HUT ke-54 Tahun, BP Batam Baksos di Tanjung Banon dan Pulau Rempang
Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:18 WIB
loading...
Memperingati HUT ke-54 tahun, BP Batam menggelar kegiatan bakti sosial di kawasan Tanjung Banon, Pulau Rempang, Kepulauan Riau, Sabtu (25/10/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam memperingati hari jadinya ke-54 tahun. Pada momen istimewa ini, BP Batam berbagi kebahagiaan dengan menggelar kegiatan bakti sosial di kawasan Tanjung Banon, Pulau Rempang, Kepulauan Riau, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini diisi dengan gelaran bazar UMKM dan door prize. Hadiah utamanya dua unit sepeda motor, dua lemari es, dan dua televisi LED, layanan kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, hingga door prize bagi masyarakat sekitar. Baca juga: Tarif Listrik Naik Mulai 1 Juli di Batam, Ini Golongan Terdampak
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah pusat yang konsisten memberikan arahan dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan kawasan Tanjung Banon dan Pulau Rempang Co-City. "Kami sangat berterima kasih karena Pak Menteri konsisten memberikan dukungan untuk percepatan kegiatan di Pulau Rempang. Tanjung Banon juga mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari rangkaian HUT BP Batam tahun ini," ujar Amsakar dalam sambutannya.
Dalam kegiatan sosial tersebut, BP Batam menghadirkan tujuh dokter spesialis dan beberapa dokter umum untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Selain itu, 300 kacamata baca dibagikan secara gratis, khitanan massal untuk 100 anak, dan 1.500 paket sembako yang dibagikan bersama Baznas.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga menyiapkan dua sepeda motor sebagai hadiah utama door prize bagi warga Tanjung Banon. Tak hanya itu, Amsakar juga mengumumkan kabar baik terkait pengembalian penuh selisih biaya rumah bagi masyarakat Tanjung Banon.
Amsakar menegaskan, peringatan hari jadi BP Batam bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk lebih dekat dan berpihak kepada masyarakat. Amsakar menambahkan bahwa peringatan HUT ke-54 tahun ini juga dimaknai untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mewujudkan aspirasi masyarakat Tanjung Banon secara bertahap. Salah satunya adalah percepatan penerbitan sertifikat lahan bagi warga yang sudah pindah.
Ia menjelaskan, kawasan transmigrasi di Tanjung Banon akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang nyaman, dengan dukungan fasilitas pendidikan dari tingkat dasar hingga rencana pembangunan Kampus Patriot. Kampus ini nantinya akan bekerja sama dengan berbagai universitas terbaik di Indonesia untuk menyediakan program beasiswa S2 bagi SDM unggul. Baca juga: Bertolak ke Jepang, Menteri Transmigrasi Siap Perkenalkan 154 Kawasan
Selain meningkatkan fasilitas, pemerintah juga berupaya mengembangkan potensi ekonomi lokal agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan. "Kami ingin transmigrasi bukan hanya perpindahan penduduk, tapi juga memberikan lapangan kerja dan kesejahteraan. BP Batam dan Pemkot Batam telah melakukan langkah luar biasa," tuturnya.
Iftitah menjelaskan hasil riset tim mahasiswa dan peneliti yang menemukan potensi besar di wilayah tersebut. Termasuk kawasan Pantai Sembulang yang memiliki kedalaman laut lebih dari 20 meter dan berpotensi menjadi tempat berlabuhnya kapal besar hingga 300.000 GWT.
Kegiatan ini diisi dengan gelaran bazar UMKM dan door prize. Hadiah utamanya dua unit sepeda motor, dua lemari es, dan dua televisi LED, layanan kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, hingga door prize bagi masyarakat sekitar. Baca juga: Tarif Listrik Naik Mulai 1 Juli di Batam, Ini Golongan Terdampak
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah pusat yang konsisten memberikan arahan dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan kawasan Tanjung Banon dan Pulau Rempang Co-City. "Kami sangat berterima kasih karena Pak Menteri konsisten memberikan dukungan untuk percepatan kegiatan di Pulau Rempang. Tanjung Banon juga mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari rangkaian HUT BP Batam tahun ini," ujar Amsakar dalam sambutannya.
Dalam kegiatan sosial tersebut, BP Batam menghadirkan tujuh dokter spesialis dan beberapa dokter umum untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Selain itu, 300 kacamata baca dibagikan secara gratis, khitanan massal untuk 100 anak, dan 1.500 paket sembako yang dibagikan bersama Baznas.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, panitia juga menyiapkan dua sepeda motor sebagai hadiah utama door prize bagi warga Tanjung Banon. Tak hanya itu, Amsakar juga mengumumkan kabar baik terkait pengembalian penuh selisih biaya rumah bagi masyarakat Tanjung Banon.
Amsakar menegaskan, peringatan hari jadi BP Batam bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk lebih dekat dan berpihak kepada masyarakat. Amsakar menambahkan bahwa peringatan HUT ke-54 tahun ini juga dimaknai untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mewujudkan aspirasi masyarakat Tanjung Banon secara bertahap. Salah satunya adalah percepatan penerbitan sertifikat lahan bagi warga yang sudah pindah.
Ia menjelaskan, kawasan transmigrasi di Tanjung Banon akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang nyaman, dengan dukungan fasilitas pendidikan dari tingkat dasar hingga rencana pembangunan Kampus Patriot. Kampus ini nantinya akan bekerja sama dengan berbagai universitas terbaik di Indonesia untuk menyediakan program beasiswa S2 bagi SDM unggul. Baca juga: Bertolak ke Jepang, Menteri Transmigrasi Siap Perkenalkan 154 Kawasan
Selain meningkatkan fasilitas, pemerintah juga berupaya mengembangkan potensi ekonomi lokal agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan. "Kami ingin transmigrasi bukan hanya perpindahan penduduk, tapi juga memberikan lapangan kerja dan kesejahteraan. BP Batam dan Pemkot Batam telah melakukan langkah luar biasa," tuturnya.
Iftitah menjelaskan hasil riset tim mahasiswa dan peneliti yang menemukan potensi besar di wilayah tersebut. Termasuk kawasan Pantai Sembulang yang memiliki kedalaman laut lebih dari 20 meter dan berpotensi menjadi tempat berlabuhnya kapal besar hingga 300.000 GWT.
(poe)
Lihat Juga :