Peringati HSN 2025, Pramono Singgung Peran Santri sebagai Penjaga Moral
Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:19 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Balai Kota DKI Jakarta. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Balai Kota DKI Jakarta. Pramono menegaskan pentingnya peran santri sebagai penjaga moral bangsa sekaligus motor penggerak peradaban dunia.
“Hari Santri lahir dari napas perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Pramono, pada Rabu (22/10/2025).
Peringatan HSN 2025 yang mengambil tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” ini, Pramono menekankan, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum meneguhkan kembali jati diri santri sebagai agen perdamaian, pelopor kemajuan, dan benteng moral bangsa.
Baca juga: Teks Doa Upacara Hari Santri 2025: Lengkap Arab, Indonesia dan Terjemahan untuk Upacara yang Khidmat
“Santri memiliki enam kekuatan utama, yaitu iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan. Enam hal ini harus terus dijaga sebagai landasan dalam mengawal kemajuan bangsa dan Kota Jakarta,” tegasnya.
Menurut Pramono dengan berbekal kekuatan tersebut, santri tampil sebagai generasi kreatif, inovatif, dan menjadi motor penggerak pembangunan, baik di tingkat kota maupun nasional.
“Kalian adalah bagian dari generasi muda Jakarta yang cerdas, berakhlak, unggul, dan berdaya saing. Sepintar apa pun seseorang, iman, ilmu, amal, dan akhlak tetap menjadi kunci utama. Selain itu, sikap guyub, rukun, dan menjaga persatuan juga sangat penting,” ucapnya.
Baca juga: Persiapan Acara Besok, Ini Susunan Upacara Hari Santri Nasional 2025
Pramono juga mengapresiasi perkembangan pesantren yang kini berperan aktif sebagai subjek pembangunan ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan. Menurutnya, pesantren telah menjadi pusat pembentukan karakter, kemandirian, dan pelatihan keterampilan yang mampu mencetak pelaku ekonomi kreatif masa depan.
“Saya melihat pesantren kini bukan lagi sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang lahirnya wirausahawan muda yang mandiri dan berdaya saing. Ini menjadi bukti bahwa santri siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bangsa,” jelasnya.
Pramono juga berpesan agar para santri senantiasa menyiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan berakhlak luhur.
“Semoga Hari Santri ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat juang dan meneguhkan jati diri santri sebagai generasi pembawa kemajuan bangsa dan negara ke pentas dunia, dengan identitas keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
“Hari Santri lahir dari napas perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Pramono, pada Rabu (22/10/2025).
Peringatan HSN 2025 yang mengambil tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” ini, Pramono menekankan, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum meneguhkan kembali jati diri santri sebagai agen perdamaian, pelopor kemajuan, dan benteng moral bangsa.
Baca juga: Teks Doa Upacara Hari Santri 2025: Lengkap Arab, Indonesia dan Terjemahan untuk Upacara yang Khidmat
“Santri memiliki enam kekuatan utama, yaitu iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan. Enam hal ini harus terus dijaga sebagai landasan dalam mengawal kemajuan bangsa dan Kota Jakarta,” tegasnya.
Menurut Pramono dengan berbekal kekuatan tersebut, santri tampil sebagai generasi kreatif, inovatif, dan menjadi motor penggerak pembangunan, baik di tingkat kota maupun nasional.
“Kalian adalah bagian dari generasi muda Jakarta yang cerdas, berakhlak, unggul, dan berdaya saing. Sepintar apa pun seseorang, iman, ilmu, amal, dan akhlak tetap menjadi kunci utama. Selain itu, sikap guyub, rukun, dan menjaga persatuan juga sangat penting,” ucapnya.
Baca juga: Persiapan Acara Besok, Ini Susunan Upacara Hari Santri Nasional 2025
Pramono juga mengapresiasi perkembangan pesantren yang kini berperan aktif sebagai subjek pembangunan ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan. Menurutnya, pesantren telah menjadi pusat pembentukan karakter, kemandirian, dan pelatihan keterampilan yang mampu mencetak pelaku ekonomi kreatif masa depan.
“Saya melihat pesantren kini bukan lagi sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang lahirnya wirausahawan muda yang mandiri dan berdaya saing. Ini menjadi bukti bahwa santri siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bangsa,” jelasnya.
Pramono juga berpesan agar para santri senantiasa menyiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan berakhlak luhur.
“Semoga Hari Santri ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat juang dan meneguhkan jati diri santri sebagai generasi pembawa kemajuan bangsa dan negara ke pentas dunia, dengan identitas keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :