Pramono Ingin Sistem Pembayaran MRT Bisa Sambil Lari, Begini Tanggapan PT MRT Jakarta
Sabtu, 01 November 2025 - 21:40 WIB
loading...
PT MRT Jakarta (Perseroda) merespons wacana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung soal sistem pembayaran bisa sambil berlari. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) merespons wacana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung soal sistem pembayaran bisa sambil berlari.
Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta, Rendy Primartantyo mengatakan tetap mengedepankan keandalan sistem dan kenyamanan pengguna dengan pemeliharaan rutin.
"MRT Jakarta senantiasa mengedepankan keandalan sistem dan kenyamanan pengguna. Saat ini, kami terus melakukan pemeliharaan rutin serta perbaikan bertahap terhadap seluruh perangkat, termasuk mesin tap in dan tap out di seluruh stasiun, sebagai bagian dari langkah jangka pendek untuk menjaga kualitas layanan," kata Rendy, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Bersama Menkum Resmikan 267 Pos Bantuan Hukum, Pramono: Ada di Setiap Kelurahan
Rendy menyebut sebagai jangka panjang peningkatan sistem pembayaran secara menyeluruh menunggu proyek Fase 2 MRT Jakarta selesai pada 2027 mendatang.
"Selain itu, sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, perbaikan dan peningkatan sistem pembayaran secara menyeluruh akan dilakukan seiring dengan penyelesaian pekerjaan paket sistem untuk Fase 2 MRT Jakarta yang ditargetkan selesai pada tahun 2027, dengan dukungan perangkat sistem yang lebih baik dan modern," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginginkan sistem pembayaran Transjakarta hingga MRT Jakarta bisa sambil berlari atau payment for movement seperti di kota-kota besar seperti Jepang, Korea dan sebagainya.
Baca juga: Cincin Donat Dukuh Atas Bakal Terhubung 2026, Ini Penampakannya
"Saya berharap seperti di kota-kota besar dunia, sambil lari begini aja (nyontohin ngetap masuk transportasi publik) bisa ngetap," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (30/10).
Pramono menyoroti sistem tap in/tap out di pintu masuk layanan Transjakarta dan MRT Jakarta tidak berjalan dengan baik. Sehingga dirinya meminta Transjakarta dan MRT Jakarta untuk memperbaiki sistem pembayaran tersebut.
"Untuk Transjakarta saya sendiri juga mengeluhkan hal yang sama tappingnya seringkali tidak berjalan dengan baik untuk itu saya sudah meminta kepada jajaran Transjakarta untuk memperbaiki supaya tidak terulang kembali, termasuk MRT bukan hanya Transjakarta supaya kemudian semua yang terkoneksi untuk sistem pembayaran di Jakarta supaya sekarang ini dilakukan perbaikan," ujarnya.
Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta, Rendy Primartantyo mengatakan tetap mengedepankan keandalan sistem dan kenyamanan pengguna dengan pemeliharaan rutin.
"MRT Jakarta senantiasa mengedepankan keandalan sistem dan kenyamanan pengguna. Saat ini, kami terus melakukan pemeliharaan rutin serta perbaikan bertahap terhadap seluruh perangkat, termasuk mesin tap in dan tap out di seluruh stasiun, sebagai bagian dari langkah jangka pendek untuk menjaga kualitas layanan," kata Rendy, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Bersama Menkum Resmikan 267 Pos Bantuan Hukum, Pramono: Ada di Setiap Kelurahan
Rendy menyebut sebagai jangka panjang peningkatan sistem pembayaran secara menyeluruh menunggu proyek Fase 2 MRT Jakarta selesai pada 2027 mendatang.
"Selain itu, sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, perbaikan dan peningkatan sistem pembayaran secara menyeluruh akan dilakukan seiring dengan penyelesaian pekerjaan paket sistem untuk Fase 2 MRT Jakarta yang ditargetkan selesai pada tahun 2027, dengan dukungan perangkat sistem yang lebih baik dan modern," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginginkan sistem pembayaran Transjakarta hingga MRT Jakarta bisa sambil berlari atau payment for movement seperti di kota-kota besar seperti Jepang, Korea dan sebagainya.
Baca juga: Cincin Donat Dukuh Atas Bakal Terhubung 2026, Ini Penampakannya
"Saya berharap seperti di kota-kota besar dunia, sambil lari begini aja (nyontohin ngetap masuk transportasi publik) bisa ngetap," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (30/10).
Pramono menyoroti sistem tap in/tap out di pintu masuk layanan Transjakarta dan MRT Jakarta tidak berjalan dengan baik. Sehingga dirinya meminta Transjakarta dan MRT Jakarta untuk memperbaiki sistem pembayaran tersebut.
"Untuk Transjakarta saya sendiri juga mengeluhkan hal yang sama tappingnya seringkali tidak berjalan dengan baik untuk itu saya sudah meminta kepada jajaran Transjakarta untuk memperbaiki supaya tidak terulang kembali, termasuk MRT bukan hanya Transjakarta supaya kemudian semua yang terkoneksi untuk sistem pembayaran di Jakarta supaya sekarang ini dilakukan perbaikan," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :