Banjir Bandang-Longsor Nduga Telan Banyak Korban, Matindas DPR Minta BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini
Kamis, 06 November 2025 - 13:56 WIB
loading...
Anggota DPR Matindas Janusanti Rumambi mendesak BNPB memperkuat sistem peringatan agar banjir bandang dan tanah longsor di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (1/11/2025) tidak terulang. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
NDUGA - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP Matindas Janusanti Rumambi mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sistem peringatan agar bencana banjir bandang dan tanah longsor di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (1/11/2025) tidak terulang. Musibah ini menyisakan kepedihan mendalam karena banyak warga menjadi korban dan kehilangan tempat tinggal.
"Kami dari Fraksi PDIP DPR sangat berduka sekali atas musibah ini. Semoga korban yang dalam proses pencarian juga segera ditemukan. Melihat medan bencana di daerah pegunungan, proses evakuasi memang bukan hal mudah, maka saya minta tim SAR bekerja cepat dan tepat," ujar Matindas di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca juga: 23 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang di Kabupaten Nduga Papua
Sebelumnya diberitakan, banjir bandang disertai longsor menerjang Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (1/11/2025) lalu. Peristiwa itu menewaskan 15 orang meninggal dan delapan lainnya dilaporkan menghilang.
Baginya, musibah di Distrik Dal, Kabupaten Nduga amat mengagetkan. Sebab, selama ini belum pernah terjadi bencana sedahsyat itu dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Untuk itu, Matindas meminta bencana ini menjadi momentum evaluasi pemerintah daerah maupun pusat dalam memitigasi bencana.
"Pemerintah dalam hal ini BNPB perlu memperkuat mitigasi bencana berbasis wilayah, terutama di daerah rawan dengan infrastruktur terbatas seperti Papua Pegunungan. Bencana ini menjadi peringatan penting bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pegunungan harus menjadi prioritas pembangunan," ucapnya.
Legislator dari Dapil Sulawesi Tengah 1 juga mendorong BNPB dan Pemprov Papua Pegunungan memperkuat sistem peringatan dini dan evakuasi cepat di wilayah rawan bencana.
Musibah di Kabupaten Nduga menyisakan pelajaran bahwa potensi bencana hidrometeorologi di Papua Pegunungan sangat tinggi apalagi saat cuaca ekstrem saat ini.
"Jika melihat wilayah Papua Pegunungan yang berbukit-bukit dan akses alat berat begitu sulit, maka harus sejak dini diantisipasi dengan menyiagakan alat-alat itu di lokasi strategis. Sehingga, ketika terjadi bencana proses evakuasi bisa cepat," kata Matindas
Dia juga meminta pemerintah bertindak taktis untuk menangani korban selamat banjir bandang dan longsor Nduga. Bantuan logistik harus segera disalurkan agar korban tidak semakin menderita atau jatuh sakit.
Sementara, bagi warga yang kehilangan rumah atau tempat tinggalnya rusak harus difasilitasi pemerintah seperti membangunkan shelter atau rumah sementara.
"Kami dari Fraksi PDIP DPR sangat berduka sekali atas musibah ini. Semoga korban yang dalam proses pencarian juga segera ditemukan. Melihat medan bencana di daerah pegunungan, proses evakuasi memang bukan hal mudah, maka saya minta tim SAR bekerja cepat dan tepat," ujar Matindas di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca juga: 23 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang di Kabupaten Nduga Papua
Sebelumnya diberitakan, banjir bandang disertai longsor menerjang Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (1/11/2025) lalu. Peristiwa itu menewaskan 15 orang meninggal dan delapan lainnya dilaporkan menghilang.
Baginya, musibah di Distrik Dal, Kabupaten Nduga amat mengagetkan. Sebab, selama ini belum pernah terjadi bencana sedahsyat itu dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Untuk itu, Matindas meminta bencana ini menjadi momentum evaluasi pemerintah daerah maupun pusat dalam memitigasi bencana.
"Pemerintah dalam hal ini BNPB perlu memperkuat mitigasi bencana berbasis wilayah, terutama di daerah rawan dengan infrastruktur terbatas seperti Papua Pegunungan. Bencana ini menjadi peringatan penting bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pegunungan harus menjadi prioritas pembangunan," ucapnya.
Legislator dari Dapil Sulawesi Tengah 1 juga mendorong BNPB dan Pemprov Papua Pegunungan memperkuat sistem peringatan dini dan evakuasi cepat di wilayah rawan bencana.
Musibah di Kabupaten Nduga menyisakan pelajaran bahwa potensi bencana hidrometeorologi di Papua Pegunungan sangat tinggi apalagi saat cuaca ekstrem saat ini.
"Jika melihat wilayah Papua Pegunungan yang berbukit-bukit dan akses alat berat begitu sulit, maka harus sejak dini diantisipasi dengan menyiagakan alat-alat itu di lokasi strategis. Sehingga, ketika terjadi bencana proses evakuasi bisa cepat," kata Matindas
Dia juga meminta pemerintah bertindak taktis untuk menangani korban selamat banjir bandang dan longsor Nduga. Bantuan logistik harus segera disalurkan agar korban tidak semakin menderita atau jatuh sakit.
Sementara, bagi warga yang kehilangan rumah atau tempat tinggalnya rusak harus difasilitasi pemerintah seperti membangunkan shelter atau rumah sementara.
(jon)
Lihat Juga :