dan instansi terkait ketahanan pangan dengan penguatan sistem pengamanan dan pemanfaatan platform digital serta mempercepat respon dan tata Kelola penanganan ancaman di lapangan," jelasnya.
Jumhur menegaskan jika proyek ini tidak hanya menitikberatkan pada tindakan represif, tetapi juga membangun budaya kerja prediktif dan preventif. Pelatihan lintas fungsi, workshop pengamanan jalan, serta pengembangan sistem digital menjadi bagian dari rencana aksi jangka menengah yang ditargetkan berjalan hingga 2026.
Melalui kampanye publik bertajuk “Jalan Aman, Pangan Terjamin”, Polri juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan media massa dan testimoni dari pelaku logistik, pesan proyek ini menyebar hingga ke titik-titik distribusi pangan utama di Jawa Timur. Baca juga: Penerapan Zero Odol Dipercepat, Sosialisasi Mulai Berlaku sejak 1 Juni 2025
“Harapan kami sederhana, setiap sopir truk yang melintas di jalan raya merasa aman, setiap ton beras yang dikirim tiba tanpa hambatan, dan masyarakat bisa menikmati harga pangan yang stabil, maka dari situlah ketahanan nasional dibangun,” tegasnya.
Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko menilai gagasan atau proyek tersebut sebagai langkah kongkret yang sejalan dengan arah pembangunan nasional. “Ketahanan pangan tidak akan stabil dan aman tanpa jalur distribusi yang aman. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga rantai pasok dari hulu ke hilir,” ungkapnya.
"Gagasan atau ide ini lahir dari keprihatinan atas maraknya tindak kejahatan di jalur distribusi logistik yang berdampak langsung terhadap kestabilan pasokan dan harga pangan," katanya, Jumat (7/10/2025).
Menurutnya, keamanan jalur distribusi bukan hanya soal kriminalitas jalan raya, tetapi juga soal ketahanan pangan nasional . ”Ketika pasokan pangan terganggu, ekonomi rakyat ikut terguncang, ujar oeraih pin emas dari Kapolri atas keberhasilannya mengungkap kasus narkoba jenis sabu sabu 120 Kg saat menjabat sebagai kapolsek Bintan Polda Kepri ini. Baca juga: Kapolri Paparkan Berbagai Inovasi Polri Dukung Ketahanan Pangan
Arbaridi menambahkan, berdasarkan data Jatanras Polda Jatim , lebih dari seratus kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di jalur utama logistik Jawa Timur sepanjang semester pertama medio 2024-2025. Modusnya beragam, mulai dari perampasan langsung hingga penipuan dengan penyamaran sebagai aparat. "Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi," ujarnya.
Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini menambahkan, berdasarkan kondisi tersebut, proyek perubahan ini mengusung strategi transformasi sistem keamanan jalan raya berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektoral. Dibentuk tim kerja terpadu yang melibatkan Ditreskrimum Subdit Jatanras, Satlantaa, Dinas Perhubungan dan instansi terkait.
"Melalui surat perintah Ditreskrimum Polda Jatim, dibentuklah tim kerja terpadu yang melibatkan Jatanras, Dinas Perhubungan, Satlantas, dan instansi terkait ketahanan pangan dengan penguatan sistem pengamanan dan pemanfaatan platform digital serta mempercepat respon dan tata Kelola penanganan ancaman di lapangan," jelasnya.
Jumhur menegaskan jika proyek ini tidak hanya menitikberatkan pada tindakan represif, tetapi juga membangun budaya kerja prediktif dan preventif. Pelatihan lintas fungsi, workshop pengamanan jalan, serta pengembangan sistem digital menjadi bagian dari rencana aksi jangka menengah yang ditargetkan berjalan hingga 2026.
Melalui kampanye publik bertajuk “Jalan Aman, Pangan Terjamin”, Polri juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan media massa dan testimoni dari pelaku logistik, pesan proyek ini menyebar hingga ke titik-titik distribusi pangan utama di Jawa Timur. Baca juga: Penerapan Zero Odol Dipercepat, Sosialisasi Mulai Berlaku sejak 1 Juni 2025
“Harapan kami sederhana, setiap sopir truk yang melintas di jalan raya merasa aman, setiap ton beras yang dikirim tiba tanpa hambatan, dan masyarakat bisa menikmati harga pangan yang stabil, maka dari situlah ketahanan nasional dibangun,” tegasnya.
Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko menilai gagasan atau proyek tersebut sebagai langkah kongkret yang sejalan dengan arah pembangunan nasional. “Ketahanan pangan tidak akan stabil dan aman tanpa jalur distribusi yang aman. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga rantai pasok dari hulu ke hilir,” ungkapnya.
(poe)
Lihat Juga :