Ditjen Bina Adwil Galang Gerakan Nasional Indonesia Bersih dan Sehat, dan Tertib
Senin, 03 November 2025 - 22:14 WIB
loading...
Ditjen Bina Adwil Kemendagri galang gerakan nasional wujudkan Indonesia bersih, sehat, dan tertib. Foto/istimewa
A
A
A
BOGOR - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) galang gerakan nasional wujudkan Indonesia bersih, sehat, dan tertib. Hal itu sesuai semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Penggalangan gerakan tesebut dibahas dalam Rapat Rencana Pengelolaan Perkotaan Terkait Persampahan dalam Mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) di Bogor. Kegiatan dipimpin langsung Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara, Amran.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembahasan Program Bersih Nasional (Probernas) sebuah inisiatif pemerintah untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat di seluruh lapisan masyarakat.
Amran menegaskan penanganan persoalan kebersihan dan persampahan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurut Amran, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat.
Baca juga: Kemendagri-KLH Canangkan Gerakan Nasional Indonesia Bersih
“Kebersihan, ketertiban, dan kesehatan lingkungan merupakan elemen dasar dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang tinggi. Ini menjadi pijakan penting menuju Visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya, Senin (3/11/2025).
Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan timbulan sampah nasional pada 2024 mencapai 35,31 juta ton, dengan lebih dari separuhnya sekitar 53,8% berasal dari rumah tangga. Sisa makanan tercatat sebagai jenis sampah terbesar, mencapai 39,26%, yang menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan sistem pemilahan sejak dari sumber. Langkah ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan.
Guna memastikan gerakan ini berjalan menyeluruh, Probernas dirancang melalui pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan pengelolaan lingkungan, perbaikan sanitasi publik, serta penataan visual kota.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Ketiga aspek ini saling melengkapi dalam membangun wajah Indonesia yang bersih, tertib, dan layak huni, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat melalui edukasi, pembinaan, dan penerapan teknologi informasi untuk pemantauan terukur.
Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan, rapat ini juga membahas rencana pemberian penghargaan bagi daerah berprestasi dalam pelaksanaan program kebersihan dan inovasi lingkungan. Langkah tersebut diharapkan menjadi dorongan positif bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan praktik terbaik dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Melalui Probernas, pemerintah berkomitmen menghadirkan gerakan nasional yang tidak hanya simbolik, tetapi menjadi bagian dari perubahan perilaku kolektif menuju Indonesia yang bersih, sehat, dan harmonis dengan lingkungan.
Kegiatan ini ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai unit di lingkungan Kemendagri, termasuk Pusat Penerangan, Direktorat Pol PP, dan Subdirektorat Wilayah I Ditjen Bangda. Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH turut hadir jajaran pejabat teknis, penyuluh lingkungan hidup, serta perwakilan dari pusat data dan humas yang berperan dalam penguatan kebijakan pengelolaan lingkungan secara terpadu.
Penggalangan gerakan tesebut dibahas dalam Rapat Rencana Pengelolaan Perkotaan Terkait Persampahan dalam Mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) di Bogor. Kegiatan dipimpin langsung Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara, Amran.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembahasan Program Bersih Nasional (Probernas) sebuah inisiatif pemerintah untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat di seluruh lapisan masyarakat.
Amran menegaskan penanganan persoalan kebersihan dan persampahan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurut Amran, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat.
Baca juga: Kemendagri-KLH Canangkan Gerakan Nasional Indonesia Bersih
“Kebersihan, ketertiban, dan kesehatan lingkungan merupakan elemen dasar dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang tinggi. Ini menjadi pijakan penting menuju Visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya, Senin (3/11/2025).
Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan timbulan sampah nasional pada 2024 mencapai 35,31 juta ton, dengan lebih dari separuhnya sekitar 53,8% berasal dari rumah tangga. Sisa makanan tercatat sebagai jenis sampah terbesar, mencapai 39,26%, yang menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan sistem pemilahan sejak dari sumber. Langkah ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan.
Guna memastikan gerakan ini berjalan menyeluruh, Probernas dirancang melalui pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan pengelolaan lingkungan, perbaikan sanitasi publik, serta penataan visual kota.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Ketiga aspek ini saling melengkapi dalam membangun wajah Indonesia yang bersih, tertib, dan layak huni, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat melalui edukasi, pembinaan, dan penerapan teknologi informasi untuk pemantauan terukur.
Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan, rapat ini juga membahas rencana pemberian penghargaan bagi daerah berprestasi dalam pelaksanaan program kebersihan dan inovasi lingkungan. Langkah tersebut diharapkan menjadi dorongan positif bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan praktik terbaik dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Melalui Probernas, pemerintah berkomitmen menghadirkan gerakan nasional yang tidak hanya simbolik, tetapi menjadi bagian dari perubahan perilaku kolektif menuju Indonesia yang bersih, sehat, dan harmonis dengan lingkungan.
Kegiatan ini ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai unit di lingkungan Kemendagri, termasuk Pusat Penerangan, Direktorat Pol PP, dan Subdirektorat Wilayah I Ditjen Bangda. Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH turut hadir jajaran pejabat teknis, penyuluh lingkungan hidup, serta perwakilan dari pusat data dan humas yang berperan dalam penguatan kebijakan pengelolaan lingkungan secara terpadu.
(cip)
Lihat Juga :