IPDN Gelar Peringatan 7 Dekade KAA, Wamendagri: Diplomasi Akademik di Kancah Global
Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Connie menegaskan Bandung Spirit masih sangat relevan di tengah pergeseran tatanan global saat ini, khususnya dengan munculnya kekuatan baru seperti BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) yang mencerminkan perlawanan terhadap ketimpangan global dan dominasi ekonomi-politik negara besar.
“Semangat Bandung bukanlah nostalgia, melainkan kesadaran yang hidup. Kita diingatkan bahwa keadilan dan perdamaian tidak diwariskan, tetapi harus terus dibangun dengan kebijaksanaan. Inilah jiwa yang harus menuntun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya, Selasa (28/10/2025).
Baca juga: Hasil Kelulusan Tes Psikologi Sekolah Kedinasan IPDN 2025 Resmi Diumumkan
Setelah Plenary Session di Gedung Loka Wirasaba, kegiatan dilanjutkan dengan enam parallel session yang tersebar di Fakultas Politik Pemerintahan (FPP), Fakultas Manajemen Pemerintahan (FMP), dan Fakultas Perlindungan Masyarakat (FPM). Para akademisi dari berbagai negara, termasuk dosen-dosen IPDN, turut berpartisipasi aktif sebagai pembicara dan moderator dalam diskusi ilmiah yang membahas isu strategis seperti tata kelola pemerintahan global, inovasi kebijakan publik, transformasi digital, dan kerja sama pembangunan berkelanjutan.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini sebagai bentuk diplomasi akademik Indonesia di kancah global.
“Semangat Bandung bukanlah nostalgia, melainkan kesadaran yang hidup. Kita diingatkan bahwa keadilan dan perdamaian tidak diwariskan, tetapi harus terus dibangun dengan kebijaksanaan. Inilah jiwa yang harus menuntun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya, Selasa (28/10/2025).
Baca juga: Hasil Kelulusan Tes Psikologi Sekolah Kedinasan IPDN 2025 Resmi Diumumkan
Setelah Plenary Session di Gedung Loka Wirasaba, kegiatan dilanjutkan dengan enam parallel session yang tersebar di Fakultas Politik Pemerintahan (FPP), Fakultas Manajemen Pemerintahan (FMP), dan Fakultas Perlindungan Masyarakat (FPM). Para akademisi dari berbagai negara, termasuk dosen-dosen IPDN, turut berpartisipasi aktif sebagai pembicara dan moderator dalam diskusi ilmiah yang membahas isu strategis seperti tata kelola pemerintahan global, inovasi kebijakan publik, transformasi digital, dan kerja sama pembangunan berkelanjutan.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini sebagai bentuk diplomasi akademik Indonesia di kancah global.
Lihat Juga :