Raja Keraton Solo Sinuhun PB XIII Mangkat, Prof Henry: Pemimpin yang Tenang dan Sederhana
Minggu, 02 November 2025 - 13:22 WIB
loading...
Raja Keraton Solo Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII (duduk) mangkat di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (2/11/2025). Foto/Ist
A
A
A
SOLO - Suasana duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo), Jawa Tengah. Raja Keraton Solo Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII mangkat pada Minggu (2/11/2025).
"Beliau wafat jam 07.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Indriati," kata Kuasa hukum PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu.
Baca juga: Profil Sunuhun Raja Paku Buwono XIII Hangabehi, Raja Keraton Solo yang Hari Ini Mangkat
Kuasa hukum PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu mengungkapkan, Raja PB XIII meninggal pada usia 77 tahun di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh istri KGPH Adipati Dipokusumo, Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipokusumo. Dalam keterangan tertulis, ia menyampaikan bahwa Sang Raja yang berusia 77 tahun berpulang pada pukul 07.00 WIB.
Sinuhun PB XIII mengembuskan napas terakhir di RS Indriati Solo Baru setelah beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
Kabar duka ini juga telah diterima sejumlah tokoh masyarakat Solo dan kerabat keraton, termasuk Kanjeng Pangeran Aryo Profesor Henry Indraguna Pradatanega.
"Ya, saya telah mendapatkan kabar duka dari Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta bahwa Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII telah meninggal dunia karena sakit," ujar Pangeran Santana Prof Henry.
Diketahui, Sinuhun PB XIII adalah sosok sentral dalam era modern Keraton Surakarta. Masa pemerintahannya ditandai dengan berbagai tantangan, upaya revitalisasi keraton, serta keberhasilannya menyatukan kembali takhta setelah konflik dualisme kepemimpinan.
Sinuhun PB XIII dikenal sebagai raja yang berkomitmen menjaga kelestarian adat Jawa gaya Surakarta serta meninggalkan jejak berupa perdamaian, kepastian suksesi, dan kebangkitan kembali nilai-nilai budaya keraton. PB XIII naik takhta pada 10 September 2004 menggantikan ayahandanya, Pakubuwono XII.
Menurut Prof Henry, Sinuhun PB XIII dikenal sebagai pemimpin yang tenang, bersahaja, dan konsisten menjaga tradisi.
“Kami sangat berduka dan berdoa semoga Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
“Di Solo, warisan PB XIII adalah kesederhanaan. Beliau meningkatkan martabat dan kesejahteraan rakyat melalui gaya hidup sederhana,” tambah Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar tersebut.
Prof Henry juga menyoroti gagasan Sinuhun PB XIII mengenai pendidikan antikorupsi berperspektif budaya. Sang Raja disebut sering memprioritaskan dialog lintas generasi, menggabungkan pengetahuan, nilai-nilai moral leluhur, serta praktik budaya seperti meditasi Jawa dan kegiatan budaya.
“Pada 2010-an, PB XIII mendukung workshop bersama universitas lokal bagi abdi dalem dan pemuda, di mana peserta belajar hukum sekaligus meditasi Jawa untuk ketahanan mental. Berdasarkan survei, program ini meningkatkan kesadaran etis remaja hingga 25%,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah Sinuhun PB XIII selaras dengan nilai spiritual Jawa seperti srawung (keselarasan), menjadikan integritas bukan hanya aturan, melainkan laku hidup.
"Beliau wafat jam 07.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Indriati," kata Kuasa hukum PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu.
Baca juga: Profil Sunuhun Raja Paku Buwono XIII Hangabehi, Raja Keraton Solo yang Hari Ini Mangkat
Kuasa hukum PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu mengungkapkan, Raja PB XIII meninggal pada usia 77 tahun di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh istri KGPH Adipati Dipokusumo, Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipokusumo. Dalam keterangan tertulis, ia menyampaikan bahwa Sang Raja yang berusia 77 tahun berpulang pada pukul 07.00 WIB.
Sinuhun PB XIII mengembuskan napas terakhir di RS Indriati Solo Baru setelah beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
Kabar duka ini juga telah diterima sejumlah tokoh masyarakat Solo dan kerabat keraton, termasuk Kanjeng Pangeran Aryo Profesor Henry Indraguna Pradatanega.
"Ya, saya telah mendapatkan kabar duka dari Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta bahwa Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII telah meninggal dunia karena sakit," ujar Pangeran Santana Prof Henry.
Diketahui, Sinuhun PB XIII adalah sosok sentral dalam era modern Keraton Surakarta. Masa pemerintahannya ditandai dengan berbagai tantangan, upaya revitalisasi keraton, serta keberhasilannya menyatukan kembali takhta setelah konflik dualisme kepemimpinan.
Sinuhun PB XIII dikenal sebagai raja yang berkomitmen menjaga kelestarian adat Jawa gaya Surakarta serta meninggalkan jejak berupa perdamaian, kepastian suksesi, dan kebangkitan kembali nilai-nilai budaya keraton. PB XIII naik takhta pada 10 September 2004 menggantikan ayahandanya, Pakubuwono XII.
Menurut Prof Henry, Sinuhun PB XIII dikenal sebagai pemimpin yang tenang, bersahaja, dan konsisten menjaga tradisi.
“Kami sangat berduka dan berdoa semoga Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
“Di Solo, warisan PB XIII adalah kesederhanaan. Beliau meningkatkan martabat dan kesejahteraan rakyat melalui gaya hidup sederhana,” tambah Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar tersebut.
Prof Henry juga menyoroti gagasan Sinuhun PB XIII mengenai pendidikan antikorupsi berperspektif budaya. Sang Raja disebut sering memprioritaskan dialog lintas generasi, menggabungkan pengetahuan, nilai-nilai moral leluhur, serta praktik budaya seperti meditasi Jawa dan kegiatan budaya.
“Pada 2010-an, PB XIII mendukung workshop bersama universitas lokal bagi abdi dalem dan pemuda, di mana peserta belajar hukum sekaligus meditasi Jawa untuk ketahanan mental. Berdasarkan survei, program ini meningkatkan kesadaran etis remaja hingga 25%,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah Sinuhun PB XIII selaras dengan nilai spiritual Jawa seperti srawung (keselarasan), menjadikan integritas bukan hanya aturan, melainkan laku hidup.
(shf)
Lihat Juga :