Sekolah Rakyat Bangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing di Manado
Jum'at, 07 November 2025 - 12:48 WIB
loading...
Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) melaksanakan monitoring dan evaluasi Program Sekolah Rakyat di Sentra Tumou Tou, Manado, Sulawesi Utara. Foto/Ist
A
A
A
MANADO - Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) melaksanakan monitoring dan evaluasi Program Sekolah Rakyat di Sentra Tumou Tou, Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini untuk memperkuat pembelajaran berbasis masyarakat guna mencetak generasi unggul, berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing di perkotaan.
Fokus kegiatan adalah menilai sejauh mana Sekolah Rakyat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal perkotaan.
Baca juga: Kirim Pesan ke Menkeu Purbaya, Siswa Sekolah Rakyat: Semangat Memajukan Ekonomi Indonesia
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan LAN, Agus Sudrajat menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan inovasi pendidikan yang selaras dengan arah Transformasi Nasional dan visi Indonesia Emas 2045.
“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan ruang pembentukan karakter dan kemandirian. Kami ingin memastikan pendekatan pendidikan partisipatif ini benar-benar menumbuhkan daya hidup masyarakat dan memperkuat akar sosial bangsa,” ujar Agus Sudrajat, Jumat (7/11/2025).
Agus Sudrajat juga menghimbau agar TNI, Polri, BNN Provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM ikut peduli dan terlibat aktif dalam memperkuat pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang sangat mulia, menghapus rantai kemiskinan dan membangun generasi unggul yang berakhlak. Karena itu, semua pihak harus peduli dan turut bergerak bersama. Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab moral kita semua,” tegasnya.
Baca juga: Sepucuk Surat Harapan dan Doa Siswa Sekolah Rakyat untuk Prabowo
Agus menambahkan Polda Sulawesi Utara dapat berperan langsung dalam pembentukan kedisiplinan dan karakter siswa melalui kegiatan edukatif seperti pengenalan tata tertib berlalu lintas, pelatihan baris-berbaris, pembinaan mental, dan edukasi hukum dasar bagi anak-anak usia sekolah.
“Hal-hal sederhana seperti bagaimana menyeberang jalan dengan benar, disiplin waktu, hingga semangat baris-berbaris, itu semua mendidik anak-anak kita untuk tertib, tangguh, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Agus Sudrajat menghimbau Gubernur Sulawesi Utara dan Wali Kota Manado untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Sekolah Rakyat.
“Siswa Sekolah Rakyat adalah bagian dari masyarakat Kota Manado dan warga Provinsi Sulawesi Utara. Dukungan nyata dari pemerintah daerah sangat penting agar inisiatif ini dapat tumbuh berkelanjutan, menjadi gerakan sosial pendidikan yang memperkuat daya saing daerah,” tegasnya
LAN menekankan keberhasilan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada dukungan kolaboratif dari pemerintah daerah, lembaga sosial, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, dan dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat (center of empowerment) yang mampu menghasilkan perubahan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado Fenny Meivi Sarah Kilikily menjelaskan keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi dan semangat kebersamaan.
“Sekolah Rakyat hadir untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong. Peserta belajar tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga keterampilan hidup dan kesadaran sosial untuk membangun lingkungannya,” ungkapnya.
Fenny menambahkan, pembelajaran di Sekolah Rakyat Kota Manado dirancang adaptif terhadap karakteristik masyarakat perkotaan, dengan fokus pada kewirausahaan sosial, literasi digital, ekonomi kreatif, kepemimpinan muda, serta pembentukan karakter dan akhlak.
Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi di era digital.
Sebagai informasi hasil monitoring dan evaluasi ini akan dijadikan sebagai dasar rekomendasi kebijakan guna memperkuat replikasi model Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program ini juga diharapkan menjadi bagian integral dari strategi nasional dalam menurunkan angka kemiskinan, memperluas kesempatan belajar sepanjang hayat, serta mempercepat pencapaian target Kemiskinan Ekstrem 0% pada 2029.
Fokus kegiatan adalah menilai sejauh mana Sekolah Rakyat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal perkotaan.
Baca juga: Kirim Pesan ke Menkeu Purbaya, Siswa Sekolah Rakyat: Semangat Memajukan Ekonomi Indonesia
Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan LAN, Agus Sudrajat menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan inovasi pendidikan yang selaras dengan arah Transformasi Nasional dan visi Indonesia Emas 2045.
“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan ruang pembentukan karakter dan kemandirian. Kami ingin memastikan pendekatan pendidikan partisipatif ini benar-benar menumbuhkan daya hidup masyarakat dan memperkuat akar sosial bangsa,” ujar Agus Sudrajat, Jumat (7/11/2025).
Agus Sudrajat juga menghimbau agar TNI, Polri, BNN Provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM ikut peduli dan terlibat aktif dalam memperkuat pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang sangat mulia, menghapus rantai kemiskinan dan membangun generasi unggul yang berakhlak. Karena itu, semua pihak harus peduli dan turut bergerak bersama. Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab moral kita semua,” tegasnya.
Baca juga: Sepucuk Surat Harapan dan Doa Siswa Sekolah Rakyat untuk Prabowo
Agus menambahkan Polda Sulawesi Utara dapat berperan langsung dalam pembentukan kedisiplinan dan karakter siswa melalui kegiatan edukatif seperti pengenalan tata tertib berlalu lintas, pelatihan baris-berbaris, pembinaan mental, dan edukasi hukum dasar bagi anak-anak usia sekolah.
“Hal-hal sederhana seperti bagaimana menyeberang jalan dengan benar, disiplin waktu, hingga semangat baris-berbaris, itu semua mendidik anak-anak kita untuk tertib, tangguh, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Agus Sudrajat menghimbau Gubernur Sulawesi Utara dan Wali Kota Manado untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Sekolah Rakyat.
“Siswa Sekolah Rakyat adalah bagian dari masyarakat Kota Manado dan warga Provinsi Sulawesi Utara. Dukungan nyata dari pemerintah daerah sangat penting agar inisiatif ini dapat tumbuh berkelanjutan, menjadi gerakan sosial pendidikan yang memperkuat daya saing daerah,” tegasnya
LAN menekankan keberhasilan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada dukungan kolaboratif dari pemerintah daerah, lembaga sosial, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, dan dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat (center of empowerment) yang mampu menghasilkan perubahan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado Fenny Meivi Sarah Kilikily menjelaskan keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi dan semangat kebersamaan.
“Sekolah Rakyat hadir untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong. Peserta belajar tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga keterampilan hidup dan kesadaran sosial untuk membangun lingkungannya,” ungkapnya.
Fenny menambahkan, pembelajaran di Sekolah Rakyat Kota Manado dirancang adaptif terhadap karakteristik masyarakat perkotaan, dengan fokus pada kewirausahaan sosial, literasi digital, ekonomi kreatif, kepemimpinan muda, serta pembentukan karakter dan akhlak.
Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi di era digital.
Sebagai informasi hasil monitoring dan evaluasi ini akan dijadikan sebagai dasar rekomendasi kebijakan guna memperkuat replikasi model Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program ini juga diharapkan menjadi bagian integral dari strategi nasional dalam menurunkan angka kemiskinan, memperluas kesempatan belajar sepanjang hayat, serta mempercepat pencapaian target Kemiskinan Ekstrem 0% pada 2029.
(shf)
Lihat Juga :