Perubahan Iklim dan Polusi Udara Jadi Faktor Melonjaknya Kasus ISPA di Jakarta
Sabtu, 01 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
Suasana gedung bertingkat tertutup kabut polusi udara di Jakarta. Foto/Dok SindoNews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) di DKI Jakarta melonjak tajam hingga mencapai 1,9 juta dalam kurun waktu sebulan terakhir. Dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) dr. Risky Akaputra mengungkapkan bahwa melonjaknya kasus ISPA tersebut disebabkan faktor perubahan iklim dan polusi udara yang tinggi.
Dia menjelaskan, ISPA merupakan penyakit yang disebabkan infeksi akut pada saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif juga menjadi penyumbang signifikan meningkatnya kasus ISPA, selain faktor lingkungan.
"ISPA itu artinya infeksi saluran pernapasan akut, bukan atas seperti yang banyak orang salah paham. Peningkatannya saat ini disebabkan faktor perubahan iklim dan polusi udara yang tinggi,” ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (1/11/2025).
![Perubahan Iklim dan Polusi Udara Jadi Faktor Melonjaknya Kasus ISPA di Jakarta]()
Baca juga: Pramono Akui Kasus ISPA hingga Flu di Jakarta Naik
Dia menuturkan, asap rokok dapat merusak silia, yaitu mekanisme pembersihan alami saluran napas. “Sekali hisapan rokok bisa mematikan jutaan silia yang seharusnya melindungi kita dari infeksi," tuturnya.
Maka itu, menurut dia, sebagai langkah pencegahan dari penyakit ISPA, pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diminta untuk rajin mencuci tangan, menggunakan masker terutama bagi yang sedang sakit, menjaga waktu istirahat malam yang cukup, serta rutin berolahraga ringan.
Pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, atau pasien dengan imunitas rendah selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap terkontrol.
“Selain itu, sangat penting untuk berhenti merokok. Rokok bukan hanya merusak paru, tapi juga menurunkan daya tahan tubuh terhadap berbagai virus dan bakteri penyebab ISPA,” pungkasnya.
Dia menjelaskan, ISPA merupakan penyakit yang disebabkan infeksi akut pada saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif juga menjadi penyumbang signifikan meningkatnya kasus ISPA, selain faktor lingkungan.
"ISPA itu artinya infeksi saluran pernapasan akut, bukan atas seperti yang banyak orang salah paham. Peningkatannya saat ini disebabkan faktor perubahan iklim dan polusi udara yang tinggi,” ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (1/11/2025).

Baca juga: Pramono Akui Kasus ISPA hingga Flu di Jakarta Naik
Dia menuturkan, asap rokok dapat merusak silia, yaitu mekanisme pembersihan alami saluran napas. “Sekali hisapan rokok bisa mematikan jutaan silia yang seharusnya melindungi kita dari infeksi," tuturnya.
Maka itu, menurut dia, sebagai langkah pencegahan dari penyakit ISPA, pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diminta untuk rajin mencuci tangan, menggunakan masker terutama bagi yang sedang sakit, menjaga waktu istirahat malam yang cukup, serta rutin berolahraga ringan.
Pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, atau pasien dengan imunitas rendah selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap terkontrol.
“Selain itu, sangat penting untuk berhenti merokok. Rokok bukan hanya merusak paru, tapi juga menurunkan daya tahan tubuh terhadap berbagai virus dan bakteri penyebab ISPA,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :