Pengguna Tol Cibitung-Cilincing Masih Rendah, CTP Tollways Usulkan Integrasi Tarif
Kamis, 06 November 2025 - 12:28 WIB
loading...
Jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC), masih relatif rendah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC), masih relatif rendah. Terkait hal itu, Cibitung Tanjung Priok Port Tollways atau CTP Tollways mengajukan usulan penerapan sistem tarif terintegrasi antarruas jalan tol
Direktur Utama CTP Tollways Yaya Ruhiya, menyebut berdasarkan target harian yang direncanakan dalam business plan, pihaknya mengharapkan ada sebanyak lebih dari 30.000 kendaraan yang melintas setiap harinya, namun angkanya baru mencapai sekitar 8.000 kendaraan per hari.
"Saat ini traffic yang tercapai itu, kalau kita menghitung itu rata-ratanya sekitar 8.000 lebih lah, sementara kalau di business plan itu di sekitar 32.000-an. Jadi memang ini masih agak jauh dari estimasi di business plan dengan realisasi," ucap Yaya di Koja, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).
Baca juga: Rampung Tahun Depan, Cibitung-Tanjung Priok Cuma 30 Menit Lewat Tol Ini
Diketahui, CTP Tollways selaku pengelola Jalan Tol Cibitung Cilincing merupakan anak usaha dari PT Pelindo Solusi Logistik. Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 750/KPTS/M/2022, tarif Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) ditetapkan bervariasi tergantung tujuan gerbang dan golongan kendaraan.
Untuk kendaraan Golongan I seperti mobil pribadi, tarif berkisar mulai Rp20.000, sementara untuk Golongan V atau truk besar bisa mencapai lebih dari Rp117.000.
Secara rinci, tarif tol dari arah Telaga Asih dipatok antara Rp20.000-Rp40.000, Cibitung 2 sebesar Rp25.500-Rp50.500, Cibitung 4 sebesar Rp32.500-Rp64.500, Tarumajaya sebesar Rp28.500-Rp57.000, dan Marunda menjadi yang tertinggi dengan kisaran Rp59.000-Rp117.500.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
Besaran tarif ini dinilai cukup tinggi dibandingkan ruas tol lain di kawasan Jabodetabek dengan jarak tempuh sebanding, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya volume kendaraan di ruas tol Cibitung–Cilincing.
Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Joko Noerhuda menambahkan, trafik di JTCC saat ini masih jauh di bawah kapasitas ideal jalan tol yang mencapai puluhan ribu kendaraan per hari. Menurutnya, pertumbuhan lalu lintas saat ini hanya naik sekitar 10% dibanding periode sebelumnya.
"Jadi growth-nya itu bukan 110%, tapi hanya naik sekitar 10%. Trafik tersebut masih sangat kecil dibanding kapasitas yang dimiliki JTCC. tengah mengkaji integrasi tarif antara Tol Cibitung-Cilincing dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Konsep ini bukan berupa penurunan tarif secara langsung, melainkan penyesuaian tarif yang juga akan dikoordinasikan dengan pemerintah serta Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).
Tujuannya supaya utilisasi JTCC bisa meningkat dan benar-benar bermanfaat bagi transportasi masyarakat, logistik, serta pengembangan wilayah di sekitar JTCC," pungkas Joko.
Melalui integrasi tersebut, diharapkan arus kendaraan logistik dari arah Bekasi, Karawang, hingga Pelabuhan Tanjung Priok dapat meningkat signifikan, sehingga JTCC berfungsi optimal sebagai jalur distribusi utama di koridor timur Jakarta.
Direktur Utama CTP Tollways Yaya Ruhiya, menyebut berdasarkan target harian yang direncanakan dalam business plan, pihaknya mengharapkan ada sebanyak lebih dari 30.000 kendaraan yang melintas setiap harinya, namun angkanya baru mencapai sekitar 8.000 kendaraan per hari.
"Saat ini traffic yang tercapai itu, kalau kita menghitung itu rata-ratanya sekitar 8.000 lebih lah, sementara kalau di business plan itu di sekitar 32.000-an. Jadi memang ini masih agak jauh dari estimasi di business plan dengan realisasi," ucap Yaya di Koja, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).
Baca juga: Rampung Tahun Depan, Cibitung-Tanjung Priok Cuma 30 Menit Lewat Tol Ini
Diketahui, CTP Tollways selaku pengelola Jalan Tol Cibitung Cilincing merupakan anak usaha dari PT Pelindo Solusi Logistik. Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 750/KPTS/M/2022, tarif Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) ditetapkan bervariasi tergantung tujuan gerbang dan golongan kendaraan.
Untuk kendaraan Golongan I seperti mobil pribadi, tarif berkisar mulai Rp20.000, sementara untuk Golongan V atau truk besar bisa mencapai lebih dari Rp117.000.
Secara rinci, tarif tol dari arah Telaga Asih dipatok antara Rp20.000-Rp40.000, Cibitung 2 sebesar Rp25.500-Rp50.500, Cibitung 4 sebesar Rp32.500-Rp64.500, Tarumajaya sebesar Rp28.500-Rp57.000, dan Marunda menjadi yang tertinggi dengan kisaran Rp59.000-Rp117.500.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
Besaran tarif ini dinilai cukup tinggi dibandingkan ruas tol lain di kawasan Jabodetabek dengan jarak tempuh sebanding, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya volume kendaraan di ruas tol Cibitung–Cilincing.
Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Joko Noerhuda menambahkan, trafik di JTCC saat ini masih jauh di bawah kapasitas ideal jalan tol yang mencapai puluhan ribu kendaraan per hari. Menurutnya, pertumbuhan lalu lintas saat ini hanya naik sekitar 10% dibanding periode sebelumnya.
"Jadi growth-nya itu bukan 110%, tapi hanya naik sekitar 10%. Trafik tersebut masih sangat kecil dibanding kapasitas yang dimiliki JTCC. tengah mengkaji integrasi tarif antara Tol Cibitung-Cilincing dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Konsep ini bukan berupa penurunan tarif secara langsung, melainkan penyesuaian tarif yang juga akan dikoordinasikan dengan pemerintah serta Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).
Tujuannya supaya utilisasi JTCC bisa meningkat dan benar-benar bermanfaat bagi transportasi masyarakat, logistik, serta pengembangan wilayah di sekitar JTCC," pungkas Joko.
Melalui integrasi tersebut, diharapkan arus kendaraan logistik dari arah Bekasi, Karawang, hingga Pelabuhan Tanjung Priok dapat meningkat signifikan, sehingga JTCC berfungsi optimal sebagai jalur distribusi utama di koridor timur Jakarta.
(cip)
Lihat Juga :