KemenHAM Gelar Kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMA di Sumba Timur
Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:57 WIB
loading...
Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMA di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMA di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 30 September 2025 hingga 1 Oktober 2025. Kegiatan itu digelar dalam rangka mencetak generasi muda sebagai agen perubahan yang berlandaskan pada nilai-nilai HAM.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SMA di Kabupaten Sumba Timur, yang terdiri atas pelajar SMA N 1 Waingapu, SMA N 2 Waingapu dan SMA N 1 Pandawai. Para peserta mendapatkan materi seputar prinsip-prinsip dasar HAM, toleransi, keberagaman, serta peran generasi muda dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Stanislaus Wena selaku Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional menyatakan bahwa pendidikan HAM bagi pelajar di daerah-daerah terluar seperti Sumba sangat penting dalam pemerataan kesadaran Hak Asasi Manusia dan penguatan karakter generasi muda sebagai asset bangsa di masa yang akan datang.
![KemenHAM Gelar Kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelajar SMA di Sumba Timur]()
Baca juga: Kanwil KemenHAM Jakarta Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak
“Kami ingin memastikan bahwa semangat Indonesia Emas 2045 tidak hanya hidup di kota-kota besar, tapi juga tumbuh dari wilayah-wilayah yang kaya akan kearifan lokal seperti Sumba. Pelajar di sini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan,” ujar Stanislaus dalam sambutannya.
Kegiatan ini dirancang secara interaktif melalui seminar, lokakarya, dan simulasi penyelesaian konflik berbasis HAM yang kerap terjadi di lingkungan pelajar. Selain itu, para siswa juga diajak untuk berdialog tentang isu-isu sosial seperti perundungan, kekerasan berbasis gender, diskriminasi, serta pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman etnis dan budaya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia Ratih Ekarini Savitri menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata bahwa negara ada dan hadir dalam melaksanakan tugas penguatan pemahaman HAM sejak usia dini.
“Dengan menanamkan nilai HAM sejak sekolah, kita sedang menyiapkan generasi 2045 yang memiliki integritas, menjunjung tinggi keadilan, dan mampu menghargai perbedaan,” tegasnya.
Para peserta baik siswa dan siswi SMA N 1 Waingapu, SMA N 2 Waingapu dan SMA N 1 Pandawai mengaku sangat senang sekaligus bangga karena bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Pembelajaran HAM itu dapat menjadi sangat penting untuk direalisasikan di lingkungan sekolah, karena dapat membentuk pribadi yang lebih berempati dan bertanggung jawab, serta berpikir kritis dalam membela keadilan. Selain itu, diharapkan HAM dapat menjadikan pelajar sebagai agen perubahan dalam menghadapi konflik dan melawan diskriminasi di sekitar kita,” ujar siswa di SMA N 1 Waingapu Aaron.
KemenHAM berkomitmen untuk terus melanjutkan program penguatan HAM tersebut ke wilayah-wilayah lainnya di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya mainstreaming HAM menuju Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama.
Dengan kegiatan ini diharapkan pelajar di Sumba dan seluruh Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat HAM, tetapi juga pelindung dan penggerak nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SMA di Kabupaten Sumba Timur, yang terdiri atas pelajar SMA N 1 Waingapu, SMA N 2 Waingapu dan SMA N 1 Pandawai. Para peserta mendapatkan materi seputar prinsip-prinsip dasar HAM, toleransi, keberagaman, serta peran generasi muda dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Stanislaus Wena selaku Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional menyatakan bahwa pendidikan HAM bagi pelajar di daerah-daerah terluar seperti Sumba sangat penting dalam pemerataan kesadaran Hak Asasi Manusia dan penguatan karakter generasi muda sebagai asset bangsa di masa yang akan datang.

Baca juga: Kanwil KemenHAM Jakarta Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak
“Kami ingin memastikan bahwa semangat Indonesia Emas 2045 tidak hanya hidup di kota-kota besar, tapi juga tumbuh dari wilayah-wilayah yang kaya akan kearifan lokal seperti Sumba. Pelajar di sini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan,” ujar Stanislaus dalam sambutannya.
Kegiatan ini dirancang secara interaktif melalui seminar, lokakarya, dan simulasi penyelesaian konflik berbasis HAM yang kerap terjadi di lingkungan pelajar. Selain itu, para siswa juga diajak untuk berdialog tentang isu-isu sosial seperti perundungan, kekerasan berbasis gender, diskriminasi, serta pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman etnis dan budaya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia Ratih Ekarini Savitri menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata bahwa negara ada dan hadir dalam melaksanakan tugas penguatan pemahaman HAM sejak usia dini.
“Dengan menanamkan nilai HAM sejak sekolah, kita sedang menyiapkan generasi 2045 yang memiliki integritas, menjunjung tinggi keadilan, dan mampu menghargai perbedaan,” tegasnya.
Para peserta baik siswa dan siswi SMA N 1 Waingapu, SMA N 2 Waingapu dan SMA N 1 Pandawai mengaku sangat senang sekaligus bangga karena bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Pembelajaran HAM itu dapat menjadi sangat penting untuk direalisasikan di lingkungan sekolah, karena dapat membentuk pribadi yang lebih berempati dan bertanggung jawab, serta berpikir kritis dalam membela keadilan. Selain itu, diharapkan HAM dapat menjadikan pelajar sebagai agen perubahan dalam menghadapi konflik dan melawan diskriminasi di sekitar kita,” ujar siswa di SMA N 1 Waingapu Aaron.
KemenHAM berkomitmen untuk terus melanjutkan program penguatan HAM tersebut ke wilayah-wilayah lainnya di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya mainstreaming HAM menuju Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama.
Dengan kegiatan ini diharapkan pelajar di Sumba dan seluruh Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat HAM, tetapi juga pelindung dan penggerak nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
(rca)
Lihat Juga :