Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja

Selasa, 04 November 2025 - 08:37 WIB
loading...
Harmonisasi Majapahit...
Hubungan harmonis Kerajaan Majapahit dan Campa yang kini Kamboja terjalin mesra. Keistimewaan hubungannya membawa Majapahit memberikan suara politik ke Raja Campa ketika ada pergolakan politik di negerinya. Foto: Ist
A A A
HUBUNGANharmonis Kerajaan Majapahit dan Campa yang kini Kamboja terjalin mesra. Keistimewaan hubungannya membawa Majapahit memberikan suara politik ke Raja Campa ketika ada pergolakan politik di negerinya. Saat itu, Raja Campa terpaksa kabur ke luar negeri demi kelangsungan hidupnya.

Kerajaan Campa memang sudah populer kaitannya dengan sejarah Majapahit. Apalagi salah satu istri permaisuri raja Majapahit terakhir, Brawijaya V konon juga Putri Campa. Kerajaan Campa merupakan kerajaan tua yang namanya telah dikenal sejak awal abad pertama Masehi.

Baca juga: Kisah Subagyo HS, Jenderal Kopassus Berjuluk Bima yang Disegani Prabowo

Karenanya, kerajaan ini sesungguhnya jauh lebih tua dari Majapahit. Ketika Majapahit tumbuh sebagai kerajaan besar, Kerajaan Campa telah menjalin hubungan persahabatan dengan Majapahit sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit di Luar Jawa dan Luar Negeri".

Sebagai kerajaan tua, Campa bahkan sudah lama menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa sebelum Majapahit berdiri. Di era Kerajaan Kertanegara, raja Singasari terakhir, Campa juga telah melakukan persahabatan dengan Jawa.

Bahkan, Singasari dan Campa menjalin hubungan lebih dekat melalui pernikahan di mana Putri Tapasi dari Singasari dinikahi Raja Jaya Singawarman III dari Campa. Dengan ikatan pernikahan itulah, hubungan Singasari dengan Campa sangat akrab karena berada dalam ikatan kekeluargaan.

Salah satu dampak positifnya bagi Singasari ketika tentara Mongol atas suruhan Kubilai Khan pada akhir abad 13 M hendak menghukum Prabu Kertanegara. Mereka mendapat kecaman keras dari Raja Singawarman, penguasa Campa. Keakraban hubungan Campa dengan Jawa ini kemudian berlanjut ketika Singasari telah runtuh dan Majapahit berdiri.

Pada 1314 M, misalnya ketika Majapahit dipimpin Prabu Jayanagara, bekas Raja Campa yang bernama Che Nang terusir dari negaranya. Lalu, pada 1318 M Che Nang meminta suaka politik ke Jayanegara selaku raja Majapahit.

Che Nang terusir dari negaranya, karena kegagalannya merebut kembali wilayah yang ada di bagian utara kerajaannya dari bangsa Vietnam. Kekalahan ini membuat Che Nang, bukan hanya kehilangan takhta kerajaannya, tapi juga terusir dari negaranya sehingga membuatnya terpaksa mengungsi ke Jawa.

Campa memang merupakan kerajaan tetangga yang mempunyai hubungan lebih istimewa dengan Majapahit (Jawa) dibanding dengan kerajaan-kerajaan tetangga lainnya. Faktornya mungkin karena sejak sebelum Majapahit berdiri Kerajaan Campa ini sudah menjalin hubungan kekeluargaan dengan Jawa melalui Kerajaan Singasari.

Ketika Majapahit eksis, hubungan kekeluargaan melalui ikatan pernikahan ini masih terus dijalin yaitu ketika Putri Campa dinikahi oleh Prabhu Brawijaya V, raja Majapahit terakhir. Serat Kanda dan Babat Tanah Jawi memberitakan bahwa pada awal abad 15 Raja Brawijaya V dari Majapahit menikah dengan Putri Campa, yang beragama Islam dengan bergelar Putri Dwarawati. Putri Campa yang menjadi istri Brawijaya V ini meninggal pada tahun 1448 M sebagaimana yang tercatat dalam batu nisannya di Trowulan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved