Refleksi Sumpah Pemuda, Melodi Nusantara Serukan Kebangkitan Karya Pemuda Indonesia
Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:35 WIB
loading...
Di momen bersejarah peringatan Hari Sumpah Pemuda, PSM UGM meluncurkan music video (MV) bertajuk Melodi Nusantara di Yogyakarta, Selasa (28/10/2025). Foto/Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Di momen bersejarah peringatan Hari Sumpah Pemuda, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan music video (MV) bertajuk Melodi Nusantara di Yogyakarta, Selasa (28/10/2025).
Karya ini menjadi simbol doa musikal untuk persatuan bangsa sekaligus bentuk nyata semangat gotong royong dan kreativitas anak muda Indonesia di era digital. Peluncuran Melodi Nusantara menandai kolaborasi istimewa antara PSM UGM dan 8TUALLY yang memadukan kekuatan sinematik dengan performa vokal paduan suara.
Baca juga: Home Kampus Kisah Amanda Eka Lupita, Wisudawan Termuda S2 UGM di Usia 22 Tahun
Dalam acara ini, penonton disuguhkan live performance dari PSM UGM yang tampil serentak dengan pemutaran perdana music video, sebuah konsep yang menghadirkan pengalaman audiovisual penuh makna.
“Launching kali ini menjadi tantangan baru untuk kami. Menyajikan pemutaran music video yang dibarengi live performance paduan suara bukan hal yang mudah, tetapi kami ingin menjawab tantangan itu,” ujar Lion Bagaskara, perwakilan dari 8TUALLY sekaligus ketua pelaksana acara, dikutip Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, konsep tersebut dirancang agar audiens dapat merasakan kedalaman emosi dan harmoni yang sama seperti saat tim produksi pertama kali mendengarkan keindahan vokal PSM UGM.
Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Muhammad Najib Machasin, dilanjutkan sambutan dari dua tokoh nasional yang turut memberikan makna mendalam bagi peluncuran karya ini.
Baca juga: Kisah Mualaf Jenderal Kopassus Lodewijk Freidrich Paulus, Sempat Ditentang Keluarga dan Disebut Bakal Masuk Neraka
Gema Sasmita, Ketua Umum Gerakan Relawan Nasional (GERNAS) sekaligus Pembina Musik Latar Indonesia (MLID) dan 8TUALLY menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa yang kini berjuang melalui karya dan inovasi.
“Dulu, para pemuda berjuang dengan kata dan ketenangan. Kini, generasi muda berjuang dengan nada dan karya,” ujar Gema Sasmita. Dalam sambutannya, Gema juga menyampaikan apresiasi kepada Satriyo Yudi Wahono (Piyu Padi) selaku Ketua Umum Asosiasi Komposer Indonesia (AKSI) atas perjuangannya memperkuat perlindungan hak cipta melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014.
“Negara yang besar bukanlah yang hanya membangun gedung-gedung tinggi, tetapi yang meninggikan martabat para penciptanya di akar rumput,” tegasnya.
Dukungan kuat datang pula dari Piyu Padi yang menyebut Melodi Nusantara sebagai bukti bahwa semangat berkarya di tanah air tidak pernah padam.
Ia berharap karya ini menjadi momentum kebangkitan kreativitas nasional di kalangan generasi muda.
“Kami berharap Melodi Nusantara menjadi bukti bahwa semangat berkarya di tanah air tidak pernah padam. Kami juga berharap media turut menyebarluaskan dan memviralkan karya ini,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili semangat generasi muda, Lion Bagaskara mengajak rekan sebayanya untuk aktif berkontribusi melalui karya nyata.
“Dengan semangat Sumpah Pemuda, kami ingin menginspirasi anak-anak muda. Pesannya cuma satu, jangan rebahan saja, mari kita berkarya,” ungkapnya.
Lagu “Melodi Nusantara” sendiri diciptakan oleh Rois Munandar, berangkat dari kerinduan mendalam akan keasrian Indonesia di masa lalu.
