Pramono: Dana Mengendap Rp14,6 Triliun untuk Pembayaran Barang-Jasa, Bukan Deposito
Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:04 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dana mengendap di Bank Jakarta senilai Rp14,6 triliun bukan untuk deposito melainkan untuk pembayaran barang dan jasa. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dana mengendap di Bank Jakarta senilai Rp14,6 triliun bukan untuk deposito melainkan untuk pembayaran barang dan jasa hingga pembangunan fisik lainnya di November dan Desember 2025.
"Jadi gini, Bapak Menteri Keuangan, saya setuju 1.000% dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menteri Keuangan, bahwa di Jakarta ada Rp14,6 triliun. Memang selalu di Jakarta itu pembayaran bagi semua proses pengadaan jasa dan barang dan juga fisik, itu pembayarannya selalu di bulan November dan di bulan Desember," kata Pramono di Jakarta dikutip, Kamis (23/10/2025).
"Jadi sekali lagi, saya termasuk yang berterima kasih dan sepakat dengan Pak Menteri Keuangan. Benar ada, tetapi di Jakarta bukan untuk menjadi deposito atau dan, bukan, semata-mata nanti untuk persiapan kita untuk menyelesaikan hal ini," tambahnya.
Baca juga: Disentil Purbaya, Pramono Janji Pakai Uang Mengendap Rp14,6 Triliun di Bank Jakarta
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati, menyatakan, tingginya dana Pemda di bank bukan untuk menyimpan dana demi mendapatkan keuntungan atau imbalan bunga.
"Hal ini berkaitan dengan pola belanja Pemda, termasuk Pemprov DKI, yang mengalami akselerasi pembayaran pada triwulan terakhir," kata Eli di Jakarta, Rabu, 22 Agustus 2025.
Eli menambahkan, khusus untuk Pemprov DKI, SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) menunjukkan angka tinggi sampai bulan November dan akan menyusut drastis di bulan Desember setiap tahunnya, seiring dengan pembayaran yang meningkat signifikan pada dua bulan terakhir.
"Sebagai gambaran, pembayaran di Desember 2023 mencapai Rp16 triliun dan Desember 2024 mencapai Rp18 triliun," jelasnya.
"Jadi gini, Bapak Menteri Keuangan, saya setuju 1.000% dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menteri Keuangan, bahwa di Jakarta ada Rp14,6 triliun. Memang selalu di Jakarta itu pembayaran bagi semua proses pengadaan jasa dan barang dan juga fisik, itu pembayarannya selalu di bulan November dan di bulan Desember," kata Pramono di Jakarta dikutip, Kamis (23/10/2025).
"Jadi sekali lagi, saya termasuk yang berterima kasih dan sepakat dengan Pak Menteri Keuangan. Benar ada, tetapi di Jakarta bukan untuk menjadi deposito atau dan, bukan, semata-mata nanti untuk persiapan kita untuk menyelesaikan hal ini," tambahnya.
Baca juga: Disentil Purbaya, Pramono Janji Pakai Uang Mengendap Rp14,6 Triliun di Bank Jakarta
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati, menyatakan, tingginya dana Pemda di bank bukan untuk menyimpan dana demi mendapatkan keuntungan atau imbalan bunga.
"Hal ini berkaitan dengan pola belanja Pemda, termasuk Pemprov DKI, yang mengalami akselerasi pembayaran pada triwulan terakhir," kata Eli di Jakarta, Rabu, 22 Agustus 2025.
Eli menambahkan, khusus untuk Pemprov DKI, SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) menunjukkan angka tinggi sampai bulan November dan akan menyusut drastis di bulan Desember setiap tahunnya, seiring dengan pembayaran yang meningkat signifikan pada dua bulan terakhir.
"Sebagai gambaran, pembayaran di Desember 2023 mencapai Rp16 triliun dan Desember 2024 mencapai Rp18 triliun," jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :