Tiang Monorel Mangkrak, Pramono: Kalau Adhi Karya Tak Bisa Bongkar, Kami yang Eksekusi
Senin, 27 Oktober 2025 - 18:18 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan PT Adhi Karya membongkar tiang monorel di Kuningan, Jakarta Selatan. Pemprov Jakarta siap mengeksekusi jika Adhi Karya tak bisa membongkar. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan PT Adhi Karya membongkar tiang pancang monorel yang membentang di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Mengenai pembongkaran, Pemprov Jakarta telah mengirim surat ke PT Adhi Karya.
"Mengenai Adhi Karya. Kami segera berkirim surat bahkan sebenarnya sudah pembicaraan. Kami persilakan Adhi Karya membongkarnya," ujar Pramono di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Baca juga: Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar Awal 2026, Pramono Ngaku Tak Bisa Tidur dan Bermimpi
Dia menawarkan diri kalau pihaknya siap mengeksekusi pembongkaran monorel jika PT Adhi Karya tak bisa membongkar. Bahkan, Pemprov Jakarta akan menyediakan lahan untuk tiang-tiang monorel yang telah dibongkar.
"Kalau Adhi Karya nggak bisa membongkar, kami yang akan bongkar. Kan sudah kurang baik apa? Kita kasih kesempatan duluan kalau nggak bisa, kami yang bongkar dan kalau sudah kami yang bongkar nanti kami taruh silakan diambil kan gitu," katanya.
Mengenai pembongkaran monorel, dia targetkan dimulai Januari 2025. Pemprov Jakarta akan proaktif mengawal proses pembongkaran tiang-tiang monorel terbengkalai.
Sekadar informasi, pembangunan monorel di Ibu Kota dicanangkan Gubernur Sutiyoso pada tahun 2002 untuk mengembangkan moda angkutan massal selain bus Transjakarta dan subway.
Monorel di Jakarta terbagi dalam dua jalur. Rute jalur hijau (green line) yakni Semanggi-Casablanca- Kuningan-Semanggi dan jalur biru (blue line) meliputi Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.
Pada 2004 konstruksi mulai dikerjakan dengan membuat tiang-tiang pancang. Namun, pembangunan proyek ini tersendat. Harapan sempat muncul saat seremonial pemasangan batu pertama di Tugu 66, Kuningan, Jakarta Selatan pada Oktober 2013.
Setelah batu pertama dipancangkan belum berlanjut ke batu kedua. Alih-alih terlihat ada struktur konstruksinya, area konstruksi sama sekali tidak ada kegiatan.
Gubernur Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih memilih mengembangkan LRT daripada monorel. Dari segi teknis dan pengembangan, LRT lebih mudah dibandingkan monorel.
Terlebih pihaknya sudah memastikan PT JM gagal melanjutkan proyek senilai Rp12 triliun karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti uang 30% atau Rp4 triliun. Mereka juga dinilai menyalahi pembangunan depo di Waduk Setiabudi dan Tanah Abang yang merusak tata ruang.
"Mengenai Adhi Karya. Kami segera berkirim surat bahkan sebenarnya sudah pembicaraan. Kami persilakan Adhi Karya membongkarnya," ujar Pramono di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Baca juga: Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar Awal 2026, Pramono Ngaku Tak Bisa Tidur dan Bermimpi
Dia menawarkan diri kalau pihaknya siap mengeksekusi pembongkaran monorel jika PT Adhi Karya tak bisa membongkar. Bahkan, Pemprov Jakarta akan menyediakan lahan untuk tiang-tiang monorel yang telah dibongkar.
"Kalau Adhi Karya nggak bisa membongkar, kami yang akan bongkar. Kan sudah kurang baik apa? Kita kasih kesempatan duluan kalau nggak bisa, kami yang bongkar dan kalau sudah kami yang bongkar nanti kami taruh silakan diambil kan gitu," katanya.
Mengenai pembongkaran monorel, dia targetkan dimulai Januari 2025. Pemprov Jakarta akan proaktif mengawal proses pembongkaran tiang-tiang monorel terbengkalai.
Sekadar informasi, pembangunan monorel di Ibu Kota dicanangkan Gubernur Sutiyoso pada tahun 2002 untuk mengembangkan moda angkutan massal selain bus Transjakarta dan subway.
Monorel di Jakarta terbagi dalam dua jalur. Rute jalur hijau (green line) yakni Semanggi-Casablanca- Kuningan-Semanggi dan jalur biru (blue line) meliputi Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.
Pada 2004 konstruksi mulai dikerjakan dengan membuat tiang-tiang pancang. Namun, pembangunan proyek ini tersendat. Harapan sempat muncul saat seremonial pemasangan batu pertama di Tugu 66, Kuningan, Jakarta Selatan pada Oktober 2013.
Setelah batu pertama dipancangkan belum berlanjut ke batu kedua. Alih-alih terlihat ada struktur konstruksinya, area konstruksi sama sekali tidak ada kegiatan.
Gubernur Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih memilih mengembangkan LRT daripada monorel. Dari segi teknis dan pengembangan, LRT lebih mudah dibandingkan monorel.
Terlebih pihaknya sudah memastikan PT JM gagal melanjutkan proyek senilai Rp12 triliun karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti uang 30% atau Rp4 triliun. Mereka juga dinilai menyalahi pembangunan depo di Waduk Setiabudi dan Tanah Abang yang merusak tata ruang.
(jon)
Lihat Juga :