Soal Pemindahan IKJ ke Kota Tua, Pramono: Yang Kita Pindahkan Bukan Institutnya, tetapi Ruang Ekspresinya
Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:06 WIB
loading...
Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terus mematangkan wacana pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke Kota Tua , Jakarta Barat. Dia menegaskan hanya ruang berekspresinya yang pindah, bukan kampusnya.
"Kita segera memindahkan IKJ. Yang kita pindahkan bukan institutnya, tetapi ruang-ruang untuk berekspresinya yang kita pindahkan ke Kota Tua," ucap Pramono seusai memberikan sambutan dalam kegiatan Seremoni Grand Reopening New M Bloc Space di Jalan Panglima Polim, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Pemindahan ruang berekspresi ini merupakan upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghidupkan kembali kawasan Kota Tua. Selain pemindahan ruang berekspresi IKJ, Pramono juga akan bekerja sama dengan kementerian demi memperkuat seni budaya di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pramono Wacanakan Pemindahan IKJ dari Kawasan TIM ke Kota Tua
"Kemudian nanti di Kota Tua, kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan juga dengan Kementerian Investasi," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, wacana pemindahan IKJ ini diungkapkan Pramono demi tujuan membangun kawasan Kota Tua. "Kami sedang melakukan pendalaman. Kenapa kemudian IKJ akan kami pindahkan ke Kota Tua? Karena memang di Kota Tua itu tempatnya bagus banget," ujar Pramono kepada wartawan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025).
Apalagi, kata Pramono, kawasan Kota Tua juga kerap diisi oleh sejumlah panggung kesenian. Menurut dia, IKJ yang dipenuhi dengan seniman justru membantu kegiatan panggung seni di kawasan Kota Tua.
"Saya sudah beberapa kali melihat dan untuk itu harus ada panggung kesenian yang terus-menerus diadakan. Dan panggung kesenian itu akan sangat mudah diadakan kalau kemudian senimannya juga ada di sana sambil bersekolah," jelasnya.
Dia mengatakan. upaya ini bertujuan terus memperkenalkan Kota Tua semakin luas. Apalagi, kawasan itu juga dikenal sebagai tempat peninggalan bersejarah.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi pemantik ataupun inisiator untuk menghidupkan Kota Tua, sebagai tempat yang heritage, tempat yang bisa berkembang dengan baik, dan kemudian tentunya menjadi lebih baik, lebih rapi, tapi berkeseniannya tetap bisa dilakukan."
"Kita segera memindahkan IKJ. Yang kita pindahkan bukan institutnya, tetapi ruang-ruang untuk berekspresinya yang kita pindahkan ke Kota Tua," ucap Pramono seusai memberikan sambutan dalam kegiatan Seremoni Grand Reopening New M Bloc Space di Jalan Panglima Polim, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Pemindahan ruang berekspresi ini merupakan upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghidupkan kembali kawasan Kota Tua. Selain pemindahan ruang berekspresi IKJ, Pramono juga akan bekerja sama dengan kementerian demi memperkuat seni budaya di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pramono Wacanakan Pemindahan IKJ dari Kawasan TIM ke Kota Tua
"Kemudian nanti di Kota Tua, kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan juga dengan Kementerian Investasi," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, wacana pemindahan IKJ ini diungkapkan Pramono demi tujuan membangun kawasan Kota Tua. "Kami sedang melakukan pendalaman. Kenapa kemudian IKJ akan kami pindahkan ke Kota Tua? Karena memang di Kota Tua itu tempatnya bagus banget," ujar Pramono kepada wartawan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025).
Apalagi, kata Pramono, kawasan Kota Tua juga kerap diisi oleh sejumlah panggung kesenian. Menurut dia, IKJ yang dipenuhi dengan seniman justru membantu kegiatan panggung seni di kawasan Kota Tua.
"Saya sudah beberapa kali melihat dan untuk itu harus ada panggung kesenian yang terus-menerus diadakan. Dan panggung kesenian itu akan sangat mudah diadakan kalau kemudian senimannya juga ada di sana sambil bersekolah," jelasnya.
Dia mengatakan. upaya ini bertujuan terus memperkenalkan Kota Tua semakin luas. Apalagi, kawasan itu juga dikenal sebagai tempat peninggalan bersejarah.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi pemantik ataupun inisiator untuk menghidupkan Kota Tua, sebagai tempat yang heritage, tempat yang bisa berkembang dengan baik, dan kemudian tentunya menjadi lebih baik, lebih rapi, tapi berkeseniannya tetap bisa dilakukan."
(zik)
Lihat Juga :