Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar Awal 2026, Pramono Ngaku Tak Bisa Tidur dan Bermimpi
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:43 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku tidur tidak nyenyak hingga bermimpi tiang monorel mangkrak hampir 20 tahun sejak groundbreaking 2004 silam. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku tidur tidak nyenyak hingga bermimpi tiang monorel mangkrak hampir 20 tahun sejak groundbreaking 2004 silam. Kini, dia bersyukur mendapatkan dukungan dari aparat penegak hukum untuk membersihkan tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan maupun Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.
Dukungan itu berasal dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: Gubernur Pramono dan KPK Bahas Pembongkaran Tiang Monorel
"Sampai hari ini monorel itu tidak terselesaikan, sudah 8 gubernur. Maka saya bilang kepada Balai Kota, saya yang begini-begini membuat saya tidur gak nyenyak, mimpi saya tentang monorel," kata Pramono di acara Jakarta Economic Forum (JEF), GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
"Maka saya ingin selesaikan, Alhamdulillah atas dukungan aparat penegak hukum, terutama Kejati Jakarta, KPK," sebutnya.
Pramono menyebut tiang monorel itu telah melewati sejumlah kepemimpinan di Jakarta sejak era Sutiyoso alias Bang Yos.
"Contoh yang paling ekstrim lah, monorel dimulai tahun 2012. Kemudian groundbreaking 2014. Sekarang sudah hampir 20 tahun, bukan 14 tahun. Dimulai groundbreaking 2004. Kebetulan ketika groundbreaking yang melakukan Presiden Megawati saya mendampingi di situ. Gubernurnya adalah Pak Sutiyoso pada waktu itu. Singkat cerita, baru 6-7 tahun kemudian berhenti. Pemerintahan sudah berganti, pemerintahan berikutnya gubernurnya berganti dan sebagainya," ucapnya.
Baca juga: Sulap Rasuna Said Mirip Sudirman-Thamrin, Pramono: Pembersihan Tiang Monorel Mangkrak Mulai 2026
Sebelumnya, Pramono menargetkan pembersihan proyek tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan mangkrak puluhan tahun pada awal Januari 2026 mendatang.
"Saya sudah meminta untuk awal Januari kita akan memulai untuk membenahi Jalan Rasuna Said," kata Pramono di kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
Ia akan menyulap pedestarian, pembersihan tiang monorel hingga memperlebar ruas Jalan Rasuna Said sebagai solusi mengatasi kemacetan. Pramono meyakini Rasuna Said ke depan tidak kalah dengan Sudirman-Thamrin.
"Saya mau tempat itu dibuat indah, maka sentuhan arsitekturnya juga harus ada. Karena kalau itu dibuat indah, dibuat rapi, kemudian tiang-tiang monorelnya dibersihkan, jalannya diperlebar, pedestriannya diperbaiki, saya yakin Jalan Rasuna Said menjadi tempat baru yang tidak kalah dengan Sudirman-Thamrin dan sekaligus mengatasi kemacetan yang ada di Rasuna Said selama ini," ujarnya.
Dukungan itu berasal dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: Gubernur Pramono dan KPK Bahas Pembongkaran Tiang Monorel
"Sampai hari ini monorel itu tidak terselesaikan, sudah 8 gubernur. Maka saya bilang kepada Balai Kota, saya yang begini-begini membuat saya tidur gak nyenyak, mimpi saya tentang monorel," kata Pramono di acara Jakarta Economic Forum (JEF), GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
"Maka saya ingin selesaikan, Alhamdulillah atas dukungan aparat penegak hukum, terutama Kejati Jakarta, KPK," sebutnya.
Pramono menyebut tiang monorel itu telah melewati sejumlah kepemimpinan di Jakarta sejak era Sutiyoso alias Bang Yos.
"Contoh yang paling ekstrim lah, monorel dimulai tahun 2012. Kemudian groundbreaking 2014. Sekarang sudah hampir 20 tahun, bukan 14 tahun. Dimulai groundbreaking 2004. Kebetulan ketika groundbreaking yang melakukan Presiden Megawati saya mendampingi di situ. Gubernurnya adalah Pak Sutiyoso pada waktu itu. Singkat cerita, baru 6-7 tahun kemudian berhenti. Pemerintahan sudah berganti, pemerintahan berikutnya gubernurnya berganti dan sebagainya," ucapnya.
Baca juga: Sulap Rasuna Said Mirip Sudirman-Thamrin, Pramono: Pembersihan Tiang Monorel Mangkrak Mulai 2026
Sebelumnya, Pramono menargetkan pembersihan proyek tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan mangkrak puluhan tahun pada awal Januari 2026 mendatang.
"Saya sudah meminta untuk awal Januari kita akan memulai untuk membenahi Jalan Rasuna Said," kata Pramono di kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
Ia akan menyulap pedestarian, pembersihan tiang monorel hingga memperlebar ruas Jalan Rasuna Said sebagai solusi mengatasi kemacetan. Pramono meyakini Rasuna Said ke depan tidak kalah dengan Sudirman-Thamrin.
"Saya mau tempat itu dibuat indah, maka sentuhan arsitekturnya juga harus ada. Karena kalau itu dibuat indah, dibuat rapi, kemudian tiang-tiang monorelnya dibersihkan, jalannya diperlebar, pedestriannya diperbaiki, saya yakin Jalan Rasuna Said menjadi tempat baru yang tidak kalah dengan Sudirman-Thamrin dan sekaligus mengatasi kemacetan yang ada di Rasuna Said selama ini," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :