Lapas Cipinang Tekan Kepadatan Penghuni hingga 64 Persen
Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:07 WIB
loading...
Lapas Kelas I Cipinang mencatat, dari total penghuni sebanyak 2.631 orang pada awal tahun, kini jumlahnya menurun menjadi 2.064 orang, atau turun 64,43 persen. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang mencatat capaian signifikan dalam mengatasi permasalahan kelebihan kapasitas (overcapacity/overcrowding) sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo menyebutkan, dari total penghuni sebanyak 2.631 orang pada awal tahun, maka kini jumlahnya menurun menjadi 2.064 orang, atau turun 64,43 persen.
“Angka kepadatan yang semula mencapai 298,98 persen kini berhasil ditekan menjadi 234,55 persen,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Prostitusi Dikendalikan Napi
Dia menuturkan, hal itu menandai kemajuan nyata dalam reformasi tata kelola hunian lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, penurunan kepadatan hunian bukan sekadar capaian statistik, melainkan refleksi dari upaya berkelanjutan membangun sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berdaya guna.
“Setiap langkah yang kami ambil tidak semata berfokus pada penurunan jumlah penghuni, tetapi pada peningkatan kualitas pembinaan dan keberlanjutan sistem Pemasyarakatan," ujar Wachid.
Lalu, penataan blok hunian, optimalisasi program pembinaan, serta pemenuhan hak-hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan pemberian amnesti menjadi bagian penting dari strategi menyeluruh ini.
Baca juga: Tertangkap Edarkan Narkoba, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Cipinang
“Semua dilakukan secara terukur agar warga binaan dapat hidup, belajar, dan berinteraksi dalam lingkungan yang lebih tertib, sehat, dan berkeadilan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, penataan dilakukan dengan memaksimalkan fungsi sejumlah aula menjadi fasilitas pembinaan. Aula Blok B kini dimanfaatkan sebagai aula olahraga dan rekreasi, sementara Aula Blok D dimaksimalkan untuk pelatihan keterampilan dan pembinaan kepribadian.
Selain itu, dilakukan pemindahan 162 narapidana ke berbagai lapas lain di dalam dan luar wilayah Jakarta, termasuk ke Nusakambangan bagi narapidana dengan tingkat risiko tinggi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Iwan Setiawan menjelaskan, strategi ini diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara pengamanan dan pembinaan.
"Dengan menata ulang blok hunian dan menambah ruang pembinaan, kami berupaya menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan kondusif. Setiap Warga Binaan berhak mendapatkan kesempatan pembinaan yang layak dan bermartabat," jelas dia.
“Angka kepadatan yang semula mencapai 298,98 persen kini berhasil ditekan menjadi 234,55 persen,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Prostitusi Dikendalikan Napi
Dia menuturkan, hal itu menandai kemajuan nyata dalam reformasi tata kelola hunian lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, penurunan kepadatan hunian bukan sekadar capaian statistik, melainkan refleksi dari upaya berkelanjutan membangun sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berdaya guna.
“Setiap langkah yang kami ambil tidak semata berfokus pada penurunan jumlah penghuni, tetapi pada peningkatan kualitas pembinaan dan keberlanjutan sistem Pemasyarakatan," ujar Wachid.
Lalu, penataan blok hunian, optimalisasi program pembinaan, serta pemenuhan hak-hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan pemberian amnesti menjadi bagian penting dari strategi menyeluruh ini.
Baca juga: Tertangkap Edarkan Narkoba, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Cipinang
“Semua dilakukan secara terukur agar warga binaan dapat hidup, belajar, dan berinteraksi dalam lingkungan yang lebih tertib, sehat, dan berkeadilan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, penataan dilakukan dengan memaksimalkan fungsi sejumlah aula menjadi fasilitas pembinaan. Aula Blok B kini dimanfaatkan sebagai aula olahraga dan rekreasi, sementara Aula Blok D dimaksimalkan untuk pelatihan keterampilan dan pembinaan kepribadian.
Selain itu, dilakukan pemindahan 162 narapidana ke berbagai lapas lain di dalam dan luar wilayah Jakarta, termasuk ke Nusakambangan bagi narapidana dengan tingkat risiko tinggi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Iwan Setiawan menjelaskan, strategi ini diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara pengamanan dan pembinaan.
"Dengan menata ulang blok hunian dan menambah ruang pembinaan, kami berupaya menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan kondusif. Setiap Warga Binaan berhak mendapatkan kesempatan pembinaan yang layak dan bermartabat," jelas dia.
(shf)
Lihat Juga :