Polda Metro Belum Bisa Memastikan Keaslian Bjorka: Masih Kita Lacak
Rabu, 15 Oktober 2025 - 08:39 WIB
loading...
Polda Metro Jaya belum bisa memastikan sosok yang ditangkap baru-baru ini adalah hacker bernama Bjorka. Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya belum bisa memastikan sosok yang ditangkap baru-baru ini adalah hacker bernama Bjorka . Polisi masih melakukan pelacakan terhadap hacker Bjorka.
"Masih kita melakukan pelacakan. Jadi, kalau ditanya apakah ini Bjorka yang asli, saya nggak tahu," kata Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).
Fian memastikan, penangkapan seorang pria yang diduga hacker itu berawal dari laporan salah satu bank. "Di mana begitu kita sentuh, ternyata orangnya, atau akun yang digunakan untuk melakukan itu bernama Bjorkanesia," kata Fian.
Baca juga: Polda Metro Dalami Apakah WFT Identik dengan Bjorka yang Heboh Era Jokowi
Fia mengaku belum mengantongi barang bukti orang yang ditangkap merupakan Bjorka pada 2022 atau 2020. Ia berkata, pelaku kejahatan siber umumnya berupaya menyamarkan identitas agar tak terendus.
"Apakah itu Bjorka yang 2022, 2020? Kita belum tahu itu, karena memang barang buktinya, alat buktinya untuk menunjukkan hal tersebut, belum kita miliki. Kan begitu pelaku melakukan tindak pidana, dia akan berusaha mengaburkan dirinya sehingga semua bukti akan berusaha dihilangkan," pungkas Fian.
Diberitakan sebelumnya, Direktorat Siber Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun media sosial X atas nama Bjorka. Pria berinisial WFT (22) merupakan warga Minahasa, Sulawesi Utara.
WFT disebut sudah meretas jutaan data nasabah bank swasta. Penangkapan dilakukan setelah enam bulan pengejaran. WFT diringkus di rumahnya di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, Selasa, 23 September 2025.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengungkapkan bakal mendalami Bjorka asal Minahasa, WFT yang diciduk polisi beberapa waktu itu apakah identik dengan Bjorka yang bikin heboh di era Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ataukah bukan.
“Everybody can be anybody di internet, siapa pun bisa jadi siapa saja di internet. Bisa saja ada yang mengakui Bjorka-bjorka lain, atau ini lagi didalami apakah Bjorka ini identik dengan Bjorka yang sebelumnya, kan juga akan didalami," ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (6/10/2025).
"Masih kita melakukan pelacakan. Jadi, kalau ditanya apakah ini Bjorka yang asli, saya nggak tahu," kata Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).
Fian memastikan, penangkapan seorang pria yang diduga hacker itu berawal dari laporan salah satu bank. "Di mana begitu kita sentuh, ternyata orangnya, atau akun yang digunakan untuk melakukan itu bernama Bjorkanesia," kata Fian.
Baca juga: Polda Metro Dalami Apakah WFT Identik dengan Bjorka yang Heboh Era Jokowi
Fia mengaku belum mengantongi barang bukti orang yang ditangkap merupakan Bjorka pada 2022 atau 2020. Ia berkata, pelaku kejahatan siber umumnya berupaya menyamarkan identitas agar tak terendus.
"Apakah itu Bjorka yang 2022, 2020? Kita belum tahu itu, karena memang barang buktinya, alat buktinya untuk menunjukkan hal tersebut, belum kita miliki. Kan begitu pelaku melakukan tindak pidana, dia akan berusaha mengaburkan dirinya sehingga semua bukti akan berusaha dihilangkan," pungkas Fian.
Diberitakan sebelumnya, Direktorat Siber Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun media sosial X atas nama Bjorka. Pria berinisial WFT (22) merupakan warga Minahasa, Sulawesi Utara.
WFT disebut sudah meretas jutaan data nasabah bank swasta. Penangkapan dilakukan setelah enam bulan pengejaran. WFT diringkus di rumahnya di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, Selasa, 23 September 2025.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengungkapkan bakal mendalami Bjorka asal Minahasa, WFT yang diciduk polisi beberapa waktu itu apakah identik dengan Bjorka yang bikin heboh di era Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ataukah bukan.
“Everybody can be anybody di internet, siapa pun bisa jadi siapa saja di internet. Bisa saja ada yang mengakui Bjorka-bjorka lain, atau ini lagi didalami apakah Bjorka ini identik dengan Bjorka yang sebelumnya, kan juga akan didalami," ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (6/10/2025).
(rca)
Lihat Juga :