Rano Karno Tidak Masalah Dana Bagi Hasil Jakarta Dipangkas Rp15 Triliun

Minggu, 26 Oktober 2025 - 11:37 WIB
loading...
Rano Karno Tidak Masalah...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyadari bahwa terjadi anomali tentang ekonomi yang membuat Dana Bagi Hasil (DBH) sejumlah daerah mengalami pemotongan. Foto/Danandaya Arya Putra
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyadari bahwa terjadi anomali tentang ekonomi yang membuat Dana Bagi Hasil (DBH) sejumlah daerah mengalami pemotongan. Diketahui, Provinsi DKI Jakarta mendapatkan pemangkasan DBH sebesar Rp15 Triliun.

"Kita mengalami yang disebut adalah pemotongan dana bagi hasil. Bapak tahu Jakarta kena pemotongan berapa? Rp15 triliun. Cuma bagi Jakarta, tidak masalah," ucap Rano di sela-sela sambutannya dalam acara Jalan Nordik Akbar Indonesia tahun di Gedung Sasono Utomo TMII, Kota Jakarta Timur, pada Minggu (26/10/2025).

Terhadap pemotongan DBH, Rano menegaskan bahwa kepentingan nasional tetaplah prioritas utama. Dia menegaskan bahwa ekonomi Jakarta tetap tangguh meskipun pemangkasan DBH-nya paling besar ketimbang daerah lain.

Baca juga: Pramono: Dana Mengendap Rp14,6 Triliun untuk Pembayaran Barang-Jasa, Bukan Deposito



"Karena kepentingan nasional jauh lebih utama. Karena apa? Ekonomi Jakarta establish dan kuat," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Bang Doel menyebut bahwa perputaran ekonomi di Jakarta sangat besar. Sebagai contoh, ketika ada 600 ribu warga dan seorang mengeluarkan Rp100 ribu untuk kebutuhan, maka perputaran uang bisa mencapai Rp60 miliar dalam satu hari.

"Jakarta hari ini, barangkali lebih daripada 600 ribu orang, kita hitung saja spek pengeluaran. Kalau tadi Bapak berjalan dari rumah sampai sini, mungkin di jalan makan, minum segala macam, minimal satu orang (mengeluarkan) Rp100 ribu, kali 600 ribu orang sudah berapa? Ini baru hari ini saja," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan soal pemangkasan dana transfer atau dana bagi hasil (DBH) Jakarta sebesar Rp15 triliun, yang menjadi pemotongan terbesar dibanding provinsi lainnya.

Purbaya mengatakan bahwa pemangkasan dilakukan secara proporsional, dengan persentase yang sama dan mempertimbangkan kebutuhan daerah.

"Kalau lihat dari proporsional, kan semakin besar pasti semakin besar juga potongannya. Kira-kira begitu, sesederhana itu. Itu semacam pukul rata berapa persennya, dan dilihat juga kebutuhan daerahnya. Kita lihat Jakarta masih bisa tahan dengan pemotongan sebesar itu, dan secara persentase tidak lebih besar dibanding yang lain," kata Purbaya usai bertemu Gubernur Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Purbaya pun berjanji akan mengembalikan dana yang terpotong apabila perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif pada pertengahan triwulan kedua tahun 2026. la menekankan agar belanja daerah tetap terkontrol meski dana transfer dipangkas.

"Saya sudah janji dengan Pak Gubernur, dan juga dengan pemerintah daerah lain, kalau ekonomi kita membaik, arahnya berbalik, dan tahun depan sudah kelihatan lebih cepat, saya akan bisa perkirakan pendapatan saya seperti apa di akhir tahun," ujarnya.

"Pertengahan triwulan kedua tahun depan saya akan hitung ulang, berapa pajak saya sampai akhir tahun. Kalau lebih, saya akan redistribusi lagi ke daerah. Tapi dengan syarat, belanjanya jangan banyak yang melenceng-melenceng." tambahnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dr. Tifa oleh Polda Metro, Refly: Tidak Ada Tanda-tanda
Berita Terkini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Infografis
Bahaya Polusi Udara...
Bahaya Polusi Udara di Jakarta Tinggi bagi Kesehatan Paru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved