Cegah Banjir, Kali Ciliwung Bakal Dinormalisasi Awal 2026
Sabtu, 01 November 2025 - 17:10 WIB
loading...
Tanggul Baswedan di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan jebol. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Banjir masih terus mengintai warga bantaran saluran penghubung (PHB) Kali Pulo apabila tanggul Baswedan di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan jebol. Warga pun meminta ada solusi konkret berupa normalisasi kali hingga dibuatkan embung.
Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik dan Sosial, Chico Hakim menegaskan normalisasi menjadi program prioritas di awal 2026. Menurutnya normalisasi Ciliwung dan sejumlah kali termasuk di Jati Padang harus masuk dalam program prioritas.
"Terkait normalisasi tentu adalah program yang juga diprioritaskan yang akan dilakukan mulai awal tahun depan. Jadi normalisasi Ciliwung ini tidak bisa dihindarin dan memang sudah masuk dalam program prioritas," kata Chico saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Banjir Jakarta Makin Parah! Pramono Anung Percepat Normalisasi Kali Ciliwung
Sebelumnya, Ketua RW 06 Jati Padang, Abdul Kohar, meminta Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turun langsung mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pembangunan tanggul bukanlah solusi jangka panjang mengatasi banjir.
"Kami, masyarakat dan warga, harus benar-benar dicarikan solusi yang terbaik, dari pihak yang bertanggung jawab, terutama yang punya 'power' adalah DKI 1. Perbaikan tanggul untuk sementara, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjangnya harus dicarikan solusi terbaik, normalisasi kali atau atau buat embung atau dibuat setu, dibebaskan 7,4 hektare semua selesai," ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Petugas SDA Tambal Tanggul Baswedan Pakai Karung Pasir
Menurut Kohar, pembuatan tanggul bukanlah solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jati Padang tersebut. Pasalnya, saat tanggul dibuat, meski secara permanen pun, hanya akan kembali jebol ataupun roboh saat debit air tinggi di Kali Pulo.
"Dari tingkat RT/RW sampai kelurahan dan kecamatan tidak bisa memutuskan solusi terbaiknya, DKI 1 harus terjun, harus turun. Ini terus terang saja di RT 3 ini ada 400-500 KK kan, ini keadaannya sudah 3 hari masih kayak gini," tuturnya.
Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik dan Sosial, Chico Hakim menegaskan normalisasi menjadi program prioritas di awal 2026. Menurutnya normalisasi Ciliwung dan sejumlah kali termasuk di Jati Padang harus masuk dalam program prioritas.
"Terkait normalisasi tentu adalah program yang juga diprioritaskan yang akan dilakukan mulai awal tahun depan. Jadi normalisasi Ciliwung ini tidak bisa dihindarin dan memang sudah masuk dalam program prioritas," kata Chico saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Banjir Jakarta Makin Parah! Pramono Anung Percepat Normalisasi Kali Ciliwung
Sebelumnya, Ketua RW 06 Jati Padang, Abdul Kohar, meminta Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turun langsung mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pembangunan tanggul bukanlah solusi jangka panjang mengatasi banjir.
"Kami, masyarakat dan warga, harus benar-benar dicarikan solusi yang terbaik, dari pihak yang bertanggung jawab, terutama yang punya 'power' adalah DKI 1. Perbaikan tanggul untuk sementara, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjangnya harus dicarikan solusi terbaik, normalisasi kali atau atau buat embung atau dibuat setu, dibebaskan 7,4 hektare semua selesai," ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Petugas SDA Tambal Tanggul Baswedan Pakai Karung Pasir
Menurut Kohar, pembuatan tanggul bukanlah solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jati Padang tersebut. Pasalnya, saat tanggul dibuat, meski secara permanen pun, hanya akan kembali jebol ataupun roboh saat debit air tinggi di Kali Pulo.
"Dari tingkat RT/RW sampai kelurahan dan kecamatan tidak bisa memutuskan solusi terbaiknya, DKI 1 harus terjun, harus turun. Ini terus terang saja di RT 3 ini ada 400-500 KK kan, ini keadaannya sudah 3 hari masih kayak gini," tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :