FIA UI Gerakkan Warga Depok Perkuat Program Bank Sampah
Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:51 WIB
loading...
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan darurat sampah, Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Administrasi UI bersama warga Depok Jaya, Pancoran Mas melaksanakan rangkaian Pengabdian Masyarakat. Foto: Ist
A
A
A
DEPOK - Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Depok. Tidak hanya sampah organik, sampah anorganik terutama plastik juga menjadi tantangan serius yang perlu segera ditangani.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan darurat sampah, Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (Pengmas FIA UI) bersama warga Perumnas Depok 1, Depok Jaya, Pancoran Mas melaksanakan rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini bertema “Penguatan Program Bank Sampah dalam Upaya Pengelolaan Sampah Anorganik Rumah Tangga”.
Baca juga: Buang Sampah Sembarangan, 11 Warga Depok Terjaring OTT
Kegiatan diawali Focus Group Discussion (FGD) antara tim pengabdi dengan pengurus RW 06 dan kader Bank Sampah Antakusuma dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga RT 08 Perumnas Depok 1.
Program ini diinisiasi Ketua Tim Pengabdi Afiati Indri Wardani bersama anggota tim dosen Kusnar Budi, Sri Susilih, dan Eva Andayani, serta sejumlah mahasiswa FIA UI.
Ketua RW 06 Puguh Santoso mengatakan, salah satu kendala utama pengurus Bank Sampah Antakusuma adalah belum adanya sekretariat khusus. “Kami sedang menyusun rencana untuk mendirikan sekretariat agar pengurus bank sampah dapat lebih optimal menjalankan kegiatan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Ketua Tim Pengabdi FIA UI Afiati Indri Wardani menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendiskusikan langkah-langkah penguatan kapasitas dan tata kelola bank sampah di RW 06.
Dalam sesi diskusi, Ketua Bank Sampah Antakusuma RW 06 Siti Hadijah memaparkan bank sampah terbentuk sejak Agustus 2022 karena keprihatinan warga terhadap penuh dan menumpuknya sampah di TPS RW 06, terutama pascalibur Hari Raya.
Jumlah nasabah bank sampah kini telah meningkat dari sekitar 70–80 orang menjadi 123 nasabah. Namun, dia menyebutkan sejumlah kendala masih dihadapi seperti rendahnya kesadaran warga memilah sampah, keterbatasan ruang pengolahan, serta adanya keluhan terkait harga jual sampah.
“Kami butuh dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan, fasilitas, dan pendanaan agar bank sampah bisa lebih kuat,” ungkapnya.
Dalam sesi tersebut, Siti Hadijah menekankan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga untuk mengurangi beban TPS RW 06 dan TPA Cipayung yang semakin kritis. Bank sampah kini turut mengelola sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dari total sampah rumah tangga.
Ketua PKK RW 06 Ria Anjani menilai persepsi masyarakat terhadap nilai ekonomi sampah perlu diluruskan. “Mindset warga menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran memilah sampah,” katanya.
Setelah FGD, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga RT 08. Ketua RT 08 Sarmin membuka acara dengan menyampaikan bahwa pihaknya telah menambah ember-ember sampah di sekitar lingkungan agar warga lebih mudah melakukan pemilahan.
Ria mengajak warga lebih peduli terhadap masalah sampah karena penyelesaiannya merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua RT 08 Sarmin menutup kegiatan dengan harapan agar sosialisasi ini meningkatkan semangat warga memilah sampah dan menambah jumlah nasabah bank sampah.
“Melalui penguatan program bank sampah di lingkungan RW 06, kami berharap pengurangan volume sampah dapat tercapai dan masyarakat semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan,” ujar Sarmin.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan darurat sampah, Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (Pengmas FIA UI) bersama warga Perumnas Depok 1, Depok Jaya, Pancoran Mas melaksanakan rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini bertema “Penguatan Program Bank Sampah dalam Upaya Pengelolaan Sampah Anorganik Rumah Tangga”.
Baca juga: Buang Sampah Sembarangan, 11 Warga Depok Terjaring OTT
Kegiatan diawali Focus Group Discussion (FGD) antara tim pengabdi dengan pengurus RW 06 dan kader Bank Sampah Antakusuma dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga RT 08 Perumnas Depok 1.
Program ini diinisiasi Ketua Tim Pengabdi Afiati Indri Wardani bersama anggota tim dosen Kusnar Budi, Sri Susilih, dan Eva Andayani, serta sejumlah mahasiswa FIA UI.
Ketua RW 06 Puguh Santoso mengatakan, salah satu kendala utama pengurus Bank Sampah Antakusuma adalah belum adanya sekretariat khusus. “Kami sedang menyusun rencana untuk mendirikan sekretariat agar pengurus bank sampah dapat lebih optimal menjalankan kegiatan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Ketua Tim Pengabdi FIA UI Afiati Indri Wardani menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendiskusikan langkah-langkah penguatan kapasitas dan tata kelola bank sampah di RW 06.
Dalam sesi diskusi, Ketua Bank Sampah Antakusuma RW 06 Siti Hadijah memaparkan bank sampah terbentuk sejak Agustus 2022 karena keprihatinan warga terhadap penuh dan menumpuknya sampah di TPS RW 06, terutama pascalibur Hari Raya.
Jumlah nasabah bank sampah kini telah meningkat dari sekitar 70–80 orang menjadi 123 nasabah. Namun, dia menyebutkan sejumlah kendala masih dihadapi seperti rendahnya kesadaran warga memilah sampah, keterbatasan ruang pengolahan, serta adanya keluhan terkait harga jual sampah.
“Kami butuh dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan, fasilitas, dan pendanaan agar bank sampah bisa lebih kuat,” ungkapnya.
Dalam sesi tersebut, Siti Hadijah menekankan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga untuk mengurangi beban TPS RW 06 dan TPA Cipayung yang semakin kritis. Bank sampah kini turut mengelola sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dari total sampah rumah tangga.
Ketua PKK RW 06 Ria Anjani menilai persepsi masyarakat terhadap nilai ekonomi sampah perlu diluruskan. “Mindset warga menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran memilah sampah,” katanya.
Setelah FGD, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga RT 08. Ketua RT 08 Sarmin membuka acara dengan menyampaikan bahwa pihaknya telah menambah ember-ember sampah di sekitar lingkungan agar warga lebih mudah melakukan pemilahan.
Ria mengajak warga lebih peduli terhadap masalah sampah karena penyelesaiannya merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua RT 08 Sarmin menutup kegiatan dengan harapan agar sosialisasi ini meningkatkan semangat warga memilah sampah dan menambah jumlah nasabah bank sampah.
“Melalui penguatan program bank sampah di lingkungan RW 06, kami berharap pengurangan volume sampah dapat tercapai dan masyarakat semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan,” ujar Sarmin.
(jon)
Lihat Juga :