Disentil Purbaya, Pramono Janji Pakai Uang Mengendap Rp14,6 Triliun di Bank Jakarta
Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:15 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menggunakan dana mengendap di Bank Jakarta sebesar Rp14,6 triliun. Dana mengendap itu sebelumnya disinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menggunakan dana mengendap di Bank Jakarta sebesar Rp14,6 triliun. Dana mengendap itu sebelumnya sempat disinggung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa .
"Yang pertama berkaitan dengan uang daerah yang mengendap di bank-bank, termasuk di Bank Jakarta. Saya sudah meminta, saya setuju apa yang disampaikan Pak Purbaya," ujar Pramono, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Purbaya Senang Pramono Bangun Kantor Pusat Bank Jakarta di SCBD: Saya Nggak Keluar Uang
Apalagi pemerintah pusat kini juga tengah berencana menempatkan dana Rp10 triliun ke Bank Jakarta. Dia meyakini uang-uang itu akan digunakan untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
"Termasuk mudah-mudahan DKI Jakarta segera mendapatkan transfer dari pemerintah pusat untuk Bank Jakarta seperti pembicaraan terakhir yang rencananya Rp10 triliun, pasti uang itu akan kami gunakan membangun Jakarta secara baik," kata mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu.
Dengan memanfaatkan uang-uang tersebut, Pemprov Jakarta akan bisa menggunakan anggaran secara leluasa. Hal ini karena Jakarta membutuhkan ruang fiskal yang lebih luas.
"Sehingga dengan demikian, uang-uang yang idle kalau untuk di Jakarta pasti akan termanfaatkan, apalagi setelah adanya pemotongan DBH, maka Jakarta membutuhkan ruang fiskal yang lebih untuk membangun Jakarta," ujar Pramono.
"Yang pertama berkaitan dengan uang daerah yang mengendap di bank-bank, termasuk di Bank Jakarta. Saya sudah meminta, saya setuju apa yang disampaikan Pak Purbaya," ujar Pramono, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Purbaya Senang Pramono Bangun Kantor Pusat Bank Jakarta di SCBD: Saya Nggak Keluar Uang
Apalagi pemerintah pusat kini juga tengah berencana menempatkan dana Rp10 triliun ke Bank Jakarta. Dia meyakini uang-uang itu akan digunakan untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
"Termasuk mudah-mudahan DKI Jakarta segera mendapatkan transfer dari pemerintah pusat untuk Bank Jakarta seperti pembicaraan terakhir yang rencananya Rp10 triliun, pasti uang itu akan kami gunakan membangun Jakarta secara baik," kata mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu.
Dengan memanfaatkan uang-uang tersebut, Pemprov Jakarta akan bisa menggunakan anggaran secara leluasa. Hal ini karena Jakarta membutuhkan ruang fiskal yang lebih luas.
"Sehingga dengan demikian, uang-uang yang idle kalau untuk di Jakarta pasti akan termanfaatkan, apalagi setelah adanya pemotongan DBH, maka Jakarta membutuhkan ruang fiskal yang lebih untuk membangun Jakarta," ujar Pramono.
(jon)
Lihat Juga :