Awalnya lagu ini merupakan karya instrumental berjudul Melodies of Nusantara dari MLID yang kemudian diperkuat dengan vokal dari PSM UGM untuk memperluas makna dan menjangkau audiens yang lebih luas. Proses syuting dilakukan di Balairung UGM, gedung bersejarah yang menjadi saksi lahirnya banyak peristiwa penting bagi dunia pendidikan dan kebangsaan Indonesia.
Karya ini menjadi simbol doa musikal untuk persatuan bangsa sekaligus bentuk nyata semangat gotong royong dan kreativitas anak muda Indonesia di era digital. Peluncuran Melodi Nusantara menandai kolaborasi istimewa antara PSM UGM dan 8TUALLY yang memadukan kekuatan sinematik dengan performa vokal paduan suara.
Baca juga: Home Kampus Kisah Amanda Eka Lupita, Wisudawan Termuda S2 UGM di Usia 22 Tahun
Dalam acara ini, penonton disuguhkan live performance dari PSM UGM yang tampil serentak dengan pemutaran perdana music video, sebuah konsep yang menghadirkan pengalaman audiovisual penuh makna.
“Launching kali ini menjadi tantangan baru untuk kami. Menyajikan pemutaran music video yang dibarengi live performance paduan suara bukan hal yang mudah, tetapi kami ingin menjawab tantangan itu,” ujar Lion Bagaskara, perwakilan dari 8TUALLY sekaligus ketua pelaksana acara, dikutip Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, konsep tersebut dirancang agar audiens dapat merasakan kedalaman emosi dan harmoni yang sama seperti saat tim produksi pertama kali mendengarkan keindahan vokal PSM UGM.
Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Muhammad Najib Machasin, dilanjutkan sambutan dari dua tokoh nasional yang turut memberikan makna mendalam bagi peluncuran karya ini.
Baca juga: Kisah Mualaf Jenderal Kopassus Lodewijk Freidrich Paulus, Sempat Ditentang Keluarga dan Disebut Bakal Masuk Neraka
Gema Sasmita, Ketua Umum Gerakan Relawan Nasional (GERNAS) sekaligus Pembina Musik Latar Indonesia (MLID) dan 8TUALLY menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa yang kini berjuang melalui karya dan inovasi.
“Dulu, para pemuda berjuang dengan kata dan ketenangan. Kini, generasi muda berjuang dengan nada dan karya,” ujar Gema Sasmita. Dalam sambutannya, Gema juga menyampaikan apresiasi kepada Satriyo Yudi Wahono (Piyu Padi) selaku Ketua Umum Asosiasi Komposer Indonesia (AKSI) atas perjuangannya memperkuat perlindungan hak cipta melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014.
“Negara yang besar bukanlah yang hanya membangun gedung-gedung tinggi, tetapi yang meninggikan martabat para penciptanya di akar rumput,” tegasnya.
Dukungan kuat datang pula dari Piyu Padi yang menyebut Melodi Nusantara sebagai bukti bahwa semangat berkarya di tanah air tidak pernah padam.
Ia berharap karya ini menjadi momentum kebangkitan kreativitas nasional di kalangan generasi muda.
“Kami berharap Melodi Nusantara menjadi bukti bahwa semangat berkarya di tanah air tidak pernah padam. Kami juga berharap media turut menyebarluaskan dan memviralkan karya ini,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili semangat generasi muda, Lion Bagaskara mengajak rekan sebayanya untuk aktif berkontribusi melalui karya nyata.
“Dengan semangat Sumpah Pemuda, kami ingin menginspirasi anak-anak muda. Pesannya cuma satu, jangan rebahan saja, mari kita berkarya,” ungkapnya.
Lagu “Melodi Nusantara” sendiri diciptakan oleh Rois Munandar, berangkat dari kerinduan mendalam akan keasrian Indonesia di masa lalu.
Awalnya lagu ini merupakan karya instrumental berjudul Melodies of Nusantara dari MLID yang kemudian diperkuat dengan vokal dari PSM UGM untuk memperluas makna dan menjangkau audiens yang lebih luas. Proses syuting dilakukan di Balairung UGM, gedung bersejarah yang menjadi saksi lahirnya banyak peristiwa penting bagi dunia pendidikan dan kebangsaan Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :