Kronologi Penyekapan dan Penyiksaan di Tangsel Berawal dari Pura-pura Jual Mobil
Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:34 WIB
loading...
Polisi mengungkap kronologi dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan 9 tersangka di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Foto: Ilustrasi/Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Polisi mengungkap kronologi dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan 9 tersangka di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kasus terbongkar setelah istri korban berhasil kabur ketika pelaku tengah tertidur.
"Pada Sabtu atau dua hari sebelum pembuatan laporan polisi pukul 22.30 WIB, korban dan istrinya serta 2 rekan lainnya. Jadi total 4 korbannya. Mereka bertemu satu tersangka saudari N di angkringan kawasan Jagakarsa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Polisi Ungkap Peran 9 Tersangka Penyekapan dan Penyiksaan di Tangsel
Pertemuan itu dilakukan tersangka N yang berpura-pura hendak menjual mobil pada korban. Korban yang hendak membeli mobil itu mentransfer uang sebesar Rp49 juta kepada N sebagai uang DP.
"Saat memesan makanan, tersangka N dan beberapa orang lainnya datang ke lokasi langsung merampas handphone dan tas korban. Ada empat korban tadi dirampas sambil mereka berteriak. Tersangka N dan beberapa tersangka lainnya berteriak kooperatif, kooperatif sambil memasukkan 4 korban ke dalam mobil," katanya.
Saat di dalam mobil, para pelaku menutup mata korbannya menggunakan kain hitam lalu dibawa ke kawasan Tangerang, rumah tersangka MA. Saat tiba di rumah salah satu tersangka, tutup mata para korban dibuka kemudian dibawa ke lantai 2.
"Salah satu korban berhasil kabur. Korban seorang perempuan ini mendengar suara suaminya seperti mendapat suara atau mendengarkan suara seperti dicambuk," ujar Ade Ary.
Istri korban kabur dengan menumpang ke pengendara motor yang melintas di sekitar lokasi. Istri korban lalu melanjutkan perjalanan menggunakan taksi ke SPKT Polda Metro Jaya untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
"Nah, itu langsung ditindaklanjuti tim, mengecek TKP, mengejar pelaku, berhasil diamankan dan berhasil menolong korban," katanya.
"Pada Sabtu atau dua hari sebelum pembuatan laporan polisi pukul 22.30 WIB, korban dan istrinya serta 2 rekan lainnya. Jadi total 4 korbannya. Mereka bertemu satu tersangka saudari N di angkringan kawasan Jagakarsa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Polisi Ungkap Peran 9 Tersangka Penyekapan dan Penyiksaan di Tangsel
Pertemuan itu dilakukan tersangka N yang berpura-pura hendak menjual mobil pada korban. Korban yang hendak membeli mobil itu mentransfer uang sebesar Rp49 juta kepada N sebagai uang DP.
"Saat memesan makanan, tersangka N dan beberapa orang lainnya datang ke lokasi langsung merampas handphone dan tas korban. Ada empat korban tadi dirampas sambil mereka berteriak. Tersangka N dan beberapa tersangka lainnya berteriak kooperatif, kooperatif sambil memasukkan 4 korban ke dalam mobil," katanya.
Saat di dalam mobil, para pelaku menutup mata korbannya menggunakan kain hitam lalu dibawa ke kawasan Tangerang, rumah tersangka MA. Saat tiba di rumah salah satu tersangka, tutup mata para korban dibuka kemudian dibawa ke lantai 2.
"Salah satu korban berhasil kabur. Korban seorang perempuan ini mendengar suara suaminya seperti mendapat suara atau mendengarkan suara seperti dicambuk," ujar Ade Ary.
Istri korban kabur dengan menumpang ke pengendara motor yang melintas di sekitar lokasi. Istri korban lalu melanjutkan perjalanan menggunakan taksi ke SPKT Polda Metro Jaya untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
"Nah, itu langsung ditindaklanjuti tim, mengecek TKP, mengejar pelaku, berhasil diamankan dan berhasil menolong korban," katanya.
(jon)
Lihat Juga :