Pengembangan Pariwisata, Balkondes Karangrejo Borobudur Tampil di Pasar Eropa
Sabtu, 01 November 2025 - 09:01 WIB
loading...
Dukung pengembangan ekonomi berbasis pariwisata, Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo Borobudur, Jawa Tengah akhirnya tampil di pasar Eropa. Foto: Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Dukung pengembangan ekonomi berbasis pariwisata , Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo Borobudur, Jawa Tengah akhirnya tampil di pasar Eropa. Langkah ini merupakan komitmen dan peran PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sebagai Subholding Gas PT Pertamina Persero untuk mengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis energi bersih dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui ajang Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 di Utrecht, Belanda, Kamis (30/10/2025), PGN menampilkan kiprah Balkondes Karangrejo di hadapan pelaku industri dan mitra internasional.
Baca juga: Melalui Sadar Wisata, Desa Wisata di Kawasan Borobudur Terus Lakukan Pengembangan
Duta Besar Indonesia untuk Belanda HE Mayerfas mengatakan, DMI Expo menjadi momentum penting memperkuat kerja sama bisnis dan pariwisata antara Indonesia dan Eropa, khususnya Belanda yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke pasar Eropa dan Amerika Utara.
“Potensi kekayaan alam, rempah, dan pariwisata Indonesia sangat besar. Destinasi di luar Bali seperti Borobudur harus terus dikembangkan agar tidak kalah bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya,” ujar Mayerfas, Sabtu (1/11/2025).
PGN menampilkan keberhasilan Balkondes PGN Karangrejo, desa binaan yang bertransformasi menjadi model pariwisata berkelanjutan dan mandiri.
Berawal dari homestay sederhana, kawasan ini kini menjelma menjadi ekosistem wisata terpadu yang menjadi wadah kreativitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi regional.
Selaras dengan komitmen terhadap energi ramah lingkungan, PGN menghadirkan sistem Compressed Natural Gas (CNG) cluster untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 150 rumah tangga serta panel surya untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik kawasan Balkondes.
Hasilnya, Balkondes PGN Karangrejo mencatat omzet hingga Rp3,6 miliar pada 2024 dengan 80 persen tenaga kerja lokal yang dilatih untuk mengelola homestay, restoran, dan paket wisata seperti tur VW Safari, bersepeda, arung jeram, hingga wisata edukasi pertanian.
Pendapatan dari Balkondes dikembalikan ke desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Division Head Corporate Social Responsibility PT PGN Tbk Krisdyan Widagdo Adhi menambahkan keberhasilan Balkondes Karangrejo tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari perubahan sosial dan pola pikir masyarakat.
“Yang paling berharga bukan sekadar peningkatan omzet, tapi lahirnya kemandirian dan semangat gotong royong masyarakat. Mereka kini menyadari bahwa potensi desa bisa menjadi sumber kesejahteraan tanpa merusak lingkungan,” katanya.
Setelah sesi business matching di DMI Expo, sejumlah agen perjalanan asal Belanda menunjukkan minat untuk memasukkan Balkondes PGN Karangrejo ke dalam paket wisata mereka. Potensi kolaborasi ini membuka peluang promosi lebih luas bagi pariwisata berbasis budaya dan ekowisata komunitas desa di pasar Eropa.
Melalui ajang Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 di Utrecht, Belanda, Kamis (30/10/2025), PGN menampilkan kiprah Balkondes Karangrejo di hadapan pelaku industri dan mitra internasional.
Baca juga: Melalui Sadar Wisata, Desa Wisata di Kawasan Borobudur Terus Lakukan Pengembangan
Duta Besar Indonesia untuk Belanda HE Mayerfas mengatakan, DMI Expo menjadi momentum penting memperkuat kerja sama bisnis dan pariwisata antara Indonesia dan Eropa, khususnya Belanda yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke pasar Eropa dan Amerika Utara.
“Potensi kekayaan alam, rempah, dan pariwisata Indonesia sangat besar. Destinasi di luar Bali seperti Borobudur harus terus dikembangkan agar tidak kalah bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya,” ujar Mayerfas, Sabtu (1/11/2025).
PGN menampilkan keberhasilan Balkondes PGN Karangrejo, desa binaan yang bertransformasi menjadi model pariwisata berkelanjutan dan mandiri.
Berawal dari homestay sederhana, kawasan ini kini menjelma menjadi ekosistem wisata terpadu yang menjadi wadah kreativitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi regional.
Selaras dengan komitmen terhadap energi ramah lingkungan, PGN menghadirkan sistem Compressed Natural Gas (CNG) cluster untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 150 rumah tangga serta panel surya untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik kawasan Balkondes.
Hasilnya, Balkondes PGN Karangrejo mencatat omzet hingga Rp3,6 miliar pada 2024 dengan 80 persen tenaga kerja lokal yang dilatih untuk mengelola homestay, restoran, dan paket wisata seperti tur VW Safari, bersepeda, arung jeram, hingga wisata edukasi pertanian.
Pendapatan dari Balkondes dikembalikan ke desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Division Head Corporate Social Responsibility PT PGN Tbk Krisdyan Widagdo Adhi menambahkan keberhasilan Balkondes Karangrejo tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari perubahan sosial dan pola pikir masyarakat.
“Yang paling berharga bukan sekadar peningkatan omzet, tapi lahirnya kemandirian dan semangat gotong royong masyarakat. Mereka kini menyadari bahwa potensi desa bisa menjadi sumber kesejahteraan tanpa merusak lingkungan,” katanya.
Setelah sesi business matching di DMI Expo, sejumlah agen perjalanan asal Belanda menunjukkan minat untuk memasukkan Balkondes PGN Karangrejo ke dalam paket wisata mereka. Potensi kolaborasi ini membuka peluang promosi lebih luas bagi pariwisata berbasis budaya dan ekowisata komunitas desa di pasar Eropa.
(jon)
Lihat Juga